Puluhan Siswa SD di Lombok Timur Mual dan Pusing usai Makan Abon Ikan

- Wartawan

Rabu, 17 Januari 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Suasana sekolah Sekolah Dasar (SD) 3 Desa Tanjung Luar, Kecamatan Keruak, Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat pasca kejadian keracunan masal, Rabu (17/1/2024)(Humas Polres Lombok Timur)

Suasana sekolah Sekolah Dasar (SD) 3 Desa Tanjung Luar, Kecamatan Keruak, Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat pasca kejadian keracunan masal, Rabu (17/1/2024)(Humas Polres Lombok Timur)

Sumutterkini.com, NTB – Puluhan siswa Sekolah Dasar (SD) 3 Desa Tanjung Luar, Kecamatan Keruak, Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat, mengalami keracunan makanan, Rabu (17/1/2024).

“Iya, benar laporan yang kami terima ada 20 orang siswa mengalami keracunan masal,” kata Kasi Humas Polres Lombok Barat Iptu Nikolas Osman melalui pesan singkat seperti yang dilansir dari Kompas.com.

Nikolas menyampaikan, kasus keracunan masal tersebut diduga setelah 17 siswa mengonsumsi abon ikan dari salah satu teman mereka yang menjual.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Dugaan disebabkan sementara oleh mengkonsumsi abon ikan tongkol yang dijajakan oleh salah seorang siswa. Setelah itu siswa tersebut mengalami pusing dan mual-mual,” kata Nikolas.

Baca Juga  KPK Duga Gubernur Maluku Utara Terima Aliran Dana Terkait Izin Tambang

Hingga saat ini para korban sedang di rawat di beberapa pusat medis baik puskesmas maupun rumah sakit.

“Sementara korban mesih mendapatkan perawatan di RS Patuh Karya dan di Puskesmas Keruak,” kata Nikolas.

Untuk langkah tindak lanju pihak kepolisian akan berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan Lombok Timur untuk melakukan pengecekan lab kandungan dalam abon tersebut yang diduga menjadi pemicu keracunan.

“Selain memeriksa saksi-saksi. Nanti kita akan berkoordinasi dengan Dinkes setempat untuk dilakukan pemeriksaan terhadap kandungan makanan abon ini,” kata Nikolas. (rsy/sumutterkini.com)

Berita Terkait

RSUP HAM Rawat Dua Jenazah Pasien Tanpa Identitas dan Keluarga
Ditjenpas Luncurkan Standar dan Modul Perlakuan Anak Kasus Terorisme
Hotman Paris Sebut Ada Kemungkinan Pegi Diputus Tak Bersalah di Kasus Vina
RSUD Pirngadi Bakal Implementasikan Sistem KRIS di 2025
Lamno Aceh Jaya Diguncang Gempa Tektonik Berkekuatan M4.6
Insiden Kecelakaan Kerja di Aqua Farm, Tim Labfor Polda Sumut Lakukan Olah TKP Ulang
Aceh Besar Diguncang Gempa Tektonik Berkekuatan 3,5 Magnitudo
Kasus Peredaran Senpi Ilegal di Jayapura, Oknum PNS di Papua Ditangkap

Berita Terkait

Jumat, 14 Juni 2024 - 17:54 WIB

RSUP HAM Rawat Dua Jenazah Pasien Tanpa Identitas dan Keluarga

Rabu, 12 Juni 2024 - 19:48 WIB

Ditjenpas Luncurkan Standar dan Modul Perlakuan Anak Kasus Terorisme

Selasa, 11 Juni 2024 - 23:04 WIB

Hotman Paris Sebut Ada Kemungkinan Pegi Diputus Tak Bersalah di Kasus Vina

Selasa, 11 Juni 2024 - 11:13 WIB

RSUD Pirngadi Bakal Implementasikan Sistem KRIS di 2025

Selasa, 11 Juni 2024 - 07:45 WIB

Lamno Aceh Jaya Diguncang Gempa Tektonik Berkekuatan M4.6

Senin, 10 Juni 2024 - 20:38 WIB

Insiden Kecelakaan Kerja di Aqua Farm, Tim Labfor Polda Sumut Lakukan Olah TKP Ulang

Senin, 10 Juni 2024 - 16:07 WIB

Aceh Besar Diguncang Gempa Tektonik Berkekuatan 3,5 Magnitudo

Minggu, 9 Juni 2024 - 12:44 WIB

Kasus Peredaran Senpi Ilegal di Jayapura, Oknum PNS di Papua Ditangkap

Berita Terbaru