Pasca Didata UNHCR, Ternyata Sebanyak 62 Pengungsi Rohingya Masuk ke Langkat

- Wartawan

Selasa, 28 Mei 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Para pengungsi Rohingya berada di dalam Gedung Nasional, Kelurahan Pekan Tanjung Pura, Kecamatan Tanjung Pura, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara, Selasa (28/5/2024).

Para pengungsi Rohingya berada di dalam Gedung Nasional, Kelurahan Pekan Tanjung Pura, Kecamatan Tanjung Pura, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara, Selasa (28/5/2024).

Sumutterkini.com, LANGKAT – Puluhan pengungsi Rohingya yang berada di Kecamatan Tanjung Pura, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara, berjumlah sebanyak 62 orang.

Mulanya para pengungsi yang berasal dari Myanmar ini, dikabarkan masuk ke perairan Kabupaten Langkat, tepatnya di Desa Kwala Langkat, berjumlah 51 orang, pada Rabu (22/5/2024) pagi.

Tenyata ada 11 orang pengungsi Rohingya lainnya yang tiba di Kantor Camat Tanjung Pura pada, Kamis (23/5/2024) malam.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Artinya ada sebanyak 62 orang pengungsi Rohingya yang masuk ke Kecamatan Tanjung Pura. Semuanya saat ini sudah dikumpulkan menjadi satu di Gedung Nasional yang berada di Kecamatan Tanjung Pura.

“Para pengungsi Rohingnya ini kemari sejak hari Jumat sekitar pukul 16.00 WIB dari Kwala Langkat sebanyak 51 orang, malam sebelumnya ada 11 orang juga yang datang ke Kantor Camat Tanjung Pura, dibawa oleh maysarakat Desa Kwala Langkat,” ujar Lurah Pekan Tanjung Pura, Suwanto, Selasa (28/5/2024).

Lanjut Suwanto, ia mengaku tak mengetahui puluhan pengungsi ini datang berasal dari negara mana.

“Tapi ketika mereka dikumpulkan, ada anak dan bapaknya bertemu, informasi yang kita dapat mereka enggak satu kapal,” ujar Suwanto.

“Dari Desa Kwala Langkat pindah kemari kurang paham, tapi informasi yang kita dapat dari pimpinan, masyarakat Desa Kwala Langkat tidak menerima sehingga diantarkan ke kecamatan. Di kecamatan ini lah ada gedung yang kosong yang namanya Gedung Nasional, maka sama pimpinan diletakkan di sini sementara. Dan kita pihak kelurahan disuruh membantu,” sambungnya.

Baca Juga  Piala AFF U16 : Filipina Kalah Telak 0-3 Lawan Indonesia

Suwanto menambahkan pemerintah setempat saat ini hanya berusaha memfasilitasi para pengungsi Rohingya.

“Namun bantuan material tidak ada, tapi secara moril kita sudah membantu gimana supaya mereka sementara berada di sini,” ujar Suwanto.

Ada hal yang menarik, amatan wartawan kali ini pengungsi Rohingya memakai gelang warna kuning.

“Semalam ada tim UNHCR yang datang kemari, mereka mendata satu persatu pengungsi rohingya ini. Kemudian mereka di kasih gelang, jadi kalau secara simbolis menurut kami, inilah pengungsi-pengungsi yang sudah di data UNHCR,” ujar Suwanto.

Disinggung sampai kapan para pengungsi Rohingnya ini berada di Gedung Nasional, Suwanto mengatakan masih menunggu perintah pimpinannya.

“Artinya sepanjang mereka di sini, kita berusaha bagimana caranya mereka pengungsi Rohingya tidak menjadi masalah sama kita,” ujar Suwanto.

Sedangkan itu, selama berada di Gedung Nasional, puluhan pengungsi Rohingya mendapat penjagaan ketat oleh pihak kepolisian, TNI, Satpol PP, kecamatan, dan kelurahan.

“Kalau keluar gedung, ketika mereka mengambil wudhu,” ucap Suwanto.

Meski begitu Suwanto tak menampik, tenyata masyarakat Kelurahan Tanjung Pura sudah komplain atas keberadaan pengungsi Rohingya.

“Banyak masyarakat yang sudah komplain dengan kedatangan mereka di sini, karena ada hal-hal yang ditakutkan mengganggu aktivitas masyarakat. Sampai sejauh ini banyak masyatakat yang tak suka adanya keberadaan rohingya di sini. Cuma masih bercerita secara pribadi,” tutup Suwanto. (rsy/sumutterkini.com)

Berita Terkait

Bantu Evakuasi Warga Gaza, Prabowo Sebut Diperintah Jokowi
Iran Buka Pendaftaran Capres Usai Wafatnya Raisi, Berikut Syaratnya
Serangan Israel di kamp pengungsi Rafah, Lebih dari 30 Orang Dilaporkan Tewas
Ditembak Tank-nya Sendiri di Gaza Utara, 5 Tentara Israel Tewas
Polda Sumut Diperkenalkan Teknologi SAR Penyelamatan Wisatawan dari Polisi Pariwisata Kanada
Polisi Pariwisata Polda Sumut kembali Kunjungi Royal Canadian Mounted Police
Israel Serang Lebanon, Hezbollah Balas Luncurkan Puluhan Roket
Kepala Hamas Tuduh PM Israel Sabotase Perundingan Gencatan Senjata

Berita Terkait

Sabtu, 1 Juni 2024 - 20:27 WIB

Bantu Evakuasi Warga Gaza, Prabowo Sebut Diperintah Jokowi

Jumat, 31 Mei 2024 - 19:35 WIB

Iran Buka Pendaftaran Capres Usai Wafatnya Raisi, Berikut Syaratnya

Selasa, 28 Mei 2024 - 19:36 WIB

Pasca Didata UNHCR, Ternyata Sebanyak 62 Pengungsi Rohingya Masuk ke Langkat

Senin, 27 Mei 2024 - 11:11 WIB

Serangan Israel di kamp pengungsi Rafah, Lebih dari 30 Orang Dilaporkan Tewas

Kamis, 16 Mei 2024 - 22:52 WIB

Ditembak Tank-nya Sendiri di Gaza Utara, 5 Tentara Israel Tewas

Kamis, 9 Mei 2024 - 17:11 WIB

Polda Sumut Diperkenalkan Teknologi SAR Penyelamatan Wisatawan dari Polisi Pariwisata Kanada

Rabu, 8 Mei 2024 - 18:05 WIB

Polisi Pariwisata Polda Sumut kembali Kunjungi Royal Canadian Mounted Police

Minggu, 5 Mei 2024 - 22:25 WIB

Israel Serang Lebanon, Hezbollah Balas Luncurkan Puluhan Roket

Berita Terbaru