Diduga Sebarkan Ajaran Sesat, Pria Asal Gowa Ditangkap Polisi

- Wartawan

Selasa, 13 Februari 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kapolrestabes Makassar Kombes Pol Mokhamad Ngajib didampingi pihak MUI Sulsel dan Makassar saat ekspose kasus penistaan agama dan aliran sesat di aula Mapolrestabes Makassar, Jalan Ahmad Yani, Kota Makassar, Sulsel, Selasa (13/2/2024)(Kompas.com/Reza Rifaldi)

Kapolrestabes Makassar Kombes Pol Mokhamad Ngajib didampingi pihak MUI Sulsel dan Makassar saat ekspose kasus penistaan agama dan aliran sesat di aula Mapolrestabes Makassar, Jalan Ahmad Yani, Kota Makassar, Sulsel, Selasa (13/2/2024)(Kompas.com/Reza Rifaldi)

Sumutterkini.com, SULSELPria asal Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan (Sulsel), bernama Zamroni (47) ditangkap polisi usai dilaporkan atas kasus dugaan penistaan agama atau ajaran sesat.

Zamroni ditangkap jajaran Polrestabes Makassar di salah satu rumah pengikutnya di kawasan perumahan elit di Kabupaten Bogor, Jawa Barat (Jabar), pada Selasa (13/2/2024) pagi.

Dari informasi yang didapatkan, Zamroni merupakan pemimpin dari sebuah ajaran yang bernama Taklim Makrifat.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kapolrestabes Makassar, Kombes Pol Mokhamad Ngajib mengatakan, pihaknya melakukan penangkapan terhadap Zamroni usai menerima laporan dari masyarakat.

Kata Ngajib, Zamroni dilaporkan usai melakukan dakwah yang diduga menyimpang dari syariat agama Islam di salah satu rumah pengikutnya di wilayah Kecamatan Makassar, Kota Makassar, Sulsel.

“Menanggapi dari laporan tersebut, Polresrtabes Makassar melakukan proses penyelidikan dan saat ini sudah masuk proses penyidikan,” ungkap Ngajib saat ekspose di Mapolrestabes Makassar, dikutip Kompas.com, Selasa petang.

Menerima laporan itu, polisi pun langsung berkoordinasi dengan Majelis Ulama Indonesia (MUI) cabang Kota Makassar untuk diselidiki lebih lanjut.

“Kita telah melakukan pemeriksaan terhadap saksi-saksi, baik saksi pelapor maupun saksi dari jemaahnya, dan juga saksi dari ahli, serta keterangan dari Majelis Ulama Indonesia (MUI), terkait adanya dugaan aliran sesat atau menyesatkan,” ucap Ngajib.

“Dari kronologi kejadian, tersangka (Zamroni) ini adalah pimpinan dari kelompok Taklim Makrifat yang sudah kurang lebih dua tahun menjalankan dakwah,” sambungnya.

Berdasarkan hasil pendalaman polisi dan saksi ahli, ajaran dibawah kepemimpinan Zamroni menganjurkan para pengikutnya agar tidak beribadah sesuai ajaran Islam seperti shalat dan mengaji.

Baca Juga  Siang Ini, KPU Rapat Bareng Timses untuk Tetapkan Format Debat Pilpres

Polisi menyebut, para pengikut Zamroni dapat masuk surga meski hanya melakukan sedekah terhadap dirinya.

“Z (Zamroni) menganjurkan para pengikutnya atau jemaahnya untuk banyak bersedekah melalui tersangka (Zamroni). Allah itu wujudnya laki-laki, ditemukan juga akun yang juga (milik tersangka) menyatakan Muhammad bukan nabi terakhir,” bebernya.

Selain menyebarkan ajaran secara langsung, Zamroni juga ternyata melakukan dakwah melalui media sosial.

“Modus yang dilakukan, tersangka Z (Zamroni) telah melakukan ajaran sesat dengan cara berdakwah melalui kanal YouTube dengan mengucapkan kata-kata, mengaji tidak penting karena bukan ajaran nabi dan seterusnya,” jelas Ngajib.

Perwira polisi berpangkat tiga bunga melati itu juga menjelaskan adanya potongan video yang memperlihatkan Zamroni melakukan penghinaan terhadap ulama.

“Juga tersangka mengucapkan penghinaan terhadap ulama dengan kata ‘Jancok’. Ini juga dari beberapa kata tersebut, terkait dengan penistaan terhadap agama,” katanya.

Berdasarkan hasil koordinasi dengan MUI cabang Makassar Zamroni saat ini sudah ditetapkan menjadi tersangka atas kasus dugaan penistaan agama.

“Dari hasil pemeriksaan, dinyatakan aliran itu adalah sesat. Sehingga penyidik Polrestabes Makassar menetapkan pelaku sebagai tersangka. Saat ini dia kita amankan dan dalam proses pemeriksaan dan sudah kita buktikan bahwa tersangka menyatakan telah menyebarkan informasi yang kaitannya dengan ajaran agama yang sesat,” ucapnya.

Zamroni sendiri bakal disangkakan dengan pasal 45A ayat (2) juncto pasal 28 ayat (2) Undang-undang RI Nomor 1 tahun 2024 tentang perubahan kedua atas undang-undang nomor 11 tahun 2008 tentang ITE.

“Dapat dipidana dengan maksimal 6 tahun penjara atau denda maksimal sebesar Rp1 miliar. Dan atau pasal 56 A huruf A KUHPidana dengan hukuman maksimal 5 tahun,” tandasnya. (rsy/sumutterkini.com)

Berita Terkait

Bagaimana Peluang Kursi DPR dan Caleg di Dapil Sumut I?
Banjir Kabupaten Cilacap Berangsur Surut, 450 Warga Kembali ke Rumah
MA Tolak Kasasi, Mario Dandy Tetap Dihukum 12 Tahun Penjara
Harga Ubi Jalar Naik Jadi Rp 5.500 per Kilogram di Magetan, Petani: Ini Termahal
Pertamina Dukung Suplai BBM dan Avtur untuk Ajang Pertamina Grand Prix F1 Powerboat di Danau Toba
Tak Ada Keluarga yang Mengakui, Kakek Sebatang Kara di Semarang Dimakamkan Dinsos
20 Warga di Magetan Keracunan Makanan Usai Hadiri Hajatan Selamatan Bayi
Gunung Marapi Sumbar Kembali Meletus, Bandara BIM Ditutup Sementara

Berita Terkait

Sabtu, 2 Maret 2024 - 20:37 WIB

Bagaimana Peluang Kursi DPR dan Caleg di Dapil Sumut I?

Sabtu, 2 Maret 2024 - 15:14 WIB

Banjir Kabupaten Cilacap Berangsur Surut, 450 Warga Kembali ke Rumah

Sabtu, 2 Maret 2024 - 13:07 WIB

MA Tolak Kasasi, Mario Dandy Tetap Dihukum 12 Tahun Penjara

Sabtu, 2 Maret 2024 - 12:17 WIB

Harga Ubi Jalar Naik Jadi Rp 5.500 per Kilogram di Magetan, Petani: Ini Termahal

Jumat, 1 Maret 2024 - 19:07 WIB

Pertamina Dukung Suplai BBM dan Avtur untuk Ajang Pertamina Grand Prix F1 Powerboat di Danau Toba

Jumat, 1 Maret 2024 - 18:38 WIB

Tak Ada Keluarga yang Mengakui, Kakek Sebatang Kara di Semarang Dimakamkan Dinsos

Jumat, 1 Maret 2024 - 18:01 WIB

20 Warga di Magetan Keracunan Makanan Usai Hadiri Hajatan Selamatan Bayi

Jumat, 1 Maret 2024 - 10:40 WIB

Gunung Marapi Sumbar Kembali Meletus, Bandara BIM Ditutup Sementara

Berita Terbaru

Bagaimana Peluang Kursi DPR dan Caleg di Dapil Sumut I?. (Foto: istimewa)

Nasional

Bagaimana Peluang Kursi DPR dan Caleg di Dapil Sumut I?

Sabtu, 2 Mar 2024 - 20:37 WIB