Remaja di Medan Diduga Tewas Tertembak Polisi, Keluarga Minta Kasus Diusut Tuntas

- Wartawan

Sabtu, 20 Januari 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi manusia tewas.

Ilustrasi manusia tewas.

Sumutterkini.com, MEDAN – Tubuh RF (17), tergeletak di Jalan Makam Pahlawan, Lorong Kenangan, Kecamatan Medan Belawan, Medan, Sumatera Utara (Sumut), Selasa (16/1/2024) malam.

Ia mengalami luka di kepala. Satu hari setelahnya, atau pada Rabu (17/1/2024), RF meninggal setelah sempat kritis. RF diduga tewas tertembak polisi, yang pada Selasa malam itu membubarkan tawuran.

Terkait kejadian ini, keluarga korban meminta agar kasus kematian RF diusut tuntas.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Permintaan kami pelakunya supaya dilakukan tindakan tegas, pelaku yang menembak itu siapa yang menembak?” ujar pengacara keluarga korban, Summarson Giawa, Kamis (18/1/2024) dikutip dari Kompas.com.

Keluarga juga meminta agar polisi menyelidiki kasus ini secara terang-benderang.

“Permintaan dari keluarga minta proses ini diselidiki, bisa terang benderang tanpa ada ditutup karena melibatkan oknum polisi, jangan sampai nanti polisi melindungi polisi,” ucapnya.

Tak ikut tawuran

Mengenai korban, Summarson mengatakan bahwa korban tidak terlibat tawuran.

“Yang tawuran itu antara Lorong Tigor dan Lorong Melati, nah sedangkan yang bersangkutan (korban) tinggal di Lorong Kenanga tinggalnya. Jelas dari situ tidak ada kaitan (dengan tawuran),” ungkapnya.

Sebelum insiden tersebut, korban sempat meminta uang Rp 3.000 kepada kakaknya untuk membeli makanan. Beberapa saat kemudian, rumah korban didatangi teman-teman RF. Mereka memberi tahu bahwa RF terkena tembakan.

Summarson menuturkan, pihaknya menemukan selongsong peluru di lokasi kejadian.

“Menurut keterangan saksi teman-teman dari almarhum, polisi mengeluarkan senjata dari dalam mobil. Senjatanya keluar, orangnya di dalam, pada saat saksi lagi jongkok di situ ditembaknya,” tuturnya.

Baca Juga  RSUD Pirngadi Bakal Implementasikan Sistem KRIS di 2025

Selain itu, pihaknya juga telah menemukan video dari warga yang merekam detik-detik RF tertembak. Dalam video tampak dua mobil polisi lewat, kemudian terdengar letusan, lalu korban terjatuh.

“Ketika meletus tembakan itu, baru teriak mamak-mamak di sana, ada korban meninggal, ada yang kena tembak, berarti yang jelas posisi dua mobil pertama (di lokasi kejadian) yang melakukan penembakan, diikuti mobil berikutnya,” jelasnya.

Kasus ini sudah dilaporkan ke Kepolisian Daerah (Polda) Sumut. Ada dua laporan yang dibuat, yakni soal etik dan pidana.

Polda Sumut selidiki anggota

Sejumlah anggota polisi dikabarkan menjalani pemeriksaan terkait insiden yang menewaskan RF. Namun, Kepala Bidang (Kabid) Humas Polda Sumut Kombes Pol Hadi Wahyudi belum mengungkapkan jumlah anggota kepolisian yang diperiksa.

Ia hanya menyampaikan, sejumlah saksi, baik warga maupun personel polisi yang berada di lokasi kejadian, masih diperiksa.

“Semua dalam proses penyelidikan,” terangnya, Jumat (19/1/2024). Di samping itu, polisi juga masih mendalami penyebab tawuran.

Sementara itu, Kepala Kepolisian Resor (Kapolres) Pelabuhan Belawan AKBP Janton Silaban meminta maaf kepada keluarga atas tejadinya insiden yang menewaskan RF.

“Pada kesempatan ini saya memohon maaf kepada masyarakat jika ada kekeliruan yang dilakukan personel saat menangani masalah tawuran di Belawan kemarin. Kita semua tidak ingin peristiwa itu terjadi,” paparnya, Kamis.

Janton berjanji kasus remaja tewas tertembak ini bakal diusut tuntas. (rsy/sumutterkini.com)

 

Berita Terkait

RSUP HAM Rawat Dua Jenazah Pasien Tanpa Identitas dan Keluarga
RSUD Pirngadi Bakal Implementasikan Sistem KRIS di 2025
Lamno Aceh Jaya Diguncang Gempa Tektonik Berkekuatan M4.6
Insiden Kecelakaan Kerja di Aqua Farm, Tim Labfor Polda Sumut Lakukan Olah TKP Ulang
Aceh Besar Diguncang Gempa Tektonik Berkekuatan 3,5 Magnitudo
Tingkatkan Pembayaran Pajak Kendaraan Bermotor, Polda Sumut Gelar Operasi Gabungan Kepatuhan
Tegaskan Tidak Ada Fee Pengamanan, Deni Turio: Proyek di Dinas PUPR Langkat Berjalan Transparan
Kompak, Ribuan Masyarakat Batubara Deklarasi Perang Terhadap Narkoba

Berita Terkait

Jumat, 14 Juni 2024 - 17:54 WIB

RSUP HAM Rawat Dua Jenazah Pasien Tanpa Identitas dan Keluarga

Selasa, 11 Juni 2024 - 11:13 WIB

RSUD Pirngadi Bakal Implementasikan Sistem KRIS di 2025

Selasa, 11 Juni 2024 - 07:45 WIB

Lamno Aceh Jaya Diguncang Gempa Tektonik Berkekuatan M4.6

Senin, 10 Juni 2024 - 20:38 WIB

Insiden Kecelakaan Kerja di Aqua Farm, Tim Labfor Polda Sumut Lakukan Olah TKP Ulang

Senin, 10 Juni 2024 - 16:07 WIB

Aceh Besar Diguncang Gempa Tektonik Berkekuatan 3,5 Magnitudo

Jumat, 7 Juni 2024 - 19:45 WIB

Tingkatkan Pembayaran Pajak Kendaraan Bermotor, Polda Sumut Gelar Operasi Gabungan Kepatuhan

Jumat, 7 Juni 2024 - 15:50 WIB

Tegaskan Tidak Ada Fee Pengamanan, Deni Turio: Proyek di Dinas PUPR Langkat Berjalan Transparan

Jumat, 7 Juni 2024 - 12:07 WIB

Kompak, Ribuan Masyarakat Batubara Deklarasi Perang Terhadap Narkoba

Berita Terbaru