Paman di Banyuwangi Perkosa Keponakan, Mulut Dibekap dan Diberi Uang Rp 40.000

- Wartawan

Selasa, 23 Januari 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi pencabulan.

Ilustrasi pencabulan.

Sumutterkini.com, JAWA TIMUR – Seorang gadis berusia 12 tahun diperkosa pria berinisial RS di Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur.

Ironisnya, RS merupakan paman korban. Pria 48 tahun itu tega melakukan tindak asusila kepada keponakannya. Sebelum diperkosa, mulut korban dibekap. Setelah itu, dia dibawa ke sebuah rumah kosong untuk dirudapaksa.

“Benar, pelaku melakukan perbuatan itu pada Jumat (19/1/2024),” kata Kapolsek Purwoharjo, AKP Budi Hermawan, Selasa (23/1/2024).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Budi mengatakan, motif pelaku melancarkan aksinya tersebut dengan cara memanggil korban dan mengiming-imingi uang.

“Korban yang masih polos itu senang dan mengamini panggilan sang paman,” ujar Budi.

Namun tak disangka, korban ternyata dibawa ke sebuah rumah kosong. Di sana mulut korban dibekap, setelah itu langsung diperkosa.

Tak merasa bersalah, RS kemudian memberi uang kepada korban senilai Rp 40.000 untuk tutup mulut.

“Korban juga diancam untuk tidak memberitahukan atau menceritakan kepada siapa pun,” ujar Budi.

Korban yang merasa ketakutan dan trauma atas perbuatan pamannya itu, memilih bercerita kepada orang tuanya. Mendengar cerita anaknya, orang tua korban tidak terima.

Baca Juga  TAMAT ! Sampai Jumpa di Liga 2 2024/2025 PSMS Medan

Mereka melapor ke Polsek Purwoharjo. Atas laporan itu, aparat kemudian bergerak cepat menangkap pelaku.

“Terduga pelaku saat ini sudah kami amankan. Kami masih mendalami dan telah melakukan visum kepada korban,” ungkap Budi. Setelah dilakukan penyelidikan, terungkap bahwa pelaku selama ini ditinggal istrinya bekerja ke luar negeri. Diduga itu jadi alasan terduga pelaku nekat memperkosa keponakannya,” ujar Budi.

Polisi telah mengamankan sejumlah barang bukti berupa pakaian terduga pelaku dan korban, sprei dan uang tunai senilai Rp 40.000.

Atas perbuatannya, terduga pelaku diancam dijerat dengan 76 D Jo 81 Ayat 1,2, dan 3 atau pasal 76 E Jo 82 Ayat 1,2, dan 3 UU Republik Indonesia No. 17 tahun 2016 tentang penetapan peraturan pemerintah pengganti undang-undang nomor 1 tahun 2016 tentang perubahan ke-2 atas undang-undang nomor 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak pengganti undang-undang. (rsy/sumutterkini.com)

Berita Terkait

Ketua KPU RI Dipecat Kasus Asusila, DKPP Sebut Hasyim Asy’ari Ubah PKPU Agar Dekati Korban
BKKBN Sumut Raih Juara Favorit Tingkat Nasional Kategori PLKB Non ASN 
BNPB: 50 Hektar Lahan di Gunung Bromo Terbakar
Banjir di Landa Parigi Moutong, Satu Tewas dan Dua Hilang
Buronan Harun Masiku, Eks Penyidik Ingatkan KPK Jangan Terlalu Umbar Informasi ke Publik
Ditjenpas Luncurkan Standar dan Modul Perlakuan Anak Kasus Terorisme
Hotman Paris Sebut Ada Kemungkinan Pegi Diputus Tak Bersalah di Kasus Vina
Kasus Peredaran Senpi Ilegal di Jayapura, Oknum PNS di Papua Ditangkap

Berita Terkait

Rabu, 3 Juli 2024 - 22:48 WIB

Ketua KPU RI Dipecat Kasus Asusila, DKPP Sebut Hasyim Asy’ari Ubah PKPU Agar Dekati Korban

Sabtu, 29 Juni 2024 - 13:16 WIB

BKKBN Sumut Raih Juara Favorit Tingkat Nasional Kategori PLKB Non ASN 

Senin, 24 Juni 2024 - 09:57 WIB

BNPB: 50 Hektar Lahan di Gunung Bromo Terbakar

Minggu, 23 Juni 2024 - 13:13 WIB

Banjir di Landa Parigi Moutong, Satu Tewas dan Dua Hilang

Rabu, 19 Juni 2024 - 23:10 WIB

Buronan Harun Masiku, Eks Penyidik Ingatkan KPK Jangan Terlalu Umbar Informasi ke Publik

Rabu, 12 Juni 2024 - 19:48 WIB

Ditjenpas Luncurkan Standar dan Modul Perlakuan Anak Kasus Terorisme

Selasa, 11 Juni 2024 - 23:04 WIB

Hotman Paris Sebut Ada Kemungkinan Pegi Diputus Tak Bersalah di Kasus Vina

Minggu, 9 Juni 2024 - 12:44 WIB

Kasus Peredaran Senpi Ilegal di Jayapura, Oknum PNS di Papua Ditangkap

Berita Terbaru