KPK Duga Gubernur Maluku Utara Terima Aliran Dana Terkait Izin Tambang

- Wartawan

Rabu, 31 Januari 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan Gubernur Maluku Utara, Abdul Gani Kasuba sebagai tersangka dugaan suap jual beli jabatan dan proyek pengadaan barang dan jasa di lingkungan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Maluku Utara, Rabu (20/12/2023).(KOMPAS.com / IRFAN KAMIL)

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan Gubernur Maluku Utara, Abdul Gani Kasuba sebagai tersangka dugaan suap jual beli jabatan dan proyek pengadaan barang dan jasa di lingkungan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Maluku Utara, Rabu (20/12/2023).(KOMPAS.com / IRFAN KAMIL)

Sumutterkini.com, JAKARTA – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menduga Gubernur Maluku Utara Abdul Gani Kasuba menerima aliran dana dalam pengurusan izin tambang di Maluku Utara.

Juru Bicara Penindakan dan Kelembagaan KPK Ali Fikri mengatakan, pihaknya telah mendalami materi ini kepada dua bos perusahaan tambang di Maluku Utara.

Mereka adalah Direktur Utama perusahaan tambang emas PT Nusa Halmahera Mineral Romo Nitiyudo Wachjo dan Direktur Utama perusahaan tambang nikel Halmahera Sukses Mineral Ade Wirawan Lohisto.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Keduanya diperiksa sebagai saksi dugaan suap yang menjerat Abdul Gani pada Senin (29/1/2024) di Gedung Merah Putih KPK.

“Kedua saksi hadir dan didalami pengetahuannya antara lain terkait dengan pengurusan izin pertambangan yang ada di wilayah Maluku Utara,” ujar Ali dalam keterangannya kepada wartawan, Rabu (31/1/2024) dikutip dari Kompas.com.

“(Didalami juga) dugaan adanya aliran uang untuk tersangka Abdul gani dalam pengurusan dimaksud,” lanjut Ali.

Sedianya, KPK juga memeriksa tiga bos perusahaan tambang lainnya. Mereka adalah Direktur Utama PT Trimegah Bangun persada Roy Arman Arfandy.

Kemudian, Direktur Utama PT Adidaya Tangguh, Eddy Sanusi dan Direktur PT Smart Marsindo, Shanty Alda Nathalia.

Menurut Ali, Roy memberikan konfirmasi atas ketidakhadirannya dan meminta untuk dijadwalkan ulang. Sementara, Eddy dan Alda tidak memberikan konfirmasi alias mangkir dari panggilan penyidik.

Baca Juga  Juru Parkir di Kota Binjai Tewas Tertabrak Kereta Api

“Kami ingatkan untuk kooperatif hadir pada pemanggilan berikutnya,” kata Ali mengingatkan.

Sementara itu, saat keluar dari Gedung KPK, Nitiyudo mengaku dirinya tidak melakukan komunikasi dengan Abdul Gani. Ia mengeklaim tidak membutuhkan dan tidak berurusan dengan Pemerintah Provinsi Maluku Utara.

“Kalau kita enggak, enggak ada urusan, kalau kita kan gak butuh pemprov,” ujarnya.

Pengusaha ini juga mengaku perusahaannya mengantongi izin usaha pertambangan (IUP) selama 23 tahun.

Ia mengaku perusahaannya harus memperpanjang IUP itu karena menjadi tempat bekerja bagi 3.000 orang.

“IUP-nya udah 23 tahun, tinggal 5 tahun lagi,” kata dia.

Adapun perkara Abdul Gani Kasuba berawal dari operasi tangkap tangan (OTT) yang digelar KPK di Jakarta dan Maluku Utara pada Senin (18/12/2023).

Para pelaku diduga melakukan tindak pidana korupsi jual beli jabatan dan pengadaan barang/jasa di lingkungan Pemerintah Provinsi Maluku. Setelah melakukan gelar perkara, KPK menetapkan tujuh orang tersangka.

Selain Abdul Gani, mereka adalah Kepala Dinas Perumahan dan Permukiman (Kadis Perkim) Adnan Hasanudin, Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Penataan Ruang (PUPR) Daud Ismail.

Kemudian, Kepala Badan Pengadaan Barang dan Jasa (BPBJ) Ridwan Arsan, ajudan bernama Ramadhan Ibrahim, serta dua pihak swasta bernama Steven Thomas dan Kristian Wuisan. (rsy/sumutterkini.com)

Berita Terkait

Pencegahan Kekerasan Terhadap Anak Menuntut Keseriusan Semua Pihak
Mayat Terbungkus Kain dan Lakban di Hotel Cianjur, Polisi Amankan 10 Lembar Uang Singapura
Diduga Sopir Mengantuk, Mobil Sigra Tabrak Pohon dan 1 Orang Tewas
210.944 Tiket KA untuk H-3 Lebaran 2024 Laku Terjual
Yusril : Hak Angket Dugaan Kecurangan Pemilu Bisa Berujung Kekacauan
Farid Pemilik Wajah Mirip Gibran Rakabuming Viral, Sehari-hari Jual Baju
Sempat Pingsan di TPS, Ade Lestari PTPS di Kota Binjai Meninggal Dunia
Akibat Angin Puting Beliung di Kabupaten Bandung Sebabkan 493 Rumah Rusak

Berita Terkait

Jumat, 23 Februari 2024 - 19:28 WIB

Pencegahan Kekerasan Terhadap Anak Menuntut Keseriusan Semua Pihak

Jumat, 23 Februari 2024 - 18:51 WIB

Mayat Terbungkus Kain dan Lakban di Hotel Cianjur, Polisi Amankan 10 Lembar Uang Singapura

Jumat, 23 Februari 2024 - 18:15 WIB

210.944 Tiket KA untuk H-3 Lebaran 2024 Laku Terjual

Jumat, 23 Februari 2024 - 17:42 WIB

Yusril : Hak Angket Dugaan Kecurangan Pemilu Bisa Berujung Kekacauan

Jumat, 23 Februari 2024 - 17:35 WIB

Farid Pemilik Wajah Mirip Gibran Rakabuming Viral, Sehari-hari Jual Baju

Jumat, 23 Februari 2024 - 17:20 WIB

Sempat Pingsan di TPS, Ade Lestari PTPS di Kota Binjai Meninggal Dunia

Jumat, 23 Februari 2024 - 10:32 WIB

Akibat Angin Puting Beliung di Kabupaten Bandung Sebabkan 493 Rumah Rusak

Kamis, 22 Februari 2024 - 19:51 WIB

2 Caleg Laporkan Dugaan Adanya Jual Beli Suara di Sumsel

Berita Terbaru

Harga Emas Antam Naik Rp3.000 ke Level Rp1.135.000. (foto: ilustrasi/web logam mulia)

Bisnis

Harga Emas Antam Naik Rp3.000 ke Level Rp1.135.000

Sabtu, 24 Feb 2024 - 16:55 WIB