Keluarga tak Terima Saat Dankormar Sebut Lettu Laut Eko Damara 100 persen Bunuh Diri, Ini Alasannya

- Wartawan

Senin, 24 Juni 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tim Forensik Polda Sumatera Utara (Sumut) didampingi Pusat Polisi Militer Tentara Nasional Indonesia (Puspom TNI) melakukan ekshumasi terdahap jasad Almarhum Lettu Laut Eko Damara (30) di pemakaman umum yang berada di Dusun Serbajadi, Desa Karang Rejo, Kecamatan Stabat, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara, Senin (24/6/2024).

Tim Forensik Polda Sumatera Utara (Sumut) didampingi Pusat Polisi Militer Tentara Nasional Indonesia (Puspom TNI) melakukan ekshumasi terdahap jasad Almarhum Lettu Laut Eko Damara (30) di pemakaman umum yang berada di Dusun Serbajadi, Desa Karang Rejo, Kecamatan Stabat, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara, Senin (24/6/2024).

Sumutterkini.com, LANGKATKeluarga Letnan Satu (Lettu) Laut Eko Damara, tak terima dengan pernyataan yang diucapkan oleh Komandan Korps Marinir (Dankormar) Mayjen (Mar) Endi Supardi dalam konferensi pers di Markas Korps Marinir, Jakarta Pusat, Senin (20/5/2024) lalu.

Adapun pernyataan itu ialah, mengungkapkan alasan tidak membawa jenazah Eko untuk diotopsi.

Alasan yang disampaikan oleh Dankormar ini sudah beredar dibeberapa media online lainnya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Tidak otopsi karena daerah operasi tidak ada dokter khusus untuk forensik. Kami butuh cepat, kami ingin kembalikan ke keluarganya dengan cepat, tiga hari,” kata Endi waktu itu, dikutip dari Tribun Medan.

Endi mengatakan, keputusan tidak melakukan otopsi juga dipengaruhi asumsi bahwa Eko tewas akibat bunuh diri.

“Kami tidak melakukan itu (otopsi) karena kami sudah yakin bahwa itu bunuh diri, kenapa harus diotopsi?” kata dia.

Gitu pun pada waktu itu juga, Endi pun mempersilakan pihak keluarga Eko jika ingin melakukan otopsi.

“Kalau dari keluarga masih ragu, silakan mungkin dilakukan dengan ketentuan atau jalur yang ada untuk menempuh otopsi,” ucap Endi.

“Dari data, fakta, dan saksi yang ada ini, kami semakin yakin dari 99 persen, kami sampaikan sekarang 100 persen beliau meninggal karena bunuh diri,” tutur Dankormar.

Mendengar keterangan itu, membuat Keluarga Letnan Satu (Lettu) Laut Eko Damara, berang.

“Dikatakan bunuh diri, sementara otopsi tidak pernah dilakukan, dan tidak ada yang melihat langsung. Serta tidak ada juga rekaman CCTV detik-detik almarhum melakukan bunuh diri. Apa dasarnya almarhum dikatakan bunuh diri,” ujar Abdul Satar Siahaan paman Lettu Laut Eko Damara dilokasi ekshumasi, Senin (24/6/2024).

Kemudian Satar menjelaskan soal posisi laras panjang yang ditembakkan ke kepala yang dilakukan oleh Lettu Laut Eko Damara sendiri, juga tak masuk diakalnya.

Baca Juga  Indonesia Vs Australia : Nostalgia Nova Arianto, Perjuangan Garuda Belum Selesai

“Sehabis menembak dikatakan senjata itu sudah berpindah. Apa bisa kepala sudah ditembus peluru, otak masih bisa memerintahkan untuk memindahkan senjata. Gak mungkinkan? Pasti terlempar, senjata itukan berat,” ujar Satar.

Sedangkan pernyataan yang disampaikan Endi, didapati senapan serbu SS-2 V1 produksi PT Pindad tersandar dengan posisi popor di atas paha sebelah kanan Eko.

“Kemudian kami membuka jenazah, di tubuh bagian belakang terdapat lebam-lebam yang tidak merata. Kalau dikatakan itu akibat formalin, seharusnya formalin itu mengawetkan jenazah. Dan seperti kita lihat kalau ada orang meninggal yang diformalin, dia warnanya kan merata. Gitu pun ini semua kami serahkan ke tim forensik dan penyidik, untuk bekerja secara professional dan independen,” ucap Satar.

Diketahui, Lettu Laut Eko tewas setelah bunuh diri di pos taktis Satgas Pamtas Mobile RI-PNG Batalyon Infanteri 7 Marinir di Distrik Dekai, Yahukimo, Papua Pegunungan, pada Sabtu(27/4/2024).

Namun atas kematian Lettu Laut Eko, pihak keluarga menaruh kecurigaan lantaran terdapat dugaan bekas luka lebam dan sulutan api rokok di jenazah Eko.

Bahkan, mereka mendapat kabar yang berbeda-beda dari pejabat Korps Marinir TNI Angkatan Laut (AL).

Kabar yang diterima mereka, Eko disebut bunuh diri dengan menembak kepala di pos komando taktis karena depresi akibat sakit malaria. Di sisi lain, pihak keluarga juga menerima kabar bahwa Eko meninggal bunuh diri di kamar tidur akibat terlilit utang.

Keluarga menaruh kecurigaan karena terdapat luka bakar seperti disulut api rokok di punggung Eko. Di punggungnya juga terdapat luka lebam.

Tak hanya itu, pihak keluarga menemukan luka lebam di mata, bawah ketiak, lutut kanan, hingga kaki kanan. (rsy/sumutterkini.com)

Berita Terkait

Bapaslon Perseorangan di Kota Binjai ke PTUN dan Laporkan Oknum KPU ke DKPP
Ini Daftar Tarif Jalan Tol Binjai-Langsa dan Penyesuaian Tarif Tol Binjai-Stabat
Tol Binjai-Langsa Seksi Stabat-Tanjung Pura Segera Bertarif, Tol Binjai-Stabat Penyesuaian Tarif
Polisi Akhirnya Mediasi Warga dan Pengamen di Langkat yang Dituding Lakukan Pelecehan
Proses Coklit di Kota Binjai, KPU Sebut Sudah Capai 80 Persen
Jaksa Langsung Kasasi Pasca Eks Bupati Langkat Terbit Rencana Divonis Bebas
Kepala UPT Puskesmas Desa Lama Bantah Pungli dan Tertibkan Pengisian SKP
Golkar Sumut Beri Sinyal Dukung Tengku Rizki Alisyahbana Maju Calon Wali Kota Binjai

Berita Terkait

Sabtu, 13 Juli 2024 - 21:42 WIB

Bapaslon Perseorangan di Kota Binjai ke PTUN dan Laporkan Oknum KPU ke DKPP

Jumat, 12 Juli 2024 - 21:34 WIB

Ini Daftar Tarif Jalan Tol Binjai-Langsa dan Penyesuaian Tarif Tol Binjai-Stabat

Jumat, 12 Juli 2024 - 21:04 WIB

Tol Binjai-Langsa Seksi Stabat-Tanjung Pura Segera Bertarif, Tol Binjai-Stabat Penyesuaian Tarif

Selasa, 9 Juli 2024 - 17:08 WIB

Polisi Akhirnya Mediasi Warga dan Pengamen di Langkat yang Dituding Lakukan Pelecehan

Selasa, 9 Juli 2024 - 15:15 WIB

Proses Coklit di Kota Binjai, KPU Sebut Sudah Capai 80 Persen

Selasa, 9 Juli 2024 - 15:07 WIB

Jaksa Langsung Kasasi Pasca Eks Bupati Langkat Terbit Rencana Divonis Bebas

Minggu, 7 Juli 2024 - 11:27 WIB

Kepala UPT Puskesmas Desa Lama Bantah Pungli dan Tertibkan Pengisian SKP

Jumat, 5 Juli 2024 - 21:53 WIB

Golkar Sumut Beri Sinyal Dukung Tengku Rizki Alisyahbana Maju Calon Wali Kota Binjai

Berita Terbaru