Jelang Pemilu AS, Muncul Panggilan Palsu Biden Dibuat Lewat AI

- Wartawan

Selasa, 23 Januari 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Presiden Amerika Serikat Joe Biden saat berpidato di acara White House Tribal Nations Summit 2023 di Kementerian Dalam Negeri AS, Washington DC, 6 November 2023.(AFP/MANDEL NGAN)

Presiden Amerika Serikat Joe Biden saat berpidato di acara White House Tribal Nations Summit 2023 di Kementerian Dalam Negeri AS, Washington DC, 6 November 2023.(AFP/MANDEL NGAN)

Sumutterkini.com, WASHINGTON – Seorang tokoh Partai Demokrat di New Hampshire mengatakan pembuat panggilan palsu dari AI yang meniru suara Joe Biden dan mendorong Partai Demokrat untuk tidak memberikan suara pada pemilihan pendahuluan harus dituntut sepenuhnya.

Menurutnya, pelaku harus dipidanakan karena berupaya melakukan serangan terhadap demokrasi.

“Saya ingin mereka diadili semaksimal mungkin karena ini merupakan serangan terhadap demokrasi,” kata Kathy Sullivan, mantan ketua partai negara bagian, mengatakan kepada NBC News.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dia menambahkan bahwa sebagai seorang pengacara, dia yakin seruan tersebut dapat melanggar beberapa undang-undang.

“Saya tidak akan melepaskannya. Saya ingin tahu siapa yang membayarnya? Siapa yang mengetahuinya? Siapa yang diuntungkan?” tambahnya, dilansir dari Guardian.

Saat penyelidikan dimulai, Jaksa Agung New Hampshire, John Formella, mengatakan para pemilih harus mengabaikan seluruh isi pesan AI itu.

Baca Juga  Sorotan Liga Inggris: Man City Gagal Menang Lawan Crystal Palace, Pep Kian Tertinggal di Klasemen

Sebelumnya, OpenAI, pembuat alat kecerdasan buatan ChatGPT, mengatakan kepada Washington Post bahwa mereka telah melarang pembuat bot yang meniru kampanye politik.

“Kami baru-baru ini menghapus akun pengembang yang dengan sengaja melanggar kebijakan penggunaan API kami yang melarang kampanye politik, atau meniru identitas seseorang tanpa izin,” kata OpenAI.

Berita tentang panggilan telepon palsu ini muncul di tengah desakan pemerintah federal untuk mengatur penggunaan teknologi tersebut dalam kampanye.

Kelompok luar, akademisi dan beberapa politisi telah menyatakan kekhawatiran bahwa AI dapat menciptakan kekacauan selama pemilu pada saat pemilih di AS rentan terhadap misinformasi.

Sebuah petisi dari kelompok advokasi Public Citizen menyerukan kepada Komisi Pemilihan Umum Federal (FEC) untuk mengatur penggunaan AI dalam iklan kampanye. (rsy/sumutterkini.com)

Berita Terkait

Iran Tuntut Israel Dikeluarkan dari PBB
Usai Didiagnosis Kanker, Raja Charles Sampaikan Pernyataan Perdananya
Warga Indonesia di Jepang Lakukan Pencoblosan Hari Ini
Menkes Dorong Dunia Percepat Penyediaan Vaksin TBC Baru
Kisah Kecelakaan Mobil yang Dialami The Beatles Saat Awal Karir Jadi Mantra Kesuksesan
Polisi Masukan Aktivis Perempuan Pro Demokrasi Hong Kong Agnes Chow Sebagai DPO
Mantan Pejabat Trump Tewas Ditembak Kepalanya
Baku Tembak di Perbatasan Myanmar-Bangladesh, Penjaga Lari Cari Perlindungan

Berita Terkait

Minggu, 11 Februari 2024 - 22:57 WIB

Iran Tuntut Israel Dikeluarkan dari PBB

Minggu, 11 Februari 2024 - 17:37 WIB

Usai Didiagnosis Kanker, Raja Charles Sampaikan Pernyataan Perdananya

Minggu, 11 Februari 2024 - 11:45 WIB

Warga Indonesia di Jepang Lakukan Pencoblosan Hari Ini

Minggu, 11 Februari 2024 - 10:00 WIB

Menkes Dorong Dunia Percepat Penyediaan Vaksin TBC Baru

Jumat, 9 Februari 2024 - 20:51 WIB

Kisah Kecelakaan Mobil yang Dialami The Beatles Saat Awal Karir Jadi Mantra Kesuksesan

Rabu, 7 Februari 2024 - 22:10 WIB

Polisi Masukan Aktivis Perempuan Pro Demokrasi Hong Kong Agnes Chow Sebagai DPO

Senin, 5 Februari 2024 - 19:39 WIB

Mantan Pejabat Trump Tewas Ditembak Kepalanya

Minggu, 4 Februari 2024 - 23:44 WIB

Baku Tembak di Perbatasan Myanmar-Bangladesh, Penjaga Lari Cari Perlindungan

Berita Terbaru

Pengembangan Desa Wisata Jangan Abaikan Kearifan Lokal. (Foto: istimewa)

Wisata

Pengembangan Desa Wisata Jangan Abaikan Kearifan Lokal

Kamis, 22 Feb 2024 - 20:11 WIB

Hasanal Mulkan, kuasa hukum dua Caleg di Empat Lawang yang mengaku bahwa adanya jual beli surat suara di TPS saat Pemilu. Temuan itupun kini sudah dilaporkan ke Bawaslu Sumatera Selatan.(KOMPAS.COM/AJI YK PUTRA)

Nasional

2 Caleg Laporkan Dugaan Adanya Jual Beli Suara di Sumsel

Kamis, 22 Feb 2024 - 19:51 WIB

IKRAR SETIA NKRI- Hamrudin, narapidana terorisme (napiter) (tengah) saat mengucapkan ikrar setia kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) bersama dua napiter lainnya, Bustar bin Tahang, dan Riza Bagus Melian di Lapas Kelas I Madiun, Kota Madiun, Jawa Timur, Kamis (22/2/2024).(KOMPAS.com/MUHLIS AL ALAWI)

Nasional

Tangis Napi Terorisme Saat Ikrar Setia NKRI di Lapas Madiun

Kamis, 22 Feb 2024 - 19:45 WIB