Pemerintah Dianggap Tak Pernah Berhasil Kendalikan Pasokan dan Harga Pangan Jelang Lebaran

- Wartawan

Kamis, 28 Maret 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pemerintah Dianggap Tak Pernah Berhasil Kendalikan Pasokan dan Harga Pangan Jelang Lebaran. (Foto: istimewa)

Pemerintah Dianggap Tak Pernah Berhasil Kendalikan Pasokan dan Harga Pangan Jelang Lebaran. (Foto: istimewa)

Pemerintah Dianggap Tak Pernah Berhasil Kendalikan Pasokan dan Harga Pangan Jelang Lebaran

Sumutterkini.com, JAKARTA – Ketidakstabilan harga sejumlah komoditas pangan terutama kenaikan harga selama Ramadan dan menjelang Lebaran merupakan persoalan kronis yang tidak pernah berhasil diatasi pemerintah.

Menurut Anggota Komisi VI DPR Amin Ak, faktor utamanya karena kendali atas komoditas pangan, riilnya tidak ditangan pemerintah.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Sebelumnya Menteri Perdagangan, menyebut pemerintah tidak bisa menjamin harga pangan akan turun.

Menurut Amin, tata niaga pangan yang buruk dan dikuasai segelintir ‘pemain’ merupakan akar permasalahan yang tidak secara serius diselesaikan pemerintah. Tata niaga komoditas pangan dikendalikan oleh mereka yang kerap disebut sebagai mafia pangan.

Komoditas beras misalnya, meskipun pemerintah sudah mengimpor beras secara besar-besaran, faktanya harga beras tetap saja mahal. Demikian juga dengan komoditas lainnya seperti gula, daging, dan bawang putih.

Baca Juga  Kapolri Beri Atensi Khusus Kemanan Jelang Ramadan

“Karena pasokan komoditas pangan dikuasai mafia, maka saat permintaan tinggi, sesuai hukum ekonomi harga pun dipastikan melambung tinggi,” kata Amin Ak, Kamis (28/3/2024).

Menurut Amin, reformasi tata niaga pangan itu bukan masalah mampu atau tidak. Namun mau atau tidak pemerintah lakukan Reformasi.

“Kalau iya, ayo dong fight tertibkan mafia pangan dan tata niaga pangan untuk menjamin terlayaninya kebutuhan perut rakyat,” tegasnya.

Komoditas pangan, lanjut Amin, merupakan komoditas strategis karena menyangkut hajat hidup orang banyak dan merupakan kebutuhan sehari-hari.

Karena itu penanganannya harus lintas sektoral. Dan kronisnya persoalan pangan menunjukkan betapa lemahnya koordinasi antar kementerian dan kondisi itu terus berulang.

(cw2/Sumutterkini.com)

Penulis : Cw2

Editor : Winata

Berita Terkait

Kritik Kenaikan Harga Minyak Goreng, Peneliti: Daya Beli Masyarakat Sedang Sangat Lemah
Awali Pekan, Harga Emas Antam Naik ke Rp1.360.000 Per Gram
Harga Emas Antam Lanjut Naik ke Rp1.355.000 Per Gram, Perak Rp16.540
Harga Emas Antam Naik Rp7.000 ke Rp1.349.000 Per Gram
Harga Emas Antam Turun Tipis ke Rp1.342.000 Per Gram
Harga Emas Antam Berkilau ke Rp1.347.000 Per Gram Diakhir Pekan Ini
Harga Emas Antam Lanjut Naik ke Rp1.338.000 Per Gram, Perak Terkoreksi
Harga Emas Antam Lanjut Naik ke Level Rp1.330.000 Per Gram

Berita Terkait

Selasa, 25 Juni 2024 - 09:43 WIB

Kritik Kenaikan Harga Minyak Goreng, Peneliti: Daya Beli Masyarakat Sedang Sangat Lemah

Senin, 24 Juni 2024 - 10:13 WIB

Awali Pekan, Harga Emas Antam Naik ke Rp1.360.000 Per Gram

Kamis, 20 Juni 2024 - 11:22 WIB

Harga Emas Antam Lanjut Naik ke Rp1.355.000 Per Gram, Perak Rp16.540

Rabu, 19 Juni 2024 - 10:32 WIB

Harga Emas Antam Naik Rp7.000 ke Rp1.349.000 Per Gram

Selasa, 18 Juni 2024 - 09:30 WIB

Harga Emas Antam Turun Tipis ke Rp1.342.000 Per Gram

Sabtu, 15 Juni 2024 - 11:33 WIB

Harga Emas Antam Berkilau ke Rp1.347.000 Per Gram Diakhir Pekan Ini

Rabu, 12 Juni 2024 - 10:18 WIB

Harga Emas Antam Lanjut Naik ke Rp1.338.000 Per Gram, Perak Terkoreksi

Selasa, 11 Juni 2024 - 12:14 WIB

Harga Emas Antam Lanjut Naik ke Level Rp1.330.000 Per Gram

Berita Terbaru