Gerebek Lokasi Tambang Pasir Ilegal di Batam, Polisi Tetapkan 2 Tersangka

- Wartawan

Selasa, 6 Februari 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi dipenjara.

Ilustrasi dipenjara.

Sumutterkini.com, BATAM – Jajaran Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Kepri kembali membongkar aktivitas penambang pasir ilegal di Batam, Kepulauan Riau.

Dari pengungkapan kasus ini, Ditreskrimsus Polda Kepri menyita dua mesin dompeng, dua kendaraan roda empat, pipa paralon, selang, buku catatan, dan puluhan meter kubik pasir dari hasil tambang ilegal tersebut.

Direktur Ditreskrimsus Polda Kepri, Kombes Pol Putu Yudha Prawira mengatakan, pengungkapan kasus ini berdasarkan dari dua laporan polisi (LP) yang diterima pihaknya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Yakni laporan polisi nomor: LP-A/1/I/2024/SPKT-KEPRI tanggal 9 Januari 2024 dan nomor: LP-A/4/I/2024/SPKT-KEPRI tanggal 29 Januari 2024 tentang kasus tambang pasir ilegal.

“Kejadian ini terjadi pada tanggal 8 Januari 2024 dan 29 Januari 2024 di mana 2 tersangka yang diamankan adalah inisial HK dan inisial SD,” kata Yudha di Mapolda Kepri, Selasa (6/2/2024) dikutip Kompas.com.

Yudha mengungkapkan, modus kedua tersangka hampir sama dengan pelaku sebelumnya.

Yakni melakukan penambangan pasir dengan menggunakan mesin dompeng, pipa paralon, selang, cangkul, sekop, saringan pasir, dan mobil dump truck. Yang mana kegiatan penambangan tersebut tidak memiliki izin alias ilegal.

Baca Juga  Muncul Instagram Geng Motor 'Simple Life Langkat' Posting Sajam dan Struktur Kelompok

“Modusnya sama dengan pelaku-pelaku sebelumnya yang kami amankan, ada dugaan kedua ini pemain lama, cuma berhasil lolos saat penggerebekan sebelumnya,” ucap Yudha.

Yudha menyebutkan, untuk kerugian negara dari tersangka inisial HK sebesar Rp 150 juta, di mana pelaku menjalankan aksinya sudah lebih dari dua bulan.

“Sementara untuk kerugian negara dari tersangka inisial SD kurang lebih sebesar Rp 1,8 miliar, karena tersangka ini sudah beroperasi lebih dari dua tahun,” ungkap Yudha.

Akibat dari perbuatannya, sambung Yudha, kedua tersangka dikenakan Pasal 158 Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 4 Tahun 2009 tentang Pertambangan Mineral dan Batubara sebagaimana diubah dalam UU RI Nomor 3 Tahun 2020 tentang perubahan atas UU Nomor 4 Tahun 2009 tentang Pertambangan Mineral dan Batubara dengan pidana penjara paling lama 5 tahun dan denda paling banyak Rp 100 miliar.

“Kedua tersangka terancam hukuman 5 tahun penjara dan denda Rp 100 miliar,” pungkas Yudha. (rsy/sumutterkini.com)

Berita Terkait

Berkas Perkara NW Tersangka Tipu Gelap Masuk Anggota TNI-Polri Dilimpahkan Polda Sumut ke Jaksa
Perjuangan Aiptu Yosep Tangkap Perampok Taksi Online di Bandung
Suami yang Bunuh dan Timbun Mayat Istri di Makassar Terancam Hukuman Mati
Pembunuhan Istri di Makassar Terbongkar Setelah 6 Tahun, Anak Diminta Berbohong
Curi Muatan Pakan Ternak dari Truk, Pelaku Pencurian Ala Bajing Loncat Dibekuk Polisi
Kronologi Warga Makasar Diserang Gerombolan Pemuda Pakai Celurit Hingga Kabur Lewat Kali
Jasad Wanita Ditimbun Suami Ditemukan Setelah 6 Tahun, Begini Kesaksian Penyewa Rumah TKP di Makassar
Korban Serangan Celurit di Jaktim Cuma Lecet, Para Pelaku Diburu

Berita Terkait

Selasa, 16 April 2024 - 22:29 WIB

Berkas Perkara NW Tersangka Tipu Gelap Masuk Anggota TNI-Polri Dilimpahkan Polda Sumut ke Jaksa

Selasa, 16 April 2024 - 17:14 WIB

Perjuangan Aiptu Yosep Tangkap Perampok Taksi Online di Bandung

Selasa, 16 April 2024 - 16:56 WIB

Suami yang Bunuh dan Timbun Mayat Istri di Makassar Terancam Hukuman Mati

Minggu, 14 April 2024 - 23:02 WIB

Pembunuhan Istri di Makassar Terbongkar Setelah 6 Tahun, Anak Diminta Berbohong

Minggu, 14 April 2024 - 19:06 WIB

Curi Muatan Pakan Ternak dari Truk, Pelaku Pencurian Ala Bajing Loncat Dibekuk Polisi

Minggu, 14 April 2024 - 16:13 WIB

Kronologi Warga Makasar Diserang Gerombolan Pemuda Pakai Celurit Hingga Kabur Lewat Kali

Minggu, 14 April 2024 - 16:01 WIB

Jasad Wanita Ditimbun Suami Ditemukan Setelah 6 Tahun, Begini Kesaksian Penyewa Rumah TKP di Makassar

Sabtu, 13 April 2024 - 23:10 WIB

Korban Serangan Celurit di Jaktim Cuma Lecet, Para Pelaku Diburu

Berita Terbaru

BPJS: Banyak Anak Baru Lahir Belum Miliki NIK. (Foto: Nusantaraterkini.co)

Medan

BPJS: Banyak Anak Baru Lahir Belum Miliki NIK

Selasa, 16 Apr 2024 - 22:15 WIB

Hari Pertama Kerja, Pegawai RSU Haji Hadir 100 Persen. (Foto: istimewa)

Berita

Hari Pertama Kerja, Pegawai RSU Haji Hadir 100 Persen

Selasa, 16 Apr 2024 - 18:59 WIB