Masalah Gangguan Jantung di Sumut Capai 9.228 Kasus Sepanjang 2023

- Wartawan

Jumat, 12 Januari 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Masalah Gangguan Jantung di Sumut Capai 9.228 Kasus Sepanjang 2023. (Foto: istockphoto)

Masalah Gangguan Jantung di Sumut Capai 9.228 Kasus Sepanjang 2023. (Foto: istockphoto)

Masalah Gangguan Jantung di Sumut Capai 9.228 Kasus Sepanjang 2023

Sumutterkini.com, MEDAN Sebagai salah satu penyakit paling mematikan di dunia, penyakit jantung tentunya sangat penting untuk diwaspadai.

Di Provinsi Sumatera Utara (Sumut) sendiri, penyakit kardiovaskular ini angkanya juga terbilang cukup tinggi.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kepala Dinas Kesehatan Sumut dr Alwi Mujahit Hasibuan menyampaikan, sepanjang tahun 2023, pihaknya mencatat terdapat sebanyak 9.228 kasus penyandang gangguan jantung. Jumlah terbanyak berasal dari Kota Medan, yakni mencapai 3.855 orang.

“Sedangkan terbanyak kedua adalah Pematangsiantar dengan 762 penyandang, diikuti Langkat dengan 752 penyandang, Deliserdang 551 penyandang dan Binjai 523 penyandang,” ungkapnya, Jumat (12/1/2024).

Dari jumlah tersebut, lanjut Alwi, terdapat sebanyak 4.774 kasus sebagai gagal jantung di Sumut. Jumlah terbanyaknya juga berasal dari Kota Medan dengan 2.434 penyandang, diikuti Langkat sebanyak 442 penyandang, Pematangsiantar 305 penyandang, Binjai 271 penyandang dan Deliserdang 176 penyandang.

Sementara untuk jantung koroner, jelas Alwi, di Sumut terdapat sebanyak 4.454 kasus. Terbanyak di Medan sebesar 1.421 penyandang, Pematangsiantar 457 penyandang, Deliserdang 375 penyandang, Langkat 310 penyandang dan Karo 291 penyandang.

“Untuk Binjai sendiri terdapat 252 kasus jantung koroner. Sedangkan di Karo jumlah kasus gangguan jantungnya ada 338 kasus dengan 47 kasus merupakan gagal jantung,” jelasnya.

Alwi menyebutkan, untuk daerah-daerah lain di Sumut, jumlah kasus jantungnya juga tidak boleh dianggap remeh, meskipun masih berada di bawah angka 300 kasus.

“Sedangkan daerah terendah kasus gangguan jantung di Sumut, yakni Labuhanbatu dan Nias Utara masing-masing empat kasus, serta Humbahas satu kasus,” bebernya.

Sebelumnya, Alwi menuturkan, rata-rata usia yang tergolong rentan dapat terkena penyakit kardiovaskular ini, kebanyakan adalah mereka yang masih dalam katagori usia produktif. Karena, penyakit ini termasuk sebagai penyakit tidak menular.

Baca Juga  Anggota KPPS di Langkat Ngeluh Usai Bimtek, Honor Transport Rp 50 ribu tak Langsung Cair Tunggu 14 Hari

Alwi menerangkan, faktor yang mempengaruhi penyakit kardiovaskular terbagi atas dua, yaitu faktor resiko yang tidak dapat dimodifikasi dan faktor resiko yang dapat dimodifikasi.

Dia memaparkan, faktor resiko yang dapat dimodifikasi adalah pola makan yang sehat (diet yang seimbang), kurang aktifitas fisik, merokok dan minum alkohol. Sedangkan faktor resiko yang tidak dapat dimodifikasi adalah umur, jenis kelamin, ras dan genetik.

“Jadi, kedua faktor ini sangat mempengaruhi penyakit kardiovaskular. Apabila kedua faktor ini tidak bisa dikendalikan, maka bisa menyebabkan komplikasi misalnya ke mata, ginjal, otak bahkan penyakit sumbatan ke pembuluh darah,” jelasnya.

“Karenanya kita lebih berperan pada faktor resiko yang dapat dimodifikasi untuk pencegahan terkena penyakit kardiovaskular,” sambungnya.

Dia mengatakan, gaya hidup tidak sehat sangat berpengaruh menyebabkan faktor resiko yang dapat dimodifikasi tadi. Contohnya, kurang aktivitas fisik menyebabkan penimbunan lemak yang menyebabkan menyempitnya pembuluh darah.

“Merokok dan diet yang tidak seimbang serta minum alkohol juga merupakan faktor resiko yang mempengaruhi penyakit kardiovaskular,” sebutnya.

Alwi menuturkan, gaya hidup tidak sehat akan berdampak pada kesehatan tubuh, seperti sindrom metabolik berupa sekelompok kondisi yang meningkatkan resiko penyakit jantung, stroke dan diabetes. Sindrom metabolik mencakup tekanan darah tinggi, gula darah tinggi, kelebihan lemak tubuh dan kadar kolesterol yang tidak normal.

“Jadi, faktor yang dapat dimodifikasi berpengaruh lebih dari 60 persen mempengaruhi penyakit kardiovaskular,” sebutnya.

Oleh karena itu, Alwi mengimbau kepada masyarakat untuk tetap menjalankan pola hidup sehat. Yaitu dengan cara diet yang seimbang, rajin aktivitas fisik, tidak merokok dan tidak minum alkohol.

“Kemudian sering memeriksakan kesehatannya agar nantinya lebih awal mengetahui derajat kesehatan seseorang,” pungkasnya.

(cw2/Sumutterkini.com)

Penulis : Cw2

Editor : Winata

Berita Terkait

Kemenkes: Indonesia Sehat di Masa Depan Diwujudkan dengan Transformasi Kesehatan
RS Adam Malik Kirimkan Tim Medis untuk F1 Powerboat Danau Toba
Pancaroba, Dinas Kesehatan Imbau Perbanyak Minum Air Putih Hingga Makan Buah
Sudah 30 Persen, RS Haji Kebut Keterisian Fasilitas Tower A
Nakes Hingga Staf RSUP HAM Belajar Menjadi Content Creator
Petugas Penyelanggara dan Pemilih Sakit saat Pemilu di Sumut jadi 292, Dua Meninggal Dunia
Kemenkes Upayakan Deteksi Dini Kanker Lebih Mudah dan Murah di Puskesmas
Nakes RSUP HAM Bergembira Bersama Pasien Kanker Anak saat Peringatan Childhood Cancer Day

Berita Terkait

Sabtu, 2 Maret 2024 - 11:40 WIB

Kemenkes: Indonesia Sehat di Masa Depan Diwujudkan dengan Transformasi Kesehatan

Jumat, 1 Maret 2024 - 17:41 WIB

RS Adam Malik Kirimkan Tim Medis untuk F1 Powerboat Danau Toba

Jumat, 1 Maret 2024 - 16:10 WIB

Pancaroba, Dinas Kesehatan Imbau Perbanyak Minum Air Putih Hingga Makan Buah

Kamis, 29 Februari 2024 - 15:03 WIB

Sudah 30 Persen, RS Haji Kebut Keterisian Fasilitas Tower A

Jumat, 23 Februari 2024 - 18:02 WIB

Nakes Hingga Staf RSUP HAM Belajar Menjadi Content Creator

Minggu, 18 Februari 2024 - 21:47 WIB

Petugas Penyelanggara dan Pemilih Sakit saat Pemilu di Sumut jadi 292, Dua Meninggal Dunia

Minggu, 18 Februari 2024 - 13:51 WIB

Kemenkes Upayakan Deteksi Dini Kanker Lebih Mudah dan Murah di Puskesmas

Jumat, 16 Februari 2024 - 16:13 WIB

Nakes RSUP HAM Bergembira Bersama Pasien Kanker Anak saat Peringatan Childhood Cancer Day

Berita Terbaru

Bagaimana Peluang Kursi DPR dan Caleg di Dapil Sumut I?. (Foto: istimewa)

Nasional

Bagaimana Peluang Kursi DPR dan Caleg di Dapil Sumut I?

Sabtu, 2 Mar 2024 - 20:37 WIB