Hotman Paris Soroti Kasus Cabul Terhadap Anak 7 Tahun di Langkat : Pak Jokowi, Oknum Aparat di Sana Kurang Tanggap

- Wartawan

Jumat, 2 Februari 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pelaku pencabulan F alias PD (13) saat diamankan Sat Reskrim Polres Langkat (30/1/2024).

Pelaku pencabulan F alias PD (13) saat diamankan Sat Reskrim Polres Langkat (30/1/2024).

Sumutterkini.com, LANGKATKasus pencabulan terhadap anak berusia tujuh tahun di Kecamatan Secanggang, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara, mendapat sorotan langsung oleh pengacara kondang, Hotman Paris.

Melalui video yang diunggah di Instagram pribadinya, Hotman Paris menyampaikan pesan kepada Presiden Indonesia, Joko Widodo agar memperhatikan oknum aparat penegak hukum yang menangani perkara tersebut.

“Bapak Jokowi kasus viral anak cewek berumur tujuh tahun diperkosa dicabuli dua orang pelaku. Tapi sepertinya oknum aparat di sana kurang tanggap di Kabupaten Langkat, Sumatera Utara,” ujar Hotman, Jumat (2/2/2024).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Lanjut Hotman, ia meminta kepada Presiden Indonesia agar memberi atensinya, dan jangan sampai kejadian ini nantinya dijadikan senjata oleh lawan-lawan politik.

“Pak Jokowi tolong kasih atensi, karena nanti lawan-lawan politik akan memakai ini sebagai bukti bahwa penegakan hukum tumpul di Indonesia. Dan sudah berulang-ulang capres tertentu, mengutarakan itu bahkan dalam debat capres resmi,” ujar Hotman.

Hotman menambahkan, jika kasus pencabulan yang dialami anak berusia tahun ini, adalah kasus nyata, dan sudah viral di mana-mana.

“Bapak Jokowi perintahkan oknum aparat kepolisian agar cepat bekerja, sangat sedih. Sudah teriak-teriak kok blm ada kemajuan,” ujar Hotman.

“Jangan sampai ini dipakai oleh capres-capres untuk menyerang, untuk mempertanyakan penegakan hukum selama kepresidenan Jokowi. Tim Hotman Paris sudah bergerak di Langkat,” tegasnya.

Sementara itu, satu dari dua pelaku yang mencabuli anak berusia tujuh tahun ini, sudah diamankan Sat Reskrim Polres Langkat.

Baca Juga  M Ali Yusuf Siregar Resmi Dilantik Jadi Bupati Deli Serdang Definitif

Adapun pelaku yang telah ditangkap berinisial F alias PD yang ternyata masih berusia 13 tahun. Ia diamankan Sat Reskrim Polres Langkat dirumah pamannya di Kecamatan Hamparan Perak, Deliserdang pada, Senin (29/1/2024) sekitar pukul 05.30 WIB.

Kasi Humas Polres Langkat, AKP Rajendra Kusuma, Unit PPA Sat Reskrim Polres Langkat dipastikan serius dalam menindaklanjuti laporan perkara cabul tersebut.

“Kemarin kenapa pelaku belum ditangkap, tentunya ada alat bukti yang harus diperoleh terlebih dahulu, yang sifatnya wajib seperti hasil visum,” ujar Rajendra.

Kasi Humas Polres Langkat ini menambahkan, penyidik akan terus menangani kasus ini sampai tuntas. Dan akan mengembangkan setiap keterangan dan alat bukti yang diperoleh sesuai undang-undang yang berlaku

Sedangkan itu, terhadap pelaku disangkakan perkara persetubuhan terhadap anak sebagaimana dimaksud dalam Pasal 76 D Jo Pasal 81 ayat (1,2) subsider Pasal 76 E Jo Pasal 82 ayat (1) UU RI No 17 tahun 2016 Tentang Perubahan atas UU RI No 35 Tahun 2014 tentang perubahan atas UU UU RI No 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak.

Sementara itu, pelaku lainnya berinisial IS (40) belum diamankan pihak kepolisian. IS kabur usai ayah korban bernama Ramlan melaporkan perkara ini ke Polres Langkat.

Pelaku IS juga disebut-sebut atau dianggap Ramlan sebagai pakciknya sendiri.

Namun siapa sangka, kedekatan itu dimanfaatkan pelaku IS untuk mencabuli anak Ramlan yang masih berusia 7 tahun. (rsy/sumutterkini.com)

Berita Terkait

Guru Honorer Galang Dana untuk PTUN-kan Pemkab Langkat atas Kecurangan Seleksi PPPK
WNA Ikut Serta Hari Peduli Sampah Nasional Diperingati di Bukit Lawang, 642 Kg Sampah Terkumpul
5 Daerah di Aceh Masuk Nominasi Kandidat Paritrana Awards 2024
Dedi Iskandar Batubara Puncaki Perhitungan Sementara Suara DPD RI Sumut di Pemilu 2024
Tragedi Pemilu 2024: 23 KPPS Gugur, Ribuan Petugas Terkena Dampak Serius!
266 Petugas Pelaksana Pemilu di Sumut Sakit dan 2 Meninggal
Ratusan Warga Binaan Rutan Tanjung Pura Antusias Salurkan Hak Pilih di TPS Khusus
Pasangan Prabowo-Gibran Unggul di Lapas Kelas II A Binjai pada Pemilu 2024

Berita Terkait

Kamis, 22 Februari 2024 - 17:49 WIB

Guru Honorer Galang Dana untuk PTUN-kan Pemkab Langkat atas Kecurangan Seleksi PPPK

Kamis, 22 Februari 2024 - 17:11 WIB

WNA Ikut Serta Hari Peduli Sampah Nasional Diperingati di Bukit Lawang, 642 Kg Sampah Terkumpul

Kamis, 22 Februari 2024 - 06:38 WIB

5 Daerah di Aceh Masuk Nominasi Kandidat Paritrana Awards 2024

Sabtu, 17 Februari 2024 - 13:49 WIB

Dedi Iskandar Batubara Puncaki Perhitungan Sementara Suara DPD RI Sumut di Pemilu 2024

Sabtu, 17 Februari 2024 - 13:41 WIB

Tragedi Pemilu 2024: 23 KPPS Gugur, Ribuan Petugas Terkena Dampak Serius!

Sabtu, 17 Februari 2024 - 11:30 WIB

266 Petugas Pelaksana Pemilu di Sumut Sakit dan 2 Meninggal

Jumat, 16 Februari 2024 - 20:23 WIB

Ratusan Warga Binaan Rutan Tanjung Pura Antusias Salurkan Hak Pilih di TPS Khusus

Jumat, 16 Februari 2024 - 17:30 WIB

Pasangan Prabowo-Gibran Unggul di Lapas Kelas II A Binjai pada Pemilu 2024

Berita Terbaru

Kapolres Sergai Bantu Penanganan Medis Anggota KPPS yang Sakit. (Foto: istimewa)

Polisi Kita

Kapolres Sergai Bantu Penanganan Medis Anggota KPPS yang Sakit

Kamis, 22 Feb 2024 - 21:42 WIB

Pengembangan Desa Wisata Jangan Abaikan Kearifan Lokal. (Foto: istimewa)

Wisata

Pengembangan Desa Wisata Jangan Abaikan Kearifan Lokal

Kamis, 22 Feb 2024 - 20:11 WIB

Hasanal Mulkan, kuasa hukum dua Caleg di Empat Lawang yang mengaku bahwa adanya jual beli surat suara di TPS saat Pemilu. Temuan itupun kini sudah dilaporkan ke Bawaslu Sumatera Selatan.(KOMPAS.COM/AJI YK PUTRA)

Nasional

2 Caleg Laporkan Dugaan Adanya Jual Beli Suara di Sumsel

Kamis, 22 Feb 2024 - 19:51 WIB