Gerindra Kecewa Video The Dirty Vote Beredar di Masa Tenang Jelang Pencoblosan Pemilu

- Wartawan

Selasa, 13 Februari 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gerindra Kecewa Video The Dirty Vote Beredar di Masa Tenang Jelang Pencoblosan Pemilu. (Foto: istimewa)

Gerindra Kecewa Video The Dirty Vote Beredar di Masa Tenang Jelang Pencoblosan Pemilu. (Foto: istimewa)

Gerindra Kecewa Video The Dirty Vote Beredar di Masa Tenang Jelang Pencoblosan Pemilu

Sumutterkini.com, JAKARTA – Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Fadli Zon mengaku kecewa dengan beredarnya Video The Dirty Vote yang mengungkapkan sejumlah modus kecurangan pada Pemilu 2024 beredar YouTube dan dapat diakses secara gratis oleh masyarakat dimasa tenang menjelang Pencoblosan 14 Februari mendatang.

“Saya sendiri baru menonton beberapa menit dari awal juga tidak ada yang menarik. Jadi ini hanya kompilasi dari masa lalu yang sudah lewat,” kata Fadli, dikutip dari Nusantaraterkini.co, Senin (12/2/2024).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Fadli sendiri mengapresiasi kehadiran video ini sebagai masukan bagi demokrasi, tapi seharusnya jauh hari sebelum hari tenang video tersebut ditayangkan.

“Kalau saya mengkritik Pemilu sejak tahun 2009, 2014, dan 2019. Kami sebenarnya menunggu para akademisi ini sejak 25 tahun yang lalu sebenarnya tapi lalu bunyi belakangan. Saya hanya menyayangkan mengapa film ini diputar di hari tenang, itu yang membuat orang jadi tidak tenang,” katanya.

“Kalau saya tenang-tenang saja, tetapi maksud saya seharusnya dilakukan tidak perlu dipas-pasin jadi kesannya itu memang politis atau menunggu momentum politis. Seharusnya jauh-jauh hari melakukan edukasi dan literasi di masa-masa kampanye, dari sebulan atau 2 bulan yang lalu. Mengapa menunggu momentum di masa tenang, itu kan tidak bijak,” papar Ketua BKSAP DPR RI ini.

Baca Juga  Fadli Zon Ajak Parlemen Se-Asia Dukung Keadilan bagi Rakyat Palestina

Menurut Fadli, sebenarnya kritik itu biasa saja, tapi dibandingkan dengan dirinya dulu yang mengkritisi pemilu, maka video itu tidak ada apa-apanya.

“Mereka waktu Pemilu 2019 kemarin mengkritik tidak saat 800 lebih petugas KPPS meninggal, kan tidak ada. Minta investigasi saja tidak, padahal dalam sebuah pemilu ada orang meninggal sampai 800-an. Tidak terdengar suara mereka. Jadi wajar kalau ada kesan aktivitas itu juga bermuatan politis dan itu sah-sah saja. Tetapi fungsi intelektual akademisnya penting untuk memberikan kritik dan perbaikan ke depan,” ujar Fadli.

Menurut Fadli Zon saat ini konsentrasi masyarakat adalah Pemilu 2024 yang tinggal 2 hari ke depan.

“Saya kira konsentrasi masyarakat saat ini adalah 2 hari ke depan dan masyarakat juga tidak mengerti arti “Dirty Vote”,” ucap Fadli.

Legislator asal Dapil Jabar 5 ini mengimbau untuk menyerahkan pemilu ini kepada rakyat karena rakyat yang akan menentukan.

“Suara tiap orang itu sama, suara Presiden dengan suara seorang petani sama, suara seorang akademisi/intelektual dengan seorang buruh pun sama. Jadi serahkanlah pada rakyat untuk memilih dan refleksi kedaulatan rakyat itu akan terlihat pada 14 Februari siapa yang akan dipilih rakyat sebagai pemimpin negara,” pungkasnya.

(cw2/Sumutterkini.com)

Penulis : Cw2

Editor : Winata

Sumber Berita : Nusantaraterkini.co

Berita Terkait

SOKSI Sumut: Hasto Jangan Kurang Ajar ke Presiden Jokowi
Kaesang Pastikan Istrinya, Erina Gudono Tak Maju Jadi Calon Bupati Sleman
Ditanya Rencana Pertemuan dengan Megawati, Prabowo Hanya Lambaikan Tangan
Kapolres Nias dan Ketua Bhayangkari Kunjungi Pos Pengamanan Idul Fitri
Prabowo Tunggu dan Hormati Putusan MK soal Sengketa Pilpres 2024
Soal Cak Imin Maju di Pilgub Jatim, PKB: 1000 Persen Enggak Betul
Prabowo: Para Pemimpin Bersatu, Indonesia Siap Hadapi Tantangan Besar
DPR Sahkan RUU Daerah Khusus Jakarta, Fraksi PKS Menolak

Berita Terkait

Senin, 15 April 2024 - 23:20 WIB

SOKSI Sumut: Hasto Jangan Kurang Ajar ke Presiden Jokowi

Senin, 15 April 2024 - 22:22 WIB

Kaesang Pastikan Istrinya, Erina Gudono Tak Maju Jadi Calon Bupati Sleman

Kamis, 11 April 2024 - 23:25 WIB

Ditanya Rencana Pertemuan dengan Megawati, Prabowo Hanya Lambaikan Tangan

Senin, 8 April 2024 - 17:21 WIB

Kapolres Nias dan Ketua Bhayangkari Kunjungi Pos Pengamanan Idul Fitri

Senin, 1 April 2024 - 22:30 WIB

Prabowo Tunggu dan Hormati Putusan MK soal Sengketa Pilpres 2024

Senin, 1 April 2024 - 15:05 WIB

Soal Cak Imin Maju di Pilgub Jatim, PKB: 1000 Persen Enggak Betul

Sabtu, 30 Maret 2024 - 09:07 WIB

Prabowo: Para Pemimpin Bersatu, Indonesia Siap Hadapi Tantangan Besar

Kamis, 28 Maret 2024 - 12:28 WIB

DPR Sahkan RUU Daerah Khusus Jakarta, Fraksi PKS Menolak

Berita Terbaru

BPJS: Banyak Anak Baru Lahir Belum Miliki NIK. (Foto: Nusantaraterkini.co)

Medan

BPJS: Banyak Anak Baru Lahir Belum Miliki NIK

Selasa, 16 Apr 2024 - 22:15 WIB

Hari Pertama Kerja, Pegawai RSU Haji Hadir 100 Persen. (Foto: istimewa)

Berita

Hari Pertama Kerja, Pegawai RSU Haji Hadir 100 Persen

Selasa, 16 Apr 2024 - 18:59 WIB