Waspada Stroke Akibat Pecah Aneurisma Otak, Dokter RSUP HAM: Kontrol Tekanan Darah

- Wartawan

Senin, 12 Februari 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Waspada Stroke Akibat Pecah Aneurisma Otak, Dokter RSUP HAM: Kontrol Tekanan Darah. (Foto: istimewa)

Waspada Stroke Akibat Pecah Aneurisma Otak, Dokter RSUP HAM: Kontrol Tekanan Darah. (Foto: istimewa)

Waspada Stroke Akibat Pecah Aneurisma Otak, Dokter RSUP HAM: Kontrol Tekanan Darah

Sumutterkini.com, MEDAN Stroke menjadi salah satu penyakit yang ditakuti, karena menyebabkan angka kecacatan dan kematian tertinggi di Indonesia. Menurut data BPJS Kesehatan tahun 2022, biaya penanganan stroke bahkan mencapai hingga sekitar Rp3,2 triliun.

Angka ini termasuk salah satu yang tertinggi dalam beban pembiayaan kesehatan nasional. Salah satu penyebab stroke paling mematikan adalah pecah aneurisma otak akibat dari tekanan darah tinggi yang tidak terkontrol.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kepala KSM Bedah Saraf Rumah Sakit Umum Pusat Haji Adam Malik (RSUP HAM) Prof Dr dr Ridha Dharmajaya SpBS (K) menyebutkan, hampir 100 persen penderita aneurisma otak yang pernah ditanganinya memilki riwayat tekanan darah tinggi yang tidak terkontrol.

“Saat ini kita punya data, semua pasien aneurisma otak di RSUP HAM ini memilki riwayat hipertensi. Makanya, supaya stroke tidak terjadi, kami mengimbau untuk kontrol tekanan darah dan minum obat secara teratur bagi penderita hipertensi,” ucapnya, Senin (12/2/2204).

Aneurisma otak sendiri merupakan kasus pelebaran atau penonjolan pada pembuluh darah otak yang terjadi akibat melemahnya dinding pembuluh darah. Selain faktor masalah kesehatan lainnya, seperti diabetes, kolesterol tinggi, obesitas, hingga gaya hidup tidak sehat termasuk kebiasaan merokok, kasus pecah aneurisma otak yang disebabkan oleh tekanan darah tinggi yang tidak terkontrol dalam waktu lama juga dapat mengakibatkan terjadinya stroke.

Baca Juga  RSUP HAM Gelar Syukuran Penggunaan Masjid Nurul Iman yang Baru

Sementara itu Dokter spesialis bedah saraf RSUP HAM yang juga ahli aneurisma otak di Sumatera Utara, dr M Ihsan Z Tala SpBS (K) menjelaskan bahwa aneurisma itu seperti pipa air yang melenting.

“Jadi, akibat dindingnya (pembuluh darah) yang lemah dan bertahun-tahun diberikan tekanan yang tinggi, maka terbentuklah aneurisma. Bila ini pecah, maka akan menimbulkan gejala nyeri kepala hebat seperti disambar petir hingga tidak sadarkan diri,” ungkapnya.

Salah satu pasien yang menjalani perawatan di RSUP HAM menceritakan pengalamannya saat mengalami pecah aneurisma otak.

“Awalnya sakit sekali kepala saya, kayak mau pecah, keringat dingin, muntah hingga pingsan. Setelah itu saya dibawa ke rumah sakit dekat rumah dan dirujuk ke RSUP HAM. Saya sudah tidak sadarkan diri, suami bilang saya sudah menjalani operasi berat, jepit pembuluh darah dan pasang selang ke otak,” cerita pasien perempuan tersebut.

Tim dokter melakukan operasi clipping dengan pembedahan pada kepala untuk menangani kasus pecah aneurisma otak pada pasien tersebut.

“Hingga akhirnya saya sadar, dan saat ini sudah kembali ke rumah tanpa ada cacat. Saya sangat senang dan bersyukur bisa kembali ke keluarga dan berkomitmen ke diri sendiri untuk menjaga tekanan darah, pola makan dan cukup istirahat,” sambungnya.

(cw2/Sumutterkini.com)

Penulis : Cw2

Editor : Winata

Berita Terkait

Pesan Dokter Gizi, Usai Lebaran Hindari Daging dan Gorengan
Ingat, Penyakit Tak Libur saat Libur Lebaran, Kemenkes: Waspadai DBD dan HFMD
RSUP HAM Pastikan Tetap Berikan Pelayanan Selama Libur dan Cuti Lebaran 2024
Dirjen Yankes Kemenkes Kunjungi Layanan RS Adam Malik
RSUP HAM Berhasil Lakukan Operasi Stereotaktik Tumor Biopsi Perdana
Kenali Glaukoma, Si Penyebab Kebutaan Kedua Setelah Katarak
Legislator: Pembagian “Kue” Pembangunan di Bidang Kesehatan Belum Adil
Komisi IX DPR Minta Pemerintah Kerahkan Potensi Sumber Daya Tangani Darurat DBD

Berita Terkait

Minggu, 14 April 2024 - 23:10 WIB

Pesan Dokter Gizi, Usai Lebaran Hindari Daging dan Gorengan

Kamis, 11 April 2024 - 12:50 WIB

Ingat, Penyakit Tak Libur saat Libur Lebaran, Kemenkes: Waspadai DBD dan HFMD

Jumat, 5 April 2024 - 10:00 WIB

RSUP HAM Pastikan Tetap Berikan Pelayanan Selama Libur dan Cuti Lebaran 2024

Rabu, 3 April 2024 - 16:09 WIB

Dirjen Yankes Kemenkes Kunjungi Layanan RS Adam Malik

Jumat, 29 Maret 2024 - 10:22 WIB

RSUP HAM Berhasil Lakukan Operasi Stereotaktik Tumor Biopsi Perdana

Rabu, 27 Maret 2024 - 08:20 WIB

Kenali Glaukoma, Si Penyebab Kebutaan Kedua Setelah Katarak

Selasa, 26 Maret 2024 - 10:17 WIB

Legislator: Pembagian “Kue” Pembangunan di Bidang Kesehatan Belum Adil

Senin, 25 Maret 2024 - 16:26 WIB

Komisi IX DPR Minta Pemerintah Kerahkan Potensi Sumber Daya Tangani Darurat DBD

Berita Terbaru

BPJS: Banyak Anak Baru Lahir Belum Miliki NIK. (Foto: Nusantaraterkini.co)

Medan

BPJS: Banyak Anak Baru Lahir Belum Miliki NIK

Selasa, 16 Apr 2024 - 22:15 WIB

Hari Pertama Kerja, Pegawai RSU Haji Hadir 100 Persen. (Foto: istimewa)

Berita

Hari Pertama Kerja, Pegawai RSU Haji Hadir 100 Persen

Selasa, 16 Apr 2024 - 18:59 WIB