Israel Imbau Warganya Segera Tinggalkan Mesir lalu Yordania

Sumutterkini.com – ┬ámeminta warganya segera meninggalkan Mesir kemudian juga Yordania. Hal ini disebabkan ketegangan semakin meningkat akibat perang di tempat dalam Jalur Gaza, .

“Dewan Keamanan Nasional Israel menaikkan peringatan perjalanannya untuk Mesir (termasuk Sinai) kemudian Yordania ke level 4 (ancaman tinggi),” tulis pemerintah Israel dalam keterangan resmi, seperti diberitakan AFP.

“Disarankan untuk tiada melakukan perjalanan ke negara-negara ini lalu bagi merek yang dimaksud tinggal dalam dalam sana harap untuk pergi… sesegera mungkin,” lanjut mereka.

Pengumuman itu dirilis beberapa hari usai Israel menarik diplomatnya dari Turki. Keputusan itu menyusul imbauan sebelumnya yang tersebut yang mengajukan permohonan warga Israel segera meninggalkan Turki.

Seruan evakuasi itu muncul setelah adanya berunjuk rasa berhari-hari pada Timur Tengah atas pemboman Israel pada tempat Jalur Gaza. Insiden yang digunakan digunakan berlanjut menjadi perang antara milisi Hamas Palestina dengan Israel terus memanas hingga saat ini.

Pada Jumat (20/10) kemarin, korban perang tercatat mencapai 5.618 orang. Kementerian Kesehatan Gaza melaporkan jumlah keseluruhan total korban tewas dalam Jalur Gaza mencapai 4.137 orang, sedangkan 13.162 orang lainnya mengalami luka-luka.

Juru bicara Kementerian Kesehatan, Ashraf Al Qidra, mengatakan dari total korban tewas, 1.661 di dalam tempat antaranya merupakan anak-anak.

Terpisah, Kementerian Kesehatan juga mencatat 81 warga Palestina pada Tepi Barat meninggal dunia imbas perang di dalam tempat kawasan itu. Sementara itu, di area tempat pihak Israel, jumlah agregat agregat korban meninggal dunia 1.400 orang.

Perang antara Hamas Palestina lalu Israel terus panas sejak pecah pada 7 Oktober 2023. Warga Palestina dalam Jalur Gaza jadi korban oleh sebab itu menerima hujan roket kemudian blokade total dari Israel.

Warga Gaza saat ini mengalami krisis air, listrik, makanan, obat-obatan, hingga substansi bakar buntut perang. Israel pun terus-menerus menolak membuka perbatasan bagi pengiriman bantuan kemanusiaan di dalam dalam wilayah kantong itu.

Ratusan truk berisi bantuan kemanusiaan sendiri sudah mengantre dalam tempat sekitar perbatasan Rafah, satu-satunya perbatasan Gaza dengan Mesir selain dengan Israel.

(Cw1/Sumutterkini.com)

Sumber CNNIndonesia

Komentar