Petani di Lampung Tewas Diduga Diterkam Harimau

- Wartawan

Jumat, 9 Februari 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi harimau menerkam manusia.

Ilustrasi harimau menerkam manusia.

Sumutterkini.com, LAMPUNG – Seorang petani ditemukan tewas dengan luka cakar dan gigitan di sekujur tubuh saat berkebun. Diduga korban diterkam Harimau Sumatera (Panthera tigris sumatrae).

Peristiwa ini terjadi di Pekon (desa) Sumber Agung, Kecamatan Suoh, Kabupaten Lampung Barat pada Kamis (8/2/2024).

Kapolsek Suoh Inspektur Satu (Iptu) Edward Panjaitan membenarkan ada seorang warga ditemukan tewas dengan luka cakar binatang buas.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Korban bernama Gunarso (47) seorang petani warga Dusun Sumber Agung II.

“Benar, korban kita evakuasi tadi malam. Saat ditemukan telah meninggal dunia,” kata Edward, dikutip Kompas.com, Jumat (9/2/2024).

Edward mengatakan korban dievakuasi dari areal perkebunannya sekitar pukul 22.30 WIB dan langsung dilakukan visum di puskesmas. Hasil visum menunjukkan korban diduga telah meninggal dunia sekitar 7 jam sebelum ditemukan.

Baca Juga  Chery Rakit Omoda 5 EV di Indonesia Mulai Desember 2023

Kemudian terlihat beberapa luka cakar dan gigitan di sekujur tubuhnya.

“Diduga korban meninggal dunia akibat diterkam binatang buas harimau,” kata Edward.

Dari keterangan keluarga, diketahui korban pamit pergi ke kebun pada Kamis pagi sekitar pukul 08.30 WIB menggunakan sepeda motor.

Namun hingga sore hari korban tidak kunjung pulang ke rumah. Sehingga adik korban menyusulnya ke kebun. Sekitar 200 meter dari areal perkebunan, ditemukan sepeda motor, sepatu dan golok milik korban.

Merasa takut, adik korban pulang dan melaporkan hal itu ke aparat desa dan Polsek Suoh. Anggota kepolisian dan warga desa lalu melakukan pencarian korban.

Setelah sekitar 4 jam dicari, korban ditemukan dalam keadaan meninggal dunia dengan luka di sekujur tubuh. Terkait hal ini, Edward mengimbau kepada masyarakat untuk waspada dan tidak pergi sendirian saat berkebun. (rsy/sumutterkini.com)

Berita Terkait

Pencegahan Kekerasan Terhadap Anak Menuntut Keseriusan Semua Pihak
Mayat Terbungkus Kain dan Lakban di Hotel Cianjur, Polisi Amankan 10 Lembar Uang Singapura
Diduga Sopir Mengantuk, Mobil Sigra Tabrak Pohon dan 1 Orang Tewas
210.944 Tiket KA untuk H-3 Lebaran 2024 Laku Terjual
Yusril : Hak Angket Dugaan Kecurangan Pemilu Bisa Berujung Kekacauan
Farid Pemilik Wajah Mirip Gibran Rakabuming Viral, Sehari-hari Jual Baju
Sempat Pingsan di TPS, Ade Lestari PTPS di Kota Binjai Meninggal Dunia
Akibat Angin Puting Beliung di Kabupaten Bandung Sebabkan 493 Rumah Rusak

Berita Terkait

Jumat, 23 Februari 2024 - 19:28 WIB

Pencegahan Kekerasan Terhadap Anak Menuntut Keseriusan Semua Pihak

Jumat, 23 Februari 2024 - 18:51 WIB

Mayat Terbungkus Kain dan Lakban di Hotel Cianjur, Polisi Amankan 10 Lembar Uang Singapura

Jumat, 23 Februari 2024 - 18:44 WIB

Diduga Sopir Mengantuk, Mobil Sigra Tabrak Pohon dan 1 Orang Tewas

Jumat, 23 Februari 2024 - 18:15 WIB

210.944 Tiket KA untuk H-3 Lebaran 2024 Laku Terjual

Jumat, 23 Februari 2024 - 17:42 WIB

Yusril : Hak Angket Dugaan Kecurangan Pemilu Bisa Berujung Kekacauan

Jumat, 23 Februari 2024 - 17:35 WIB

Farid Pemilik Wajah Mirip Gibran Rakabuming Viral, Sehari-hari Jual Baju

Jumat, 23 Februari 2024 - 17:20 WIB

Sempat Pingsan di TPS, Ade Lestari PTPS di Kota Binjai Meninggal Dunia

Jumat, 23 Februari 2024 - 10:32 WIB

Akibat Angin Puting Beliung di Kabupaten Bandung Sebabkan 493 Rumah Rusak

Berita Terbaru