Penjelasan KPU Langkat, Soal Anggota KPPS Cuma Terima Uang Rp 50 ribu Usai Bimtek

- Wartawan

Rabu, 31 Januari 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kantor KPU Langkat, yang berada di Kecamatan Stabat, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara.

Kantor KPU Langkat, yang berada di Kecamatan Stabat, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara.

Sumutterkini.com, LANGKATSekretariat KPU Langkat angkat bicara atau membeberkan alasan bantuan transport cuma hanya senilai Rp 50 ribu yang diterima oleh anggota Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) usai menggelar bimbingan teknis (bimtek).

Tak hanya itu, Sekretaris KPU Langkat, Cut Cinta Dewi mengatakan, pelantikan dan bimtek bukan digelar oleh pihaknya.

Cut mengaku jika pelantikan dan bimtek anggota KPPS digelar oleh sekretariat PPS disetiap wilayah.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Kegiatan (pelantikan dan bimtek) dilaksanakan di lokasi awal, di aula desa masing-masing dan pelaksanaan kegiatan itu dipegang oleh PPS setempat,” ujar Cut, Rabu (31/1/2024).

Lanjut Cut, ia mengakui memang usai mengikuti bimtek, anggota KPPS menerima honor bantuan transport sebesar Rp 50 ribu.

Alasan Rp 50 ribu bantuan transport yang diberikan, karena digelar di masing-masing desa atau kelurahan.

“Kalau Deliserdang, mereka gelar di sebuah tempat yang membutuhkan waktu dan jarak tempuh. Makanya dapat lebih dari Rp 50 ribu,” saut Ketua KPU Langkat, Sopian Sitepu di tempat yang sama.

Keputusan pelantikan dan bimtek digelar oleh Sekretariat PPS atas keputusan bersama melalui rapat pleno.

“Semua dikelola oleh Sekretariat PPS (panitia pemungutan suara) untuk seluruhnya (pelantikan dan bimtek KPPS),” sambung Cut.

Terkait bantuan transport Rp 50 ribu yang harus menunggu 14 hari, Cut menegaskan, hal tersebut segera terealisasi.

“Hari ini kami distribusikan ke Sekretariat PPK dan PPS untuk dibagikan kepada KPPS,” kata Cut.

“Jadi kalau ada yang bilang 14 hari itu, dari kami tidak ada mengatakan itu. Kami berusaha mempercepat (pencairan),” ujar Cut.

Sebelumnya, anggota Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) di Kabupaten Langkat mengeluhkan honor uang pengganti transport sebesar Rp 50 ribu tidak langsung cair usai mengikuti bimbingan teknis (bimtek).

Baca Juga  TNI-Polri Amankan Belasan Pelajar yang Hendak Perang di Kota Binjai, Samurai dan Celurit Disita

Ironisnya, peristiwa ini diduga terjadi terhadap seluruh anggota KPPS di Kabupaten Langkat.

Artinya ribuan anggota KPPS di Langkat yang mengikuti bimtek usai pelantikan, mengeluhkan honor uang pengganti transport yang tidak cair tersebut.

Bahkan mereka juga heran kenapa honor uang pengganti transport ini tidak langsung cair.

Salahsatunya peserta bimtek asal Kecamatan Selesai, Kabupaten Langkat yang menolak identitas tidak disebutkan. Peserta ini mengherankan, honor uang pengganti transport tidak langsung cair.

“Kami di Kecamatan Selesai tidak langsung cair uang pengganti transport. Heran kami, dan makin heran lagi dengan nominalnya,” kata sumber, Senin (29/1/2024).

Dia kemudian membandingkan dengan daerah tetangga, Kota Binjai. Kata dia, peserta KPPS di Binjai yang mengikuti bimtek langsung menerima honor uang pengganti transport tersebut.

“Bisa pula kami enggak langsung terima uang pengganti transport. Beda sama Binjai yang sudah terima mereka setelah mengikuti bimtek,” katanya.

Dia menjelaskan, bimtek yang dilalui anggota KPPS untuk Kecamatan Selesai digelar pada waktu terpisah. Mereka dibagi dalam masing-masing desa yang di Kecamatan Selesai.

Lokasi bimtek digelar di Jambur Serbaguna Desa Tanjung Merahe, Kecamatan Selesai, Langkat. Sumber menambahkan, peserta KPPS sempat menyoal hal tersebut kepada Panitia Pemungutan Suara (PPS) terkait uang pengganti transport yang tidak langsung cair.

Namun, jawaban yang mereka terima tidak memuaskan.

“Bisa pula kami harus nunggu 14 hari setelah kegiatan (bimtek), baru dikasih uang pengganti transport tersebut. Mau heran, tapi beginilah Langkat,” serunya. (rsy/sumutterkini.com)

Berita Terkait

Prabowo Bakal Batasi Penerima Subsidi BBM dan Elpiji, Demi Program Makan Siang Gratis
Jangan Khawatir, Gini Cara Refund Tiket Konser Super Junior-L.S.S di Jakarta yang Batal
Jumat Berkah: Polsek Kampung Rakyat Bagikan Nasi Bungkus Kepada Masyarakat
Toyota Rush Setop Dijual di Malaysia, Bagaimana Nasib di Indonesia?
Survei Litbang “Kompas” : Mayoritas Responden Tak Berubah Pilihannya Usai Menonton Debat Pilpres
Hasil Liga Inggris : Kekalahan ke-8 Manchester United Usai Dibenam West Ham United 2-0
Propam Polres Langkat Periksa Anggotanya yang Diduga Pelaku Pembalak Liar Pohon Jati di Lahan Eks HGU PTPN II
Warga Apresiasi Perobohan Diskotek Key Garden, Pak Uda : Doa Ibu-Ibu Dikabulkan Allah SWT

Berita Terkait

Jumat, 16 Februari 2024 - 18:39 WIB

Prabowo Bakal Batasi Penerima Subsidi BBM dan Elpiji, Demi Program Makan Siang Gratis

Kamis, 8 Februari 2024 - 23:17 WIB

Jangan Khawatir, Gini Cara Refund Tiket Konser Super Junior-L.S.S di Jakarta yang Batal

Rabu, 31 Januari 2024 - 19:47 WIB

Penjelasan KPU Langkat, Soal Anggota KPPS Cuma Terima Uang Rp 50 ribu Usai Bimtek

Jumat, 19 Januari 2024 - 20:54 WIB

Jumat Berkah: Polsek Kampung Rakyat Bagikan Nasi Bungkus Kepada Masyarakat

Selasa, 9 Januari 2024 - 23:18 WIB

Toyota Rush Setop Dijual di Malaysia, Bagaimana Nasib di Indonesia?

Sabtu, 23 Desember 2023 - 23:37 WIB

Survei Litbang “Kompas” : Mayoritas Responden Tak Berubah Pilihannya Usai Menonton Debat Pilpres

Sabtu, 23 Desember 2023 - 22:39 WIB

Hasil Liga Inggris : Kekalahan ke-8 Manchester United Usai Dibenam West Ham United 2-0

Jumat, 22 Desember 2023 - 21:18 WIB

Propam Polres Langkat Periksa Anggotanya yang Diduga Pelaku Pembalak Liar Pohon Jati di Lahan Eks HGU PTPN II

Berita Terbaru