KPK Tetapkan Dua Tersangka Baru Pada Kasus Bupati Labuhanbatu

- Wartawan

Sabtu, 27 Januari 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KPK Tetapkan Dua Tersangka Baru Pada Kasus Bupati Labuhanbatu. (Foto: Nusantaraterkini.co)

KPK Tetapkan Dua Tersangka Baru Pada Kasus Bupati Labuhanbatu. (Foto: Nusantaraterkini.co)

KPK Tetapkan Dua Tersangka Baru Pada Kasus Bupati Labuhanbatu

Sumutterkini.com, JAKARTA Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengumumkan dua tersangka baru dalam kasus dugaan korupsi Bupati Labuhanbatu Erik Adtrada Ritonga (EAR).

Dua nama tersebut adalah anggota DPRD Kabupaten Labuhanbatu Yusrial Suprianto (YSP) dan pihak swasta Wahyu Ramdhani Siregar (WRS). Secara konstruksi hukum dua kasus ini sama dengan perkara sebelumnya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Yaitu atas dugaan, adanya RSR (Rudi Syahputra Ritonga) yang ditunjuk oleh EAR sebagai bupati. Kemudian melakukan pengaturan proyek, disertai penunjukan sepihak siapa saja yang ditetapkan sebagai kontraktor yang dimenangkan, (selanjutnya) disyaratkan adanya fee 5 -15 persen dari besaran anggaran proyeknya,” kata Kepala Bagian Pemberitaan KPK Ali Fikri dalam konferensi pers di Gedung Merah Putih KPK, mengutip Nusantaraterkini.co, Jumat (26/1/2024).

Kemudian, lanjutnya, dua orang yang juga disiapkan untuk dimenangkan adalah YSP dan WRS. Terhadap keduanya langsung dilakukan penahanan oleh KPK sampai padal 14 Februari 2024 mendatang di rumah tahanan (rutan) cabang KPK.

Ali Fikri juga membeberkan ada beberapa fakta-fakta dalam proses penyidikan seperti kode khusus yang disampaikan RSR kepada para kontraktor.

“Untuk menyebut EAR selaku bupati misalnya dengan istilah bos, kemudian juga istilah Labuhanbatu satu,” ungkapnya.

Sehingga, dari fakta-fakta itu, dijelaskannya, KPK melakukan Operasi Tangkap Tangan (OTT) yang sudah diumumkan beberapa waktu yang lalu.

Baca Juga  Harga Emas Antam Terkoreksi Rp8.000, Perak Turun Rp50

“(Dengan nilai) sebesar Rp551,5 juta sebagai satu kesatuan dari Rp1,7 miliar. Saat ini KPK juga terus kembangkan lebih lanjut dugaan penerimaan-penerimaan dari fee proyek-proyek yang ada di Labuhanbatu tersebut,” jelasnya.

Diketahui, YSP dan WRS disangkakan melanggar Pasal 5 ayat (1) huruf a atau b atau Pasal 13 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Sebelumnya, KPK telah menetapkan empat orang yang menjadi tersangka pada OTT di Kabupaten Labuhanbatu, Sumatera Utara.

Keempat orang tersebut adalah Bupati Labuhanbatu Erik Adtrada Ritonga (EAR), anggota DPRD Kabupaten Labuhanbatu Rudi Syahputra Ritonga (RSR), Pihak Swasta Efendy Sahputra (ES), dan Pihak Swasta Fazar Syahputra (FS).

EAR dan RSR disangkakan melanggar Pasal 12 huruf a atau b atau Pasal 11 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (UU Tipikor).

Sedangkan FS dan ES sebagai pemberi suap, disangkakan melanggar Pasal 5 ayat (1) huruf a atau b atau Pasal 13 UU Tipikor jo Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP.

(cw2/Sumutterkini.com)

Penulis : Cw2

Editor : Winata

Sumber Berita : Nusantaraterkini.co

Berita Terkait

Ditjenpas Luncurkan Standar dan Modul Perlakuan Anak Kasus Terorisme
Hotman Paris Sebut Ada Kemungkinan Pegi Diputus Tak Bersalah di Kasus Vina
Kasus Peredaran Senpi Ilegal di Jayapura, Oknum PNS di Papua Ditangkap
20 Warga Binaan Lapas Cipinang Peroleh Sertifikat Keterampilan Komputer dan Desain Grafis
Upaya Penyelundupan 195 Butir Obat Terlarang Digagalkan Petugas Lapas Kelas IIB Brebes
Gunung Marapi Kembali Erupsi, Dentuman Terdengar Hingga Bukittinggi, Status Level III
Pantai Barat Simeuleu Diguncang Gempa Bumi Tektonik M6,2, BMKG Pastikan Tidak Berpotensi Tsunami
1.270 Jiwa Masih Mengungsi Akibat Longsor di Kabupaten Mamasa

Berita Terkait

Rabu, 12 Juni 2024 - 19:48 WIB

Ditjenpas Luncurkan Standar dan Modul Perlakuan Anak Kasus Terorisme

Selasa, 11 Juni 2024 - 23:04 WIB

Hotman Paris Sebut Ada Kemungkinan Pegi Diputus Tak Bersalah di Kasus Vina

Minggu, 9 Juni 2024 - 12:44 WIB

Kasus Peredaran Senpi Ilegal di Jayapura, Oknum PNS di Papua Ditangkap

Minggu, 2 Juni 2024 - 14:09 WIB

20 Warga Binaan Lapas Cipinang Peroleh Sertifikat Keterampilan Komputer dan Desain Grafis

Sabtu, 1 Juni 2024 - 10:50 WIB

Upaya Penyelundupan 195 Butir Obat Terlarang Digagalkan Petugas Lapas Kelas IIB Brebes

Kamis, 30 Mei 2024 - 15:07 WIB

Gunung Marapi Kembali Erupsi, Dentuman Terdengar Hingga Bukittinggi, Status Level III

Selasa, 28 Mei 2024 - 20:57 WIB

Pantai Barat Simeuleu Diguncang Gempa Bumi Tektonik M6,2, BMKG Pastikan Tidak Berpotensi Tsunami

Jumat, 24 Mei 2024 - 11:19 WIB

1.270 Jiwa Masih Mengungsi Akibat Longsor di Kabupaten Mamasa

Berita Terbaru