Kronologi Pelajar di Pacitan Tewas Minum Kopi Sianida Diracuni Tetangganya, Motifnya Sakit Hati

- Wartawan

Jumat, 2 Februari 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Polwan Polres Pacitan membawa tersangka pembunuhan yang menewaskan seorang siswa MTs di Kecamatan Sudimoro Kabupaten Pacitan Jawa Timur, dengan cara di racun sianida Kamis (01/02/2024)(SLAMET WIDODO)

Polwan Polres Pacitan membawa tersangka pembunuhan yang menewaskan seorang siswa MTs di Kecamatan Sudimoro Kabupaten Pacitan Jawa Timur, dengan cara di racun sianida Kamis (01/02/2024)(SLAMET WIDODO)

Sumutterkini.com, JAWA TIMUR – Nasib pilu menimpa pelajar berinisial MR (14) tewas setelah meminum kopi dicampur racun sianida di Desa Sudimoro, Kabupaten Pacitan, Jawa Timur.

Kronologi

Peristiwa ini bermula saat korban MR meminum kopi dibuat ayahnya ketika hendak berangkat sekolah, Jumat (5/1/2024).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Korban ambruk dan mengeluarkan cairan bening dari mulutnya, kemudian meninggal dunia. Keluarga curiga atas kematian korban dan melaporkan ke kepolisian.

Setelah dilakukan serangkaian penyelidikan dan pengangkatan jenazah korban dari pemakaman untuk dilakukan otopsi, terungkap pelaku pembunuhan ialah tetangganya sendiri. Pelaku ditetapkan tersangka bernama Ayu Findi Antika (26), yang diduga sengaja menuangkan racun sianida ke kopi yang diminum pelajar tersebut.

“Setelah anggota Satreskrim Polres Pacitan melakukan pemeriksaan secara mendetail, mulai pemeriksaan barang bukti, pemeriksaan saksi, dan ekshumasi, ditetapkan satu tersangka yakni AF,” terang Kapolres Pacitan AKBP Agung Nugroho dalam rilis ungkap kasus di Polres Pacitan, Kamis (1/02/2024) dilansir Kompas.com.

Penetapan tersangka tersebut, setelah melalui serangkaian penyelidikan dan penyidikan, hingga pembongkaran makam, dan otopsi jenazah korban.

Setelah hasil laboraturium forensik keluar, diketahui bahwa MR (14) tewas akibat diracun. Dari dasar tersebut, mengarah ke tersangka Ayu sebagai pelaku.

“Setelah dilakukan ekshumasi dan hasil laboraturium forensik keluar, korban meninggal dunia akibat racun sianida,” terang Agung Nugroho.

Tersangka mengaku nekat memasukkan racun potas serbuk ke dalam kopi ayah korban karena sakit hati dengan keluarga korban.

Baca Juga  BKPSDM Kota Binjai Gelar Inspeksi Mendadak Kehadiran ASN dan Honorer

Beli racun dari aplikasi jual beli online

Tersangka mengaku membeli racun itu dari aplikasi jual beli online. Hal ini karena racun tersebut dijual bebas untuk kepentingan pembasmi hama pertanian. Bukti tersebut diketahui sesuai jejak transaksi dari ponsel tersangka yang pemeriksaannya dilakukan di laboratorium forensik Polda Jatim.

Sesuai dengan barang bukti berupa cetak layar transaksi telepon seluler milik tersangka, tersangka membeli potasium serbuk itu di aplikasi resmi jual beli seharga Rp 17.290 dan nilai total yang dibayar pelaku sebesar Rp 34.790.

Di bukti transaksi juga tertera bahwa tersangka melakukan pembayaran pembelian pada 30 Desember 2022. Kemudian pesanan diterima pada tanggal yang sama.

Selanjutnya, transaksi dinyatakan selesai pada 31 Desember 2022. “Sianida dibeli dari aplikasi jual beli online, itu sesuai jejak digital handphone tersangka yang kita periksakan. Pemeriksaan ke laboratorium forensik Polda Jatim,” kata Agung.

Sakit hati terbukti mencuri

Sebelum kejadian, keluarga korban melaporkan tersangka ke polisi karena terbukti mencuri kartu ATM serta uang senilai Rp 32 juta milik ibu kandung korban.

Sehingga muncul niat tersangka mencelakai keluarga korban dengan memasukkan racun sianida.

Atas perbuatannya, tersangka dijerat dengan pasal berlapis, tentang pembunuhan berencana, sebagaimana tertuang dalam pasal 340 subsider 338 KUHPidana dengan ancaman hukuman mati. (rsy/sumutterkini.com)

Berita Terkait

Berkas Perkara NW Tersangka Tipu Gelap Masuk Anggota TNI-Polri Dilimpahkan Polda Sumut ke Jaksa
Perjuangan Aiptu Yosep Tangkap Perampok Taksi Online di Bandung
Suami yang Bunuh dan Timbun Mayat Istri di Makassar Terancam Hukuman Mati
Pembunuhan Istri di Makassar Terbongkar Setelah 6 Tahun, Anak Diminta Berbohong
Curi Muatan Pakan Ternak dari Truk, Pelaku Pencurian Ala Bajing Loncat Dibekuk Polisi
Kronologi Warga Makasar Diserang Gerombolan Pemuda Pakai Celurit Hingga Kabur Lewat Kali
Jasad Wanita Ditimbun Suami Ditemukan Setelah 6 Tahun, Begini Kesaksian Penyewa Rumah TKP di Makassar
Korban Serangan Celurit di Jaktim Cuma Lecet, Para Pelaku Diburu

Berita Terkait

Selasa, 16 April 2024 - 22:29 WIB

Berkas Perkara NW Tersangka Tipu Gelap Masuk Anggota TNI-Polri Dilimpahkan Polda Sumut ke Jaksa

Selasa, 16 April 2024 - 17:14 WIB

Perjuangan Aiptu Yosep Tangkap Perampok Taksi Online di Bandung

Selasa, 16 April 2024 - 16:56 WIB

Suami yang Bunuh dan Timbun Mayat Istri di Makassar Terancam Hukuman Mati

Minggu, 14 April 2024 - 23:02 WIB

Pembunuhan Istri di Makassar Terbongkar Setelah 6 Tahun, Anak Diminta Berbohong

Minggu, 14 April 2024 - 19:06 WIB

Curi Muatan Pakan Ternak dari Truk, Pelaku Pencurian Ala Bajing Loncat Dibekuk Polisi

Minggu, 14 April 2024 - 16:13 WIB

Kronologi Warga Makasar Diserang Gerombolan Pemuda Pakai Celurit Hingga Kabur Lewat Kali

Minggu, 14 April 2024 - 16:01 WIB

Jasad Wanita Ditimbun Suami Ditemukan Setelah 6 Tahun, Begini Kesaksian Penyewa Rumah TKP di Makassar

Sabtu, 13 April 2024 - 23:10 WIB

Korban Serangan Celurit di Jaktim Cuma Lecet, Para Pelaku Diburu

Berita Terbaru

BPJS: Banyak Anak Baru Lahir Belum Miliki NIK. (Foto: Nusantaraterkini.co)

Medan

BPJS: Banyak Anak Baru Lahir Belum Miliki NIK

Selasa, 16 Apr 2024 - 22:15 WIB

Hari Pertama Kerja, Pegawai RSU Haji Hadir 100 Persen. (Foto: istimewa)

Berita

Hari Pertama Kerja, Pegawai RSU Haji Hadir 100 Persen

Selasa, 16 Apr 2024 - 18:59 WIB