Merasa Tak Disayang Lagi, Suami Bacok Istri yang Sedang Hamil di Banyuasin

- Wartawan

Rabu, 7 Februari 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kondisi Sindri Anggraini (27) ibu hamil yang dibacok suaminya di Banyuasin, Sumatera Selatan saat menjalani perawatan di rumah sakit.(dokumentasi Polisi)

Kondisi Sindri Anggraini (27) ibu hamil yang dibacok suaminya di Banyuasin, Sumatera Selatan saat menjalani perawatan di rumah sakit.(dokumentasi Polisi)

Sumutterkini.com, SUMSEL – Seorang suami di Kabupaten Banyuasin, Sumatera Selatan, bernama Sandi (27) nekat membacok istrinya yang sedang hamil, Sindri Anggraini (27).

Akibatnya, Sandi mendekam di sel tahanan Polres Banyuasin, setelah sebelumnya ditangkap warga. Kasat Reskrim Polres Banyuasin, AKP Kurniawan Ashar mengatakan, pembacokan berlangsung Selasa (6/2/2024) di Desa Terentang, Kecamatan Banyuasin III, Banyuasin, Sumatera Selatan.

Mulanya, pelaku Sandi duduk melamun dan berpikir ia tak lagi disayang Sindri. Pikiran itu makin menjadi-jadi sehingga membuatnya emosi dan menghampiri korban yang ketika itu sedang tidur di ruang tamu.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Tanpa diduga pelaku ini ternyata menyerang korban dengan parang dan membacok kepala istrinya itu,” kata Kurniawan dikutip Kompas.com, Rabu (7/2/2024).

Baca Juga  IRT yang Buang Bayinya di Hutan Ditetapkan Tersangka dan Ditahan

Serangan membabi buta tersebut membuat Sindri berteriak minta tolong. Warga sekitar berdatangan dan melihat kondisi korban berlumuran darah.

“Pelaku juga diamankan warga di lokasi kejadian kemudian anggota datang untuk menjemputnya,” ujar Kasat.

Polisi sempat melakukan tes urine kepada pelaku lantaran sempat disebut bahwa penyerangan itu dilatar belakangi narkoba. Namun, hasil tes urine pelaku negatif narkoba.

“Motifnya sejauh ini karena merasa tidak disayang istrinya lagi, sehingga ia nekat melakukan aksi tersebut,” ungkap Kurniawan.

Atas perbuatannya, Sandi dikenakan pasal 44 UU KDRT No 23 Tahun 2004 tentang Penghapusan Kekerasan dalam Rumah Tangga dengan ancaman hukuman penjara lima tahun. (rsy/sumutterkini.com)

Berita Terkait

Konflik Iran-Israel, Kemenaker Pantau Situasi di Timur Tengah
50.000 Warga di Lebong Bengkulu Terendam Banjir, 2 Kecamatan Terisolasi
Usai Lebaran, AHY Keliling Indonesia Bereskan Kasus Mafia Tanah
H+6 Lebaran, Stasiun Pasar Senen Masih Dipadati Pemudik yang Baru Mau Pulang Kampung
Menteri ESDM Jelaskan Dampak Konflik Iran-Israel ke Harga BBM, Bisa Naik Luar Biasa
Jumlah Korban Tewas Tanah Longsor di Tana Toraja jadi 20 Orang
Tewas Kecelakaan di Tol Cipali, Rencana Husni Jualan Sate di Jakarta Pupus
Sebelum Tewas Tenggelam di Sungai, Jabarudin Sempat Teriak Minta Tolong

Berita Terkait

Selasa, 16 April 2024 - 17:29 WIB

50.000 Warga di Lebong Bengkulu Terendam Banjir, 2 Kecamatan Terisolasi

Selasa, 16 April 2024 - 17:03 WIB

Usai Lebaran, AHY Keliling Indonesia Bereskan Kasus Mafia Tanah

Selasa, 16 April 2024 - 16:51 WIB

H+6 Lebaran, Stasiun Pasar Senen Masih Dipadati Pemudik yang Baru Mau Pulang Kampung

Selasa, 16 April 2024 - 16:39 WIB

Menteri ESDM Jelaskan Dampak Konflik Iran-Israel ke Harga BBM, Bisa Naik Luar Biasa

Selasa, 16 April 2024 - 09:12 WIB

Jumlah Korban Tewas Tanah Longsor di Tana Toraja jadi 20 Orang

Senin, 15 April 2024 - 22:18 WIB

Tewas Kecelakaan di Tol Cipali, Rencana Husni Jualan Sate di Jakarta Pupus

Senin, 15 April 2024 - 22:13 WIB

Sebelum Tewas Tenggelam di Sungai, Jabarudin Sempat Teriak Minta Tolong

Senin, 15 April 2024 - 22:09 WIB

RI Tak Impor Minyak dari Iran, tapi Ada Potensi Gangguan Rantai Pasok

Berita Terbaru

BPJS: Banyak Anak Baru Lahir Belum Miliki NIK. (Foto: Nusantaraterkini.co)

Medan

BPJS: Banyak Anak Baru Lahir Belum Miliki NIK

Selasa, 16 Apr 2024 - 22:15 WIB

Hari Pertama Kerja, Pegawai RSU Haji Hadir 100 Persen. (Foto: istimewa)

Berita

Hari Pertama Kerja, Pegawai RSU Haji Hadir 100 Persen

Selasa, 16 Apr 2024 - 18:59 WIB