Lantik Anggota KPUD, Hasyim Asy’ari Minta Pedomani Perudang-undangan

- Wartawan

Sabtu, 3 Februari 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Lantik Anggota KPUD, Hasyim Asy'ari Minta Pedomani Perudang-undangan. (Foto: Nusantaraterkini.co)

Lantik Anggota KPUD, Hasyim Asy'ari Minta Pedomani Perudang-undangan. (Foto: Nusantaraterkini.co)

Lantik Anggota KPUD, Hasyim Asy’ari Minta Pedomani Perundang-undangan

Sumutterkini.com, JAKARTA Anggota Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) di 29 kabupaten/kota dari sembilan provinsi resmi dilantik di Gedung KPU, Jakarta, Sabtu (3/2/2024).

Ketua KPU Hasyim Asy’ari memberikan sejumlah catatan kepada puluhan anggota KPUD seusai dilantik. Dia meminta agar membaca peraturan perundang-undangan yang mengatur Pemilu termasuk Undang-undang Pemilu, peraturan KPU, Bawaslu dan peraturan Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Dan jadikanlah berbagai macam ketentuan yang ada sebagai pedoman dalam kita bekerja. Sehingga kalaupun ada tekanan, ada godaan, macam-macam yang kira-kira mau mengajak menyimpang, itu kita tetap kokoh,” katanya saat menyampaikan pidato mengutip Nusantaraterkini.co.

Hasyim meminta agar seluruh anggota KPUD mengenali karakter organisasi KPU. Dia menjelaskan bahwa menurut konstitusi, KPU adalah organisasi yang bersifat nasional, tetap dan mandiri.

“Oleh karena itu di antaranya karena bersifat nasional maka konsekuensinya adalah KPU ini bersifat hierarkis dari pusat, provinsi, kabupaten/kota. Laksanakan apa saja yang ditugaskan oleh KPU pusat, jangan kemudian saudara-saudara bermain sendiri, pencak silat sendiri yang bisa menimbulkan problem,” terangnya.

Dia menegaskan anggota KPUD akan menanggung risiko sendiri ketika tidak mengikuti arahan KPU pusat. Dia mengatakan hal ini dikarenakan KPU bersifat nasional dan hierarkis.

Baca Juga  Polres Sergai Lakukan Pengecekan ke Gudang Logistik KPU

“Demikian pula kalau ada sesuatu yang tidak jelas, belum paham atau kurang yakin, jangan segan-segan untuk konsultasi kepada KPU provinsi dan pusat. Supaya nanti sebelum melangkah itu yakin dalam mengambil keputusan.

Selain itu, Hasyim meminta agar secepatnya menyesuaikan ritme kerja KPU. Dia menyebut bahwa waktu pengiriman logistik hanya tinggal 10 hari lagi menuju pemungutan suara.

“Sebagai contoh, saudara hari ini dilantik, nanti malam dua orang anggota, satu menjadi ketua dan satu lagi nanti ditugaskan menjadi divisi teknis harus sudah hadir dalam bimbingan teknis untuk rekapitulasi hasil penghitungan suara. Jadi saudara segera bekerja,” ujarnya.

Dia menekankan bahwa di dalam KPU memiliki dua komponen yaitu anggota KPU dan sekretariat KPU. Dia meminta agar kedua komponen ini harus bekerja dengan kompak dan solid.

“Karena dua unsur ini nggak bisa berjalan sendiri-sendiri. Aspek transparansi, akuntabilitas di antara anggota KPU dan sekretariat juga perlu dijaga, dipertahankan supaya kerja-kerja kita ke depan jalannya makin lancar,” pintanya.

Hasyim menambahkan bahwa KPU pusat memimpin Pemilu secara nasional baik yang diselenggarakan di dalam negeri maupun di luar negeri.

“KPU provinsi adalah pemimpin Pemilu di tingkat provinsi. Teman-teman yang baru saja dilantik ada pemimpin Pemilu di tingkat kabupaten/kota. Maka Kami berharap bekerjalah dengan sungguh-sungguh dan penuh tanggung jawab,” pungkasnya.

(cw2/Sumutterkini.com)

Penulis : Cw2

Editor : Winata

Sumber Berita : Nusantaraterkini.co

Berita Terkait

Wacana Hak Angket Kecurangan Pemilu, Pakar: Ini Sekedar Game Politik
Rosan Pastikan Prabowo-Gibran Beri Ruang Kepada Anak Muda Membangun Indonesia
Dugaan Kecurangan Pilpres 2024 Dibawa ke Ranah Hukum, Bukan Wilayah Politik
Soal Pengangkatan AHY jadi Menteri, TKN: Hak Prerogratif Presiden
AHY: Prabowo Mendorong Demokrat Berperan dalam Pemerintahan Selanjutnya
Golkar Masih Unggul, 5 Partai Bersaing di Perolehan Suara di Kota Binjai
Updated: PDI Perjuangan kokoh Dominasi Perolehan suara di Kota Medan
Partai Golkar Mendominasi di Sumatera Utara pada Pemilu 2024

Berita Terkait

Kamis, 22 Februari 2024 - 20:50 WIB

Wacana Hak Angket Kecurangan Pemilu, Pakar: Ini Sekedar Game Politik

Kamis, 22 Februari 2024 - 20:22 WIB

Rosan Pastikan Prabowo-Gibran Beri Ruang Kepada Anak Muda Membangun Indonesia

Kamis, 22 Februari 2024 - 12:59 WIB

Dugaan Kecurangan Pilpres 2024 Dibawa ke Ranah Hukum, Bukan Wilayah Politik

Kamis, 22 Februari 2024 - 09:53 WIB

Soal Pengangkatan AHY jadi Menteri, TKN: Hak Prerogratif Presiden

Rabu, 21 Februari 2024 - 18:35 WIB

AHY: Prabowo Mendorong Demokrat Berperan dalam Pemerintahan Selanjutnya

Senin, 19 Februari 2024 - 11:11 WIB

Golkar Masih Unggul, 5 Partai Bersaing di Perolehan Suara di Kota Binjai

Senin, 19 Februari 2024 - 11:01 WIB

Updated: PDI Perjuangan kokoh Dominasi Perolehan suara di Kota Medan

Senin, 19 Februari 2024 - 10:52 WIB

Partai Golkar Mendominasi di Sumatera Utara pada Pemilu 2024

Berita Terbaru

Pengembangan Desa Wisata Jangan Abaikan Kearifan Lokal. (Foto: istimewa)

Wisata

Pengembangan Desa Wisata Jangan Abaikan Kearifan Lokal

Kamis, 22 Feb 2024 - 20:11 WIB

Hasanal Mulkan, kuasa hukum dua Caleg di Empat Lawang yang mengaku bahwa adanya jual beli surat suara di TPS saat Pemilu. Temuan itupun kini sudah dilaporkan ke Bawaslu Sumatera Selatan.(KOMPAS.COM/AJI YK PUTRA)

Nasional

2 Caleg Laporkan Dugaan Adanya Jual Beli Suara di Sumsel

Kamis, 22 Feb 2024 - 19:51 WIB

IKRAR SETIA NKRI- Hamrudin, narapidana terorisme (napiter) (tengah) saat mengucapkan ikrar setia kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) bersama dua napiter lainnya, Bustar bin Tahang, dan Riza Bagus Melian di Lapas Kelas I Madiun, Kota Madiun, Jawa Timur, Kamis (22/2/2024).(KOMPAS.com/MUHLIS AL ALAWI)

Nasional

Tangis Napi Terorisme Saat Ikrar Setia NKRI di Lapas Madiun

Kamis, 22 Feb 2024 - 19:45 WIB