Ribuan Warga di Probolinggo Rela Antre Berjam-jam Demi Beras Murah

- Wartawan

Rabu, 28 Februari 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Warga Kota Probolinggo mengantre untuk mendapatkan beras dengan harga murah, Rabu (28/2/2024)(Dok. Diskominfo Kota Probolinggo)

Warga Kota Probolinggo mengantre untuk mendapatkan beras dengan harga murah, Rabu (28/2/2024)(Dok. Diskominfo Kota Probolinggo)

Sumutterkini.com, JATIMRibuan warga Kota Probolinggo, Jawa Timur, rela antre berjam-jam untuk mendapatkan beras dengan harga murah yang digelar Pemkot Probolinggo, Jawa Timur, pada Rabu (28/2/2024).

Sebab, harga beras di pasaran saat ini tak terkendali. Pada pasar murah ini, Pemkot Probolinggo dan pihak swasta menyiapkan beras sebanyak 16 ton yang dijual dengan harga Rp 51.000 untuk 5 kilogram.

16 ton beras itu langsung ludes dalam hitungan jam. Isma, warga Kelurahan Mangunharjo, yang turut antre membeli beras mengaku gelisah dengan kenaikan harga bahan pokok, terutama beras.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menurutnya, adanya pasar murah seperti ini sangat membantu meringankan beban masyarakat, khususnya masyarakat menengah ke bawah seperti dirinya.

Selisih harga bisa digunakan untuk membeli kebutuhan dapur lainnya, seperti minyak goreng, cabai dan bumbu dapur.

“Lumayan jauh harganya, bisa terpaut sampai Rp 25.000. Semoga harga beras bisa kembali normal jadi kami masyarakat kecil tidak merasa berat,” ujar Isma pada Rabu, dikutip Kompas.com.

Untuk menyikapi kenaikan harga beras di pasaran, Pemkot Probolinggo melalui Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah dan Perdagangan (DKUMP) melakukan upaya stabilitas harga pangan.

Pasar murah digelar sejak Selasa (27/2/2024) pagi di 2 lokasi yakni RTH Maramis serta Kantor Kelurahan Triwung Kidul. Pj Wali Kota Probolinggo Nurkholis yang memantau langsung di RTH Maramis mengatakan, komoditi yang dijual di pasar murah kali ini merupakan komoditi yang memiliki pengaruh besar terhadap kestabilan harga.

Baca Juga  Alasan Cari Makan, 5 Pengungsi Rohingya di Langkat Melarikan Diri

Jika kebutuhan tersebut tersedia dengan harga terjangkau maka harga bisa dikendalikan.

“Rata-rata harga beras medium di Jawa Timur sudah Rp 11.802 per kilogram. Maka digelar pasar murah ini supaya meringankan beban masyarakat. Di sini beras 5 kilogram di harga Rp 51.000 berarti per kilogram harganya Rp 10.200. Masih di bawah HET Rp 10.900 per kilogram,” kata Nurkholis.

Nurkholis meminta agar kegiatan serupa dapat dilaksanakan di beberapa titik lokasi. Terlebih menjelang datangnya bulan suci Ramadhan.

“Nanti mendekati bulan Ramadhan akan digelar pasar murah dengan lebih banyak titik lokasi. Agar kestabilan harga dan kebutuhan masyarakat dapat terpenuhi,” terangnya.

Kepala Dinas DKUMP Kota Probolinggo Fitriawati menambahkan, pihaknya berupaya mengadakan pasar murah setiap hari Selasa. Hal ini dimaksudkan untuk mengantisipasi kenaikan harga beras yang cukup signifikan. Untuk pasar murah ini, DKUMP bekerja sama dengan BUMN dan pihak swasta.

Wakil Pimpinan Perum Bulog Cabang Probolinggo Yoga Prasetyadi menyatakan, pihaknya mendukung penuh kegiatan pasar murah ini dengan menyediakan 8 ton beras di setiap lokasi.

“Jelang bulan Ramadhan, Bulog Probolinggo telah menyiapkan stok beras sebanyak 7.000 ton. Sehingga masyarakat diimbau tidak perlu panic buying,” ujar Yoga. (rsy/sumutterkini.com)

Berita Terkait

Ketua KPU RI Dipecat Kasus Asusila, DKPP Sebut Hasyim Asy’ari Ubah PKPU Agar Dekati Korban
BKKBN Sumut Raih Juara Favorit Tingkat Nasional Kategori PLKB Non ASN 
BNPB: 50 Hektar Lahan di Gunung Bromo Terbakar
Banjir di Landa Parigi Moutong, Satu Tewas dan Dua Hilang
Buronan Harun Masiku, Eks Penyidik Ingatkan KPK Jangan Terlalu Umbar Informasi ke Publik
Ditjenpas Luncurkan Standar dan Modul Perlakuan Anak Kasus Terorisme
Hotman Paris Sebut Ada Kemungkinan Pegi Diputus Tak Bersalah di Kasus Vina
Kasus Peredaran Senpi Ilegal di Jayapura, Oknum PNS di Papua Ditangkap

Berita Terkait

Rabu, 3 Juli 2024 - 22:48 WIB

Ketua KPU RI Dipecat Kasus Asusila, DKPP Sebut Hasyim Asy’ari Ubah PKPU Agar Dekati Korban

Sabtu, 29 Juni 2024 - 13:16 WIB

BKKBN Sumut Raih Juara Favorit Tingkat Nasional Kategori PLKB Non ASN 

Senin, 24 Juni 2024 - 09:57 WIB

BNPB: 50 Hektar Lahan di Gunung Bromo Terbakar

Minggu, 23 Juni 2024 - 13:13 WIB

Banjir di Landa Parigi Moutong, Satu Tewas dan Dua Hilang

Rabu, 19 Juni 2024 - 23:10 WIB

Buronan Harun Masiku, Eks Penyidik Ingatkan KPK Jangan Terlalu Umbar Informasi ke Publik

Rabu, 12 Juni 2024 - 19:48 WIB

Ditjenpas Luncurkan Standar dan Modul Perlakuan Anak Kasus Terorisme

Selasa, 11 Juni 2024 - 23:04 WIB

Hotman Paris Sebut Ada Kemungkinan Pegi Diputus Tak Bersalah di Kasus Vina

Minggu, 9 Juni 2024 - 12:44 WIB

Kasus Peredaran Senpi Ilegal di Jayapura, Oknum PNS di Papua Ditangkap

Berita Terbaru