Polisi Akhirnya Mediasi Warga dan Pengamen di Langkat yang Dituding Lakukan Pelecehan

- Wartawan

Selasa, 9 Juli 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Polisi bersama warga Dusun VIII Bantenan, Kelurahan Kwala Bingai, Kecamatan Stabat, Langkat, melakukan mediasi dengan Azwardi Lubis alias Zuan (36) seorang pengamen di Langkat, Selasa (9/7/2024).

Polisi bersama warga Dusun VIII Bantenan, Kelurahan Kwala Bingai, Kecamatan Stabat, Langkat, melakukan mediasi dengan Azwardi Lubis alias Zuan (36) seorang pengamen di Langkat, Selasa (9/7/2024).

Sumutterkini.com, LANGKATPolisi bersama warga Dusun VIII Bantenan, Kelurahan Kwala Bingai, Kecamatan Stabat, Langkat, melakukan mediasi dengan Azwardi Lubis alias Zuan (36) seorang pengamen di Langkat Pasalnya Zuan dituding melakukan pelecehan seksual.

“Saya rasa, ini hanya miss komunikasi saja. Sebaiknya kita selesaikan saja dengan cara kekeluargaan. Sehingga, semua pihak dapat kembali hidup rukun dan harmonis di tengah masyarakat,” kata Bhabinkamtibmas, Aipda Diswan S, di Aula Polsek Stabat, dikutip dari Tribun Medan, Selasa (9/7/2024).

Tujuan mediasi ini lanjut Diswan, untuk menyelesaikan persoalan dengan cara bermusyawarah yang baik.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Agar isu negatif yang berkembang di tengah masyarakat, tidak merugikan semua pihak. Serta tidak menjadi momok yang menyudutkan seseorang atau kehidupan sosial di tengah masyarakat.

Sedangkan Kepala Lingkungan VII Bantenan, Ahmad Zais yang hadir di sana mengaskan, agar semua pihak menahan diri.

“Kepada Zuan, di mana pun kita tinggal, kita harus menjaga norma dan etika yang baik. Sehingga tidak mengganggu kenyamanan masyarakat. Kepada warga yang meposting hal negatif di medsos, agar segera menghapusnya,” ujar Zais.

Artinya, tidak semua persoalan harus ditempuh dengan jalur hukum. Ada cara mediasi yang bisa ditempuh, untuk menyelesaikannya.

Yakni dengan bermusyawarah secara kekeluargaan, jauh lebih nyaman untuk mencari mufakat yang baik.

“Alhamdulillah, Insyaallah itu hanya terjadi miss komunikasi, kesalahfahaman antara kedua belah pihak. Hari ini, warga dan pihak yang terkait sudah tabayyun. Semoga dengan tabayyun ini, membuahkan hasil yang terbaik dan memperbaiki diri kedepannya,” ucap Zais.

Setelah itu, kedua belah pihak menandatangani surat pernyataan perdamaian yang difasilitasi penyidik Polsek Stabat.

Mereka pun saling bersalaman sebagai bentuk saling memaafkan antara satu dengan yang lainnya.

Dikabarkan sebelumnya, nasib naas dialami Azwardi Lubis alias Zuan (36) warga Lingkungan VII, Kelurahan Kwala Bingai, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara.

Pasalnya pria yang sehari-hari bekerja sebagai pengamen dari cafe ke cafe ini, dituding melakukan pelecehan seksual.

Bahkan Zuan dan keluarganya sempat mau dimassa saat warga beramai-ramai mendatangi kontrakannya.

Namun, tudingan itu tak terbukti. Tetapi atas kejadian itu membuat Zuan dan keluarganya mengalami trauma berat.

Zuan pun akhirnya mendatangi Polsek Stabat dengan tujuan membuat laporan, Rabu (3/7/2024).

Baca Juga  Ini Daftar Tarif Jalan Tol Binjai-Langsa dan Penyesuaian Tarif Tol Binjai-Stabat

Karena menurutnya, aksi yang dilakukan warga diduga ada yang menunggangi.

Meski begitu, pada saat itu penyidik di Polsek Stabat menyarankan untuk melakukan mediasi dengan semua pihak yang terlibat.

Sedangkan itu, saat diwawancarai Zuan menerangkan bagaimana mulanya ia dituduhkan hal tersebut.

“Malam itu sekitar Bulan Mei 2024 kemarin, saya masih ngamen di Ayam Geprek Stabat. Ada kawan yang nyuruh saya pulang karena ada masalah berat,” ujar Zuan didampingi rekannya bernama Aliandi, Kamis (4/7/2024).

Lanjut Zuan, dengan penuh rasa tak tenang dan cemas, Pengamen Langkat ini pun pulang ke rumah kontrakannya.

Begitu sampai dikediamannya, kepala lingkungan (kepling) setempat juga sudah berada di sana. Ternyata, puluhan warga lainnya pun sudah berkumpul disekitar lokasi.

Kepling pun menyampaikan perihal dugaan pelecehan terhadap tiga orang wanita yang diduga dilakukan oleh Zuan.

Bahkan, ada beberapa warga yang mencoba menyerang Zuan. Namun ditepis istri Zuan, sembari menggendong anaknya yang masih kecil.

Saat itu, Zuan terkejut dengan tuduhan yang disampaikan kepling. Setiap Zuan mempertanyakan apa kesalahan yang telah dibuatnya, warga mencoba menyerang musisi jalanan itu.

“Pas ditanya kepling kepada korban-korban, tak ada satu pun yang mengatakan kalau saya ada melecehkan mereka. Gegara saya sering pakai handuk keluar rumah saat mengambil wudhu. Kebetulan saya ambil wudhu dikran yang berada di luar rumah. Ini lah yang dijadikan dasar mereka menuduh saya. Dan tak ada satu pun yang bilang kalau saya menunjukkan kemaluan saya kepada mereka,” ujar Zuan.

“Kalau saya keluar cuma pake handuk di lingkungan rumah saya, itu kan hal yang wajar. Saya pun gak pernah merasa ada melecehkan siapa pun. Kepling ngakunya menerima informasi terkait hal itu dari warga sekitar bernama Bambang. Saya gak terima diperlakukan seperti ini. Anak saya sampai saat ini masih trauma,” sambungnya.

Namun, warga yang terlanjur geram dengan tuduhan yang beredar, mereka mendesak agar Zuan diusir dari kontrakannya.

Dua hari kemudian, Zuan pun meninggalkan rumah kontrakannya dan pindah ke Kota Binjai. Pengamen Langkat ini merasa malu dengan tuduhan yang diarahkan kepadanya dan enggan ngamen di Kota Stabat. (rsy/sumutterkini.com)

Berita Terkait

Bapaslon Perseorangan di Kota Binjai ke PTUN dan Laporkan Oknum KPU ke DKPP
Ini Daftar Tarif Jalan Tol Binjai-Langsa dan Penyesuaian Tarif Tol Binjai-Stabat
Tol Binjai-Langsa Seksi Stabat-Tanjung Pura Segera Bertarif, Tol Binjai-Stabat Penyesuaian Tarif
Proses Coklit di Kota Binjai, KPU Sebut Sudah Capai 80 Persen
Jaksa Langsung Kasasi Pasca Eks Bupati Langkat Terbit Rencana Divonis Bebas
Kepala UPT Puskesmas Desa Lama Bantah Pungli dan Tertibkan Pengisian SKP
Golkar Sumut Beri Sinyal Dukung Tengku Rizki Alisyahbana Maju Calon Wali Kota Binjai
Anak yang Aniaya Ibu Kandung Hingga Berdarah, Berakhir Damai di Polres Langkat

Berita Terkait

Sabtu, 13 Juli 2024 - 21:42 WIB

Bapaslon Perseorangan di Kota Binjai ke PTUN dan Laporkan Oknum KPU ke DKPP

Jumat, 12 Juli 2024 - 21:34 WIB

Ini Daftar Tarif Jalan Tol Binjai-Langsa dan Penyesuaian Tarif Tol Binjai-Stabat

Jumat, 12 Juli 2024 - 21:04 WIB

Tol Binjai-Langsa Seksi Stabat-Tanjung Pura Segera Bertarif, Tol Binjai-Stabat Penyesuaian Tarif

Selasa, 9 Juli 2024 - 17:08 WIB

Polisi Akhirnya Mediasi Warga dan Pengamen di Langkat yang Dituding Lakukan Pelecehan

Selasa, 9 Juli 2024 - 15:15 WIB

Proses Coklit di Kota Binjai, KPU Sebut Sudah Capai 80 Persen

Selasa, 9 Juli 2024 - 15:07 WIB

Jaksa Langsung Kasasi Pasca Eks Bupati Langkat Terbit Rencana Divonis Bebas

Minggu, 7 Juli 2024 - 11:27 WIB

Kepala UPT Puskesmas Desa Lama Bantah Pungli dan Tertibkan Pengisian SKP

Jumat, 5 Juli 2024 - 21:53 WIB

Golkar Sumut Beri Sinyal Dukung Tengku Rizki Alisyahbana Maju Calon Wali Kota Binjai

Berita Terbaru