Stop Pembunuhan Gajah, Tindak Kejahatan Terhadap Satwa

- Wartawan

Minggu, 7 Januari 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gajah

Gajah

Sumutterkini.com, BENGKULUKetua Kanopi Hijau Indonesia sekaligus Penanggungjawab Konsorsium Bentang Seblat (KBS) Ali Akbar meminta agar jangan ada lagi gajah sumatera (Elephas maximus sumatranus) yang terindikasi mati karena dibunuh.

Dia menuturkan, KBS menuntut negara untuk membuka informasi secara lengkap atas kondisi hutan.

“Dan segera melakukan penindakan terhadap kejahatan satwa gajah,” kata Ali Akbar di Bengkulu, Sabtu (6/1/2024), sebagaimana dilansir Antara.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dia menambahkan, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) perlu melakukan tindakan untuk memastikan tidak terjadi lagi kematian gajah non-alami, apalagi kematian gajah yang sekarang terindikasi dibunuh.

Sebelumnya, seekor gajah sumatera liar berjenis kelamin betina, induk dewasa berumur 20 tahun, ditemukan mati pada 31 Desember 2023. Gajah ini ditemukan tak jauh dari jalan loging dalam kawasan Hutan Produksi Terbatas Air Ipuh 1 register 65, sekitar 3,5 kilometer dari batas Taman Nasional Kerinci Seblat, Kabupaten Mukomuko, Provinsi Bengkulu.

“Pada tengkorak bangkai gajah terdapat lubang, diduga akibat tembakan peluru senjata api. Lubang sebesar kurang lebih 1,5 sentimeter (cm) itu tembus dari bagian bawah rahang sampai ke os frontalis (tengkorak bagian depan atau dahi),” ucap Ali.

Baca Juga  Politikus Nasdem Indra Charismiadji Ditahan Kejaksaan

Ali menyatakan, kondisi tutupan lahan di Bentang Alam Seblat saat ini menunjukkan ketidakseriusan dalam mengamankan kawasan hutan. Hal itu dibuktikan dengan tingginya aktivitas perambahan dan penguasaan hutan di Bentang Alam Seblat.

Di Bentang Alam Seblat, kata dia, lahan tak berhutan itu didominasi oleh perkebunan sawit seluas 15.000 hektare (48,1 persen), semak belukar 7.900 hektar (25,6 persen), perkebunan perusahaan 5.400 ribu hektar (17,5 persen), dan lahan terbuka 2.000 hektare (6,6 persen).

Dilihat dari data analisis periode 2020-2023, tutupan hutan Bentang Alam Seblat telah hilang seluas 8.800 hektare.

Tutupan lahan sekunder menjadi yang paling besar, seluas 8.800 ribu hektare, di mana 5.600 ribu hektar atau 64,5 persen dirambah menjadi lahan pertanian sawit. Kondisi tersebut akhirnya membuat “rumah” gajah sumatera di Bengkulu semakin hilang.

Karena habitat gajah semakin terdesak, hal itu tentu juga menjadi ancaman nyata kepunahan bagi spesies tersebut. Oleh karena itu, butuh upaya dari berbagai pihak untuk memastikan rumah bagi gajah sumatera di Bengkulu tetap terjaga dengan baik.

Selain itu terhindar dari perambahan, penebangan, serta tidak terjadinya alih fungsi hutan lindung habitat gajah menjadi perkebunan maupun lahan tambang. (rsy/sumutterkini.com)

 

 

Berita Terkait

2 Caleg Laporkan Dugaan Adanya Jual Beli Suara di Sumsel
Tangis Napi Terorisme Saat Ikrar Setia NKRI di Lapas Madiun
Polisi Ungkap Unsur Asmara Sejenis dari Pembunuhan di Karawang
Bentrok Dipicu Saling Ejek, 1 Pelajar Tewas dan Kasat Reskrim Polres Maluku Tenggara Terkena Panah
Hendak Beli Nasi Goreng, Pemuda di Klender Tewas Diserang Gangster
Bercanda Ada Bom, Penumpang Asal Padang Tujuan Sumut Ditangkap di BIM
Harga Beras Sentuh Rp 17.000, Penjual : 25 Tahun Saya Jualan, Ini yang Paling Mahal
BMKG Bantah Angin Kencang di Rancaekek dan Jatinangor Tornado

Berita Terkait

Kamis, 22 Februari 2024 - 19:51 WIB

2 Caleg Laporkan Dugaan Adanya Jual Beli Suara di Sumsel

Kamis, 22 Februari 2024 - 19:45 WIB

Tangis Napi Terorisme Saat Ikrar Setia NKRI di Lapas Madiun

Kamis, 22 Februari 2024 - 18:54 WIB

Bentrok Dipicu Saling Ejek, 1 Pelajar Tewas dan Kasat Reskrim Polres Maluku Tenggara Terkena Panah

Kamis, 22 Februari 2024 - 18:46 WIB

Hendak Beli Nasi Goreng, Pemuda di Klender Tewas Diserang Gangster

Kamis, 22 Februari 2024 - 18:37 WIB

Bercanda Ada Bom, Penumpang Asal Padang Tujuan Sumut Ditangkap di BIM

Kamis, 22 Februari 2024 - 18:27 WIB

Harga Beras Sentuh Rp 17.000, Penjual : 25 Tahun Saya Jualan, Ini yang Paling Mahal

Kamis, 22 Februari 2024 - 18:21 WIB

BMKG Bantah Angin Kencang di Rancaekek dan Jatinangor Tornado

Kamis, 22 Februari 2024 - 18:14 WIB

Dijanjikan Pekerjaan, Bocah Perempuan Asal Sumbar Dibuang di Kolong Tol Ancol

Berita Terbaru

Pengembangan Desa Wisata Jangan Abaikan Kearifan Lokal. (Foto: istimewa)

Wisata

Pengembangan Desa Wisata Jangan Abaikan Kearifan Lokal

Kamis, 22 Feb 2024 - 20:11 WIB

Hasanal Mulkan, kuasa hukum dua Caleg di Empat Lawang yang mengaku bahwa adanya jual beli surat suara di TPS saat Pemilu. Temuan itupun kini sudah dilaporkan ke Bawaslu Sumatera Selatan.(KOMPAS.COM/AJI YK PUTRA)

Nasional

2 Caleg Laporkan Dugaan Adanya Jual Beli Suara di Sumsel

Kamis, 22 Feb 2024 - 19:51 WIB

IKRAR SETIA NKRI- Hamrudin, narapidana terorisme (napiter) (tengah) saat mengucapkan ikrar setia kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) bersama dua napiter lainnya, Bustar bin Tahang, dan Riza Bagus Melian di Lapas Kelas I Madiun, Kota Madiun, Jawa Timur, Kamis (22/2/2024).(KOMPAS.com/MUHLIS AL ALAWI)

Nasional

Tangis Napi Terorisme Saat Ikrar Setia NKRI di Lapas Madiun

Kamis, 22 Feb 2024 - 19:45 WIB