Ketua dan Sekretariat KPU Langkat Bungkam, Soal Nominal Honor KPPS yang Hanya Rp 50 Ribu

- Wartawan

Selasa, 30 Januari 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kantor KPU Langkat, yang berada di Kecamatan Stabat, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara.

Kantor KPU Langkat, yang berada di Kecamatan Stabat, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara.

Sumutterkini.com, LANGKATKetua KPU Langkat, Sopian Sitepu sampai saat ini bungkam usai beredar viralnya video Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) di Kabupaten Langkat.

Pasalnya KPPS se-Kabupaten Langkat mengeluh karena honor uang pengganti transport sebesar Rp 50 ribu tidak langsung cair usai mengikuti bimbingan teknis (bimtek). Bahkan uang itu dikabarkan akan cair setelah 14 hari kegiatan bimtek itu selesai dilaksanakan.

Namun pada hari ini, Selasa (30/1/2024), Kepala Sekretariat KPU Langkat, Cut Cinta Dewi pun angkat bicara soal pencairan uang honor tersebut.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Kami sudah urus ke KPPN, tinggal proses pencairan. Insyaallah besok bisa diserahkan ke KPPS transportasi pelantikan dan bimtek kita bayarkan. Terimakasih ya sudah koordinasi,” ujar Cut.

Disinggung soal nominal yang diterima KPPS di Langkat yang hanya berjumlah Rp 50 ribu, Cut pun tak banyak berkomentar.

“Sebentar ya,” ujar Cut.

Namun hingga berita ini diterbitkan, Cut Cinta Dewi tidak bisa menjawab mengapa nominal yang diterima KPPS hanya berjumlah Rp 50 ribu.

Dibandingan dengan kota tetangga yaitu Kota Binjai, peserta KPPS mendapat honor uang pengganti transport sebesar Rp 220 ribu. Tak hanya itu, uang itu diserahkan langsung usai bimtek selesai dilaksanakan.

Informasi yang diperoleh wartawan, honor yang diterima KPPS di Langkat, jumlahnya diduga tidak jauh berbeda dengan Kota Binjai.

Timbul dugaan ditengah-tengah masyarakat, jika honor KPPS diduga dikorupsi oleh oknum-oknum yang tidak bertanggungjawab.

Diketahui jumlah KPPS se-Kabupaten Langkat berjumlah 21.889 orang.

Dikabarkan sebelumnya, anggota Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) di Kabupaten Langkat mengeluhkan honor uang pengganti transport sebesar Rp 50 ribu tidak langsung cair usai mengikuti bimbingan teknis (bimtek).

Baca Juga  Bus Pariwisata Diduga Mengalami Rem Blong Sebelum Kecelakaan di Bantul, 3 Orang Tewas

Ironisnya, peristiwa ini diduga terjadi terhadap seluruh anggota KPPS di Kabupaten Langkat.

Artinya ribuan anggota KPPS di Langkat yang mengikuti bimtek usai pelantikan, mengeluhkan honor uang pengganti transport yang tidak cair tersebut.

Bahkan mereka juga heran kenapa honor uang pengganti transport ini tidak langsung cair.

Salahsatunya peserta bimtek asal Kecamatan Selesai, Kabupaten Langkat yang menolak identitas tidak disebutkan. Peserta ini mengherankan, honor uang pengganti transport tidak langsung cair.

“Kami di Kecamatan Selesai tidak langsung cair uang pengganti transport. Heran kami, dan makin heran lagi dengan nominalnya,” kata sumber, Senin (29/1/2024).

Dia kemudian membandingkan dengan daerah tetangga, Kota Binjai. Kata dia, peserta KPPS di Binjai yang mengikuti bimtek langsung menerima honor uang pengganti transport tersebut.

“Bisa pula kami enggak langsung terima uang pengganti transport. Beda sama Binjai yang sudah terima mereka setelah mengikuti bimtek,” katanya.

Dia menjelaskan, bimtek yang dilalui anggota KPPS untuk Kecamatan Selesai digelar pada waktu terpisah. Mereka dibagi dalam masing-masing desa yang di Kecamatan Selesai.

Lokasi bimtek digelar di Jambur Serbaguna Desa Tanjung Merahe, Kecamatan Selesai, Langkat. Sumber menambahkan, peserta KPPS sempat menyoal hal tersebut kepada Panitia Pemungutan Suara (PPS) terkait uang pengganti transport yang tidak langsung cair.

Namun, jawaban yang mereka terima tidak memuaskan.

“Bisa pula kami harus nunggu 14 hari setelah kegiatan (bimtek), baru dikasih uang pengganti transport tersebut. Mau heran, tapi beginilah Langkat,” serunya. (rsy/sumutterkini.com)

Berita Terkait

Diduga Oknum Caleg Dapil I Langkat ‘Bermain’ di Rekapitulasi Kecamatan, Perolehan Bertambah 205 Suara
Diduga Menghirup Gas H2S, Puluhan Warga Sibanggor Dilarikan Ke Rumah Sakit
Wakapolda Sumut: Terimakasih Masyarakat Telah Menjaga Pemilu Damai
Guru Honorer Galang Dana untuk PTUN-kan Pemkab Langkat atas Kecurangan Seleksi PPPK
WNA Ikut Serta Hari Peduli Sampah Nasional Diperingati di Bukit Lawang, 642 Kg Sampah Terkumpul
5 Daerah di Aceh Masuk Nominasi Kandidat Paritrana Awards 2024
Dedi Iskandar Batubara Puncaki Perhitungan Sementara Suara DPD RI Sumut di Pemilu 2024
Tragedi Pemilu 2024: 23 KPPS Gugur, Ribuan Petugas Terkena Dampak Serius!

Berita Terkait

Sabtu, 24 Februari 2024 - 01:06 WIB

Diduga Oknum Caleg Dapil I Langkat ‘Bermain’ di Rekapitulasi Kecamatan, Perolehan Bertambah 205 Suara

Kamis, 22 Februari 2024 - 23:35 WIB

Diduga Menghirup Gas H2S, Puluhan Warga Sibanggor Dilarikan Ke Rumah Sakit

Kamis, 22 Februari 2024 - 23:02 WIB

Wakapolda Sumut: Terimakasih Masyarakat Telah Menjaga Pemilu Damai

Kamis, 22 Februari 2024 - 17:49 WIB

Guru Honorer Galang Dana untuk PTUN-kan Pemkab Langkat atas Kecurangan Seleksi PPPK

Kamis, 22 Februari 2024 - 17:11 WIB

WNA Ikut Serta Hari Peduli Sampah Nasional Diperingati di Bukit Lawang, 642 Kg Sampah Terkumpul

Kamis, 22 Februari 2024 - 06:38 WIB

5 Daerah di Aceh Masuk Nominasi Kandidat Paritrana Awards 2024

Sabtu, 17 Februari 2024 - 13:49 WIB

Dedi Iskandar Batubara Puncaki Perhitungan Sementara Suara DPD RI Sumut di Pemilu 2024

Sabtu, 17 Februari 2024 - 13:41 WIB

Tragedi Pemilu 2024: 23 KPPS Gugur, Ribuan Petugas Terkena Dampak Serius!

Berita Terbaru