Kemenkes: SIP Tenaga Medis dan Kesehatan Bisa Digunakan Sampai Masa Berlaku Habis

- Wartawan

Jumat, 2 Februari 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kemenkes: SIP Tenaga Medis dan Kesehatan Bisa Digunakan Sampai Masa Berlaku Habis. (Foto: ilustrasi/istockphoto)

Kemenkes: SIP Tenaga Medis dan Kesehatan Bisa Digunakan Sampai Masa Berlaku Habis. (Foto: ilustrasi/istockphoto)

Kemenkes: SIP Tenaga Medis dan Kesehatan Bisa Digunakan Sampai Masa Berlaku Habis

Sumutterkini.com, JAKARTA Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menyatakan, Surat Izin Praktik (SIP) tenaga medis dan tenaga kesehatan tetap dapat digunakan sampai masa berlakunya habis.

Aturan ini tertuang dalam ketentuan peralihan pasal 449 Undang-Undang No 17 Tahun 2023 tentang Kesehatan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“SIP yang saat ini ada tetap berlaku sampai habis masa berlakunya, sehingga tetap ada legalitas praktiknya walaupun STR sudah diubah menjadi seumur hidup,” ungkap juru bicara Kementerian Kesehatan dr M Syahril, dikutip dari laman Kemenkes, Jumat (2/2/2024).

STR atau Surat Tanda Registrasi merupakan bukti tertulis yang diberikan oleh pemerintah kepada tenaga kesehatan yang telah memiliki sertifikat kompetensi. Awalnya, STR berlaku selama lima tahun dan dapat diperpanjang setiap lima tahun. Namun, UU Kesehatan yang baru mengubah masa berlaku STR menjadi seumur hidup.

Baca Juga  Kemenkes: Waspada Penularan Cacar Monyet dari Manusia ke Hewan

Sementara, SIP merupakan bukti tertulis yang diberikan oleh pemerintah kepada tenaga kesehatan dalam menjalankan praktik, sehingga semua pelayanan kesehatan yang diberikan bersifat legal, sesuai prosedur dan dapat dipertanggungjawabkan.

Ketentuan peralihan pada pasal 449 menyebutkan bahwa STR, STR Sementara, STR Bersyarat dan SIP yang sudah terbit dinyatakan tetap berlaku sampai dengan berakhirnya masa berlakunya.

Sementara itu, STR dan SIP yang telah selesai proses verifikasi dan memenuhi persyaratan segera diterbitkan dan dinyatakan berlaku hingga masa berlakunya habis.

“Jadi meskipun STR sudah berlaku seumur hidup, tidak perlu langsung memperbaharui SIP, kecuali masa berlakunya sudah berakhir,” tegas Syahril.

(cw2/Sumutterkini.com)

Penulis : Cw2

Editor : Winata

Berita Terkait

Kemenkes: Indonesia Sehat di Masa Depan Diwujudkan dengan Transformasi Kesehatan
RS Adam Malik Kirimkan Tim Medis untuk F1 Powerboat Danau Toba
Pancaroba, Dinas Kesehatan Imbau Perbanyak Minum Air Putih Hingga Makan Buah
Sudah 30 Persen, RS Haji Kebut Keterisian Fasilitas Tower A
Nakes Hingga Staf RSUP HAM Belajar Menjadi Content Creator
Petugas Penyelanggara dan Pemilih Sakit saat Pemilu di Sumut jadi 292, Dua Meninggal Dunia
Kemenkes Upayakan Deteksi Dini Kanker Lebih Mudah dan Murah di Puskesmas
Nakes RSUP HAM Bergembira Bersama Pasien Kanker Anak saat Peringatan Childhood Cancer Day

Berita Terkait

Sabtu, 2 Maret 2024 - 11:40 WIB

Kemenkes: Indonesia Sehat di Masa Depan Diwujudkan dengan Transformasi Kesehatan

Jumat, 1 Maret 2024 - 17:41 WIB

RS Adam Malik Kirimkan Tim Medis untuk F1 Powerboat Danau Toba

Jumat, 1 Maret 2024 - 16:10 WIB

Pancaroba, Dinas Kesehatan Imbau Perbanyak Minum Air Putih Hingga Makan Buah

Kamis, 29 Februari 2024 - 15:03 WIB

Sudah 30 Persen, RS Haji Kebut Keterisian Fasilitas Tower A

Jumat, 23 Februari 2024 - 18:02 WIB

Nakes Hingga Staf RSUP HAM Belajar Menjadi Content Creator

Minggu, 18 Februari 2024 - 21:47 WIB

Petugas Penyelanggara dan Pemilih Sakit saat Pemilu di Sumut jadi 292, Dua Meninggal Dunia

Minggu, 18 Februari 2024 - 13:51 WIB

Kemenkes Upayakan Deteksi Dini Kanker Lebih Mudah dan Murah di Puskesmas

Jumat, 16 Februari 2024 - 16:13 WIB

Nakes RSUP HAM Bergembira Bersama Pasien Kanker Anak saat Peringatan Childhood Cancer Day

Berita Terbaru

Muhammadiyah: Konten Tukar Pasangan Gus Samsudin Menyesatkan. (Foto: istimewa)

Nasional

Muhammadiyah: Konten Tukar Pasangan Gus Samsudin Menyesatkan

Minggu, 3 Mar 2024 - 17:16 WIB

Politik

Hasil Hak Angket Pemilu 2024 Tidak Bisa Jadi Bukti di MK

Minggu, 3 Mar 2024 - 16:01 WIB