Mendadak, Joe Biden Nyatakan Tak Mendukung Kemerdekaan Taiwan

- Wartawan

Minggu, 14 Januari 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Mendadak, Joe Biden Nyatakan Tak Mendukung Kemerdekaan Taiwan. (Foto: X/Twitter)

Mendadak, Joe Biden Nyatakan Tak Mendukung Kemerdekaan Taiwan. (Foto: X/Twitter)

Mendadak, Joe Biden Nyatakan Tak Mendukung Kemerdekaan Taiwan

Sumutterkini.com, WASHINGTON Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden mendadak menyatakan bahwa Washington tidak mendukung kemerdekaan Taiwan, Sabtu (13/1/2024).

Hal ini, saat kepulauan tersebut memilih William Lai Ching-te sebagai pemimpin selanjutnya, menurut laporan media.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Kami tidak mendukung kemerdekaan bagi Taiwan,” kata Biden kepada wartawan setelah hasil pemilihan diumumkan di Taipei dilansir dari Antara, Minggu (14/1/2024).

Komentar Biden muncul saat dia berangkat dari Gedung Putih menuju Camp David, menurut Politico.com.

Lai memimpin Parti Progresif Demokratik (DPP) yang berkuasa meraih kemenangan ketiga berturut-turut yang belum pernah terjadi sebelumnya. Wakil pemimpin Lai (64) memenangkan pemilihan dengan suara 40,1 persen.

Namun DPP kehilangan kursi di Dewan Legislatif dan memperoleh 51 kursi. Oposisi utama Kuomintang, memenangkan 52 dan delapan kursi diperoleh Partai Rakyat Taiwan.

Menteri Luar Negeri AS Antony Blinken sebelumnya mengatakan: “Kami mengucapkan selamat kepada Dr. Lai Ching-te atas kemenangannya dalam pemilihan Taiwan.

Baca Juga  Forum BRI membuka banyak potensi baru untuk ekonomi global

“Kami juga mengucapkan selamat kepada rakyat Taiwan yang berpartisipasi dalam pemilihan yang bebas dan adil serta menunjukkan kekuatan sistem demokrasi mereka.”

Namun Kementerian Luar Negeri China mengangkat “pertanyaan Taiwan” sebagai “urusan dalam negeri” negara tersebut.

“Prinsip satu China adalah landasan kokoh untuk perdamaian dan stabilitas di Selat Taiwan. Kami percaya bahwa komunitas internasional akan terus mematuhi prinsip satu China, dan memahami serta mendukung tujuan adil rakyat China dalam menentang aktivitas separatis ‘kemerdekaan Taiwan’ dan upaya untuk mencapai reunifikasi nasional,” katanya.

China menganggap Taiwan sebagai “provinsi yang memisahkan diri” namun Taipei bersikeras mempertahankan kemerdekaannya sejak tahun 1949, dan menikmati hubungan diplomatik dengan 13 negara.

Dalam pidatonya segera setelah kemenangan tersebut, Lai menyerukan “pertukaran dan kerja sama dengan China” atas dasar “martabat dan kesetaraan.”

Pemimpin terpilih tersebut berjanji untuk “mengganti konfrontasi dengan dialog.”

(cw2/Sumutterkini.com)

Penulis : Cw2

Editor : Winata

Sumber Berita : Antara

Berita Terkait

Fadli Zon Ajak Parlemen Se-Asia Dukung Keadilan bagi Rakyat Palestina
Iran Tuntut Israel Dikeluarkan dari PBB
Usai Didiagnosis Kanker, Raja Charles Sampaikan Pernyataan Perdananya
Warga Indonesia di Jepang Lakukan Pencoblosan Hari Ini
Menkes Dorong Dunia Percepat Penyediaan Vaksin TBC Baru
Kisah Kecelakaan Mobil yang Dialami The Beatles Saat Awal Karir Jadi Mantra Kesuksesan
Polisi Masukan Aktivis Perempuan Pro Demokrasi Hong Kong Agnes Chow Sebagai DPO
Mantan Pejabat Trump Tewas Ditembak Kepalanya

Berita Terkait

Minggu, 11 Februari 2024 - 22:57 WIB

Iran Tuntut Israel Dikeluarkan dari PBB

Minggu, 11 Februari 2024 - 17:37 WIB

Usai Didiagnosis Kanker, Raja Charles Sampaikan Pernyataan Perdananya

Minggu, 11 Februari 2024 - 11:45 WIB

Warga Indonesia di Jepang Lakukan Pencoblosan Hari Ini

Minggu, 11 Februari 2024 - 10:00 WIB

Menkes Dorong Dunia Percepat Penyediaan Vaksin TBC Baru

Jumat, 9 Februari 2024 - 20:51 WIB

Kisah Kecelakaan Mobil yang Dialami The Beatles Saat Awal Karir Jadi Mantra Kesuksesan

Rabu, 7 Februari 2024 - 22:10 WIB

Polisi Masukan Aktivis Perempuan Pro Demokrasi Hong Kong Agnes Chow Sebagai DPO

Senin, 5 Februari 2024 - 19:39 WIB

Mantan Pejabat Trump Tewas Ditembak Kepalanya

Minggu, 4 Februari 2024 - 23:44 WIB

Baku Tembak di Perbatasan Myanmar-Bangladesh, Penjaga Lari Cari Perlindungan

Berita Terbaru