Soal Pemakzulan Presiden, TKN: Kalau Tidak Puas Tunggu Pemilu

- Wartawan

Jumat, 19 Januari 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Soal Pemakzulan Presiden, TKN: Kalau Tidak Puas Tunggu Pemilu. (Foto: Nusantaraterkini.co)

Soal Pemakzulan Presiden, TKN: Kalau Tidak Puas Tunggu Pemilu. (Foto: Nusantaraterkini.co)

Soal Pemakzulan Presiden, TKN: Kalau Tidak Puas Tunggu Pemilu

Nusantaraterkini.co, JAKARTA Wakil Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Prabowo-Gibran Ali Masykur Musa merespon kelompok yang ingin memakzulkan Presiden Joko Widodo (Jokowi) menjelang Pemilu 2024.

Ali menjelaskan, tidak boleh ada narasi pemakzulan presiden karena Indonesia menganut sistem pemerintahan presidensial.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dia menyebutkan, ada tiga syarat presiden diberhentikan sebelum masa jabatan habis yaitu melanggar hukum, masalah kesehatan sehingga tidak bisa menjalankan tugasnya dan pelanggaran etika berat seperti korupsi.

Dia menegaskan di luar tiga syarat itu, narasi pemakzulan presiden adalah ide liar yang tidak sesuai dengan Undang-undang Dasar (UUD) 1945.

“Pak Jokowi nggak melanggar hukum. Pak Jokowi masih sehat kemana-mana menjalankan tugas dengan baik kok. Beliau tidak ada pelanggaran etika, beliau tidak ada korupsi kok,” katanya mengutip Nusantaraterkini.co, Jumat (19/1/2024).

Ali juga menyoroti kelompok yang menyuarakan pemakzulan presiden ini menjelang Pemilu 2024 yang akan berlangsung pada 14 Februari. Dia menilai ide pemakzulan di ujung Pemilu seperti saat ini sangat tidak tepat dengan sistem kenegaraan yang ada di Indonesia.

Baca Juga  Mahfud Sudah Surati Jokowi perihal Jadi Cawapres Ganjar

Dia juga menyoroti Menkopolhukam Mahfud MD yang menerima usulan pemakzulan kelompok tersebut. Dia menilai hal itu sangat tidak etis karena Mahfud MD merupakan cawapres yang berkontestasi di Pemilu 2024.

“Apalagi ini disuarakan dan diterima oleh salah satu kandidat menurut saya ini adalah tidak etis sebagai calon kandidat wakil presiden menerima yang mengusulkan yang ingin memakzulkan presiden ini adalah langkah yang tidak etis di dalam sistem bernegara,” ujarnya.

Ali menyebut lebih dari separuh rakyat Indonesia puas dengan kinerja Presiden Jokowi. Dia menegaskan jika tidak puas sistem pemerintahan presidensial sudah menyiapkan Pemilu.

“Urusan tidak puas di dalam sistem pemerintahan presidensial, maka kalau tidak puas tunggu Pemilu. Karena parameter puas tidak puasnya atas presiden adalah Pemilu berikutnya,” pungkasnya.

(HAM/nusantaraterkini.co)

Penulis : Cw2

Editor : Winata

Sumber Berita : Nusantaraterkini.co

Berita Terkait

Hasil Hak Angket Pemilu 2024 Tidak Bisa Jadi Bukti di MK
Raja Juli Antoni Sebut Kaesang Beri Efek Peningkatan Kursi Legislatif PSI hingga 400 Persen
Once Mekel dan Uya Kuya Punya Kans Besar Lolos ke Senayan di DKI Jakarta II
Hari ke-2 Rapat Pleno Terbuka, Prabowo-Gibran Unggul di 11 Negara dari 21 PPLN
Gibran Minta Relawan Bersiap untuk Pilkada dan Pilgub, Jangan Kendur, Gas Terus
Unggul di Pilpres, Gibran Temui Relawan dan Ucapkan Terima Kasih
Prabowo-Gibran Menang di PPLN Athena Yunani
Perolehan Suara Sementara Stefan William, Bintang Sinetron Anak Jalanan yang Jadi Caleg DPR RI

Berita Terkait

Minggu, 3 Maret 2024 - 16:01 WIB

Hasil Hak Angket Pemilu 2024 Tidak Bisa Jadi Bukti di MK

Sabtu, 2 Maret 2024 - 20:02 WIB

Raja Juli Antoni Sebut Kaesang Beri Efek Peningkatan Kursi Legislatif PSI hingga 400 Persen

Jumat, 1 Maret 2024 - 23:12 WIB

Once Mekel dan Uya Kuya Punya Kans Besar Lolos ke Senayan di DKI Jakarta II

Jumat, 1 Maret 2024 - 18:28 WIB

Hari ke-2 Rapat Pleno Terbuka, Prabowo-Gibran Unggul di 11 Negara dari 21 PPLN

Jumat, 1 Maret 2024 - 18:27 WIB

Gibran Minta Relawan Bersiap untuk Pilkada dan Pilgub, Jangan Kendur, Gas Terus

Jumat, 1 Maret 2024 - 18:08 WIB

Unggul di Pilpres, Gibran Temui Relawan dan Ucapkan Terima Kasih

Rabu, 28 Februari 2024 - 20:49 WIB

Prabowo-Gibran Menang di PPLN Athena Yunani

Rabu, 28 Februari 2024 - 20:04 WIB

Perolehan Suara Sementara Stefan William, Bintang Sinetron Anak Jalanan yang Jadi Caleg DPR RI

Berita Terbaru

Muhammadiyah: Konten Tukar Pasangan Gus Samsudin Menyesatkan. (Foto: istimewa)

Nasional

Muhammadiyah: Konten Tukar Pasangan Gus Samsudin Menyesatkan

Minggu, 3 Mar 2024 - 17:16 WIB

Politik

Hasil Hak Angket Pemilu 2024 Tidak Bisa Jadi Bukti di MK

Minggu, 3 Mar 2024 - 16:01 WIB