Prabowo Bakal Batasi Penerima Subsidi BBM dan Elpiji, Demi Program Makan Siang Gratis

- Wartawan

Jumat, 16 Februari 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Usai Nyoblos, Prabowo Santai Berenang di Sela Menunggu Quick Count. (Foto: istimewa)

Usai Nyoblos, Prabowo Santai Berenang di Sela Menunggu Quick Count. (Foto: istimewa)

Sumutterkini.com, JAKARTACalon presiden nomor urut 2 Prabowo Subianto bakal membatasi penerima subsidi bahan bakar minyak (BBM) dan elpiji 3kg, demi mewujudkan program makan siang dan susu gratis.

Wakil Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Prabowo-Gibran, Eddy Soeparno mengatakan, penerima subsidi BBM dan elpiji 3kg itu akan dibatasi karena selama ini tidak tepat sasaran.

Subsidi BBM Pertalite dan elipiji 3kg yang menelan anggaran negara besar-besaran, justru selama ini lebih banyak dinikmati masyarakat mampu.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Jadi, subsidi energi kita tahun lalu itu Rp 500 triliun. Tahun ini Rp 350 triliun. Porsi terbesar dari subsidi energi itu adalah subsidi untuk pertalite dan elpiji 3 kg. Tetapi, yang menikmati pertalite dan elpiji 3 kg 80 persennya itu masyarakat mampu,” kata Eddy, dikutip Kompas.com.

Eddy menyebut, yang menikmati subsidi energi selama ini justru orang-orang kaya. Ia pun menekankan perlu dilakukan efisiensi terkait subsidi energi, agar anggarannya bisa dipangkas dan dialihkan ke program makan siang gratis.

“Kita evaluasi dulu pemberian subsidi energi itu untuk kita bisa lakukan efisiensi. Caranya gimana? Pertama, data penerima subsidi energi itu harus kita sempurnakan. Jadi yang berhak itu siapa? Misalkan saja, kaum miskin. Kedua yayasan, yayasan di bidang kemanusiaan. Ketiga misalnya UMKM. Itu berhak,” tuturnya.

Lalu, Eddy mengatakan, aturan mengenai penerima subsidi energi perlu diperkuat, sehingga tidak sembarang orang bisa membeli pertalite dan elpiji 3 kg.

Baca Juga  Gempa M 5,2 Guncang Tolikara Papua Pegunungan

Nyatanya, saat ini, siapapun bisa membeli pertalite dan elpiji 3 kg. “Jadi yang harus kita lakukan penguatan di bidang aturan hukumnya.

Di situ nanti kemudian dalam aturan hukumnya itu kemudian dibuat kriteria yang berhak menerima subsidi energi itu siapa.

Dan kemudian buat sanksi, sanksi bagi yang tetap membeli energi bersubsidi atau sanksi bagi orang yang menjual energi subsidi itu kepada umum,” jelas Eddy.

“Kalau itu kita lakukan, otomatis kan kebutuhan untuk subsidi energi kan berkurang. Kalau subsidi energi kebutuhan berkurang, artinya itu merupakan penghematan APBN, yang mana kemudian penghematan kan bisa dipakai untuk membiayai program yang lain. Itu maksud saya. bukan memangkas subsidi BBM untuk makan siang gratis,” imbuhnya.

Eddy pun menegaskan bahwa tak akan ada pemangkasan subsidi energi yang membuat harga BBM naik. Sebab, yang dilakukan adalah efisiensi dengan membatasi jumlah orang yang bisa menerima subsidi.

“Itu bukan pemangkasan BBM. Saya enggak pernah bilang pemangkasan BBM, gitu. Yang saya katakan adalah kita lakukan efisiensi di bidang penyaluran subsidi energi. Subsidi energi, bukan subsidi BBM,” ujar Eddy saat dihubungi, Jumat (16/2/2024).

“Saya katakan, efisiensi di bidang subsidi energi. Kan saya pimpin Komisi VII DPR, jadi saya tahu apa yang bisa dipangkas, apa yang enggak,” sambungnya. (rsy/sumutterkini.com)

Berita Terkait

2 Jam Hadiri Open House Airlangga, Prabowo Bilang Ngomong Ini dan Itu
Mbah Benu, Sosok Mistis dari Kota Ponorogo yang Menjadi Pusat Perhatian Jamaah Aolia
Gempa Magnitudo 5,0 Guncang Gunungkidul, Tak Berpotensi Tsunami
Demi Keselamatan, Polri Minta Pemudik Idul Fitri dak Gunakan Sepeda Motor
Jatuh dari Tebing, Pencari Rumput di Banyumas Ditemukan Tewas
Jangan Khawatir, Gini Cara Refund Tiket Konser Super Junior-L.S.S di Jakarta yang Batal
Penjelasan KPU Langkat, Soal Anggota KPPS Cuma Terima Uang Rp 50 ribu Usai Bimtek
Jumat Berkah: Polsek Kampung Rakyat Bagikan Nasi Bungkus Kepada Masyarakat

Berita Terkait

Kamis, 11 April 2024 - 23:35 WIB

2 Jam Hadiri Open House Airlangga, Prabowo Bilang Ngomong Ini dan Itu

Jumat, 5 April 2024 - 14:04 WIB

Mbah Benu, Sosok Mistis dari Kota Ponorogo yang Menjadi Pusat Perhatian Jamaah Aolia

Kamis, 28 Maret 2024 - 15:27 WIB

Gempa Magnitudo 5,0 Guncang Gunungkidul, Tak Berpotensi Tsunami

Rabu, 6 Maret 2024 - 09:56 WIB

Demi Keselamatan, Polri Minta Pemudik Idul Fitri dak Gunakan Sepeda Motor

Jumat, 1 Maret 2024 - 19:22 WIB

Jatuh dari Tebing, Pencari Rumput di Banyumas Ditemukan Tewas

Jumat, 16 Februari 2024 - 18:39 WIB

Prabowo Bakal Batasi Penerima Subsidi BBM dan Elpiji, Demi Program Makan Siang Gratis

Kamis, 8 Februari 2024 - 23:17 WIB

Jangan Khawatir, Gini Cara Refund Tiket Konser Super Junior-L.S.S di Jakarta yang Batal

Rabu, 31 Januari 2024 - 19:47 WIB

Penjelasan KPU Langkat, Soal Anggota KPPS Cuma Terima Uang Rp 50 ribu Usai Bimtek

Berita Terbaru

BPJS: Banyak Anak Baru Lahir Belum Miliki NIK. (Foto: Nusantaraterkini.co)

Medan

BPJS: Banyak Anak Baru Lahir Belum Miliki NIK

Selasa, 16 Apr 2024 - 22:15 WIB

Hari Pertama Kerja, Pegawai RSU Haji Hadir 100 Persen. (Foto: istimewa)

Berita

Hari Pertama Kerja, Pegawai RSU Haji Hadir 100 Persen

Selasa, 16 Apr 2024 - 18:59 WIB