Dewas KPK Terima 67 Aduan Masyarakat Terkait Pelanggaran Etik Anggota

- Wartawan

Senin, 15 Januari 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Dewas KPK Terima 67 Aduan Masyarakat Terkait Pelanggaran Etik Anggota. (Foto: Nusantaraterkini.co)

Dewas KPK Terima 67 Aduan Masyarakat Terkait Pelanggaran Etik Anggota. (Foto: Nusantaraterkini.co)

Dewas KPK Terima 67 Aduan Masyarakat Terkait Pelanggaran Etik Anggota

Sumutterkini.com, JAKARTA Dewan Pengawas (Dewas) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menjelaskan bahwa sepanjang 2023 mereka telah menerima 67 aduan dari masyarakat terkait pelanggaran etik oleh anggota KPK.

Hal ini disampaikan oleh anggota Dewas KPK, Albertina Ho dalam konferensi pers Laporan Kinerja Dewan Pengawas KPK di Gedung Anti Corruption Learning Centre (ACLC) KPK, Senin (15/1/2024).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Jadi di tahun 2023 ini kami menerima 65 dugaan pelanggaran, kemudian 2 ini bawaan dari tahun 2022,” kata Albertina mengutip Nusantaraterkini.co.

Doa menjelaskan, 67 dugaan pelanggaran ini akan diteruskan ke unit kerja terkait di KPK. Kemudian 40 diantaranya dibuat Laporan Hasil Analisis (LHA).

Selain itu, dalam aduan ini terdapat 18 pengaduan yang disatukan dengan pengaduan yang sama karena berada pada satu kasus yang sama.

“18 pengaduan ini jadi ada pengaduan-pengaduan yang sama, ada yang sama dengan yang dibuat LAH ini,” tambahnya.

Baca Juga  Yudi Purnomo: Tindakan Setneg Sudah Tepat Tidak Memproses Pengunduran Diri Firli Bahuri

Selanjutnya, pada 2023 terdapat 3 pengaduan sidang etik yang telah disidangkan oleh Dewas KPK. Adapun salah satu pengaduan yang disidang adalah terkait pertemuan mantan ketua KPK Firli bahuri dengan Syahrul Yasin Limpo.

“Dari 22 pemeriksaan pendahuluan itu, 6 cukup alasan dilanjutkan ke sidang etik, 3 sudah dilaksanakan sidang etiknya,” jelasnya.

Kemudian, dijelaskannya, terdapat 3 pengaduan yang sedang dalam proses, sedangkan yang 15 plus 1 tidak cukup bukti atau tidak cukup alasan untuk dilanjutkan ke sidang etik.

“Yang tidak cukup alasan ini, yang 3 dilanjutkan ke unit terkait, kemudian yang 3 dibuat surat teguran, lalu surat jawaban kepada pelapor 9, lalu arsip 1,” jelasnya.

Selanjutnya, ia mengatakan terdapat 3 aduan yang telah dilanjutkan ke sidang etik. “Yang dua terbukti, kasus AM telah dijatuhkan sanksi sedang dan kasus FB telah dijatuhkan sanksi berat,” tuturnya.

(Cw2/Sumutterkini.com)

Penulis : Cw2

Editor : Winata

Sumber Berita : Nusantaraterkini.co

Berita Terkait

Muhammadiyah: Konten Tukar Pasangan Gus Samsudin Menyesatkan
Kutuk Konten Tukar Pasangan, PBNU: Gus Samsudin Menistakan Agama Islam
Komisi VIII DPR Minta Konten Tukar Pasangan Gus Samsudin Ditarik dari Kanal Publik
Peristiwa Pergerakan Tanah di Bandung Barat Rusak Rumah Hingga Gedung Sekolah
Bagaimana Peluang Kursi DPR dan Caleg di Dapil Sumut I?
Banjir Kabupaten Cilacap Berangsur Surut, 450 Warga Kembali ke Rumah
MA Tolak Kasasi, Mario Dandy Tetap Dihukum 12 Tahun Penjara
Harga Ubi Jalar Naik Jadi Rp 5.500 per Kilogram di Magetan, Petani: Ini Termahal

Berita Terkait

Minggu, 3 Maret 2024 - 17:16 WIB

Muhammadiyah: Konten Tukar Pasangan Gus Samsudin Menyesatkan

Minggu, 3 Maret 2024 - 16:14 WIB

Kutuk Konten Tukar Pasangan, PBNU: Gus Samsudin Menistakan Agama Islam

Minggu, 3 Maret 2024 - 09:41 WIB

Peristiwa Pergerakan Tanah di Bandung Barat Rusak Rumah Hingga Gedung Sekolah

Sabtu, 2 Maret 2024 - 20:37 WIB

Bagaimana Peluang Kursi DPR dan Caleg di Dapil Sumut I?

Sabtu, 2 Maret 2024 - 15:14 WIB

Banjir Kabupaten Cilacap Berangsur Surut, 450 Warga Kembali ke Rumah

Sabtu, 2 Maret 2024 - 13:07 WIB

MA Tolak Kasasi, Mario Dandy Tetap Dihukum 12 Tahun Penjara

Sabtu, 2 Maret 2024 - 12:17 WIB

Harga Ubi Jalar Naik Jadi Rp 5.500 per Kilogram di Magetan, Petani: Ini Termahal

Jumat, 1 Maret 2024 - 19:07 WIB

Pertamina Dukung Suplai BBM dan Avtur untuk Ajang Pertamina Grand Prix F1 Powerboat di Danau Toba

Berita Terbaru

Muhammadiyah: Konten Tukar Pasangan Gus Samsudin Menyesatkan. (Foto: istimewa)

Nasional

Muhammadiyah: Konten Tukar Pasangan Gus Samsudin Menyesatkan

Minggu, 3 Mar 2024 - 17:16 WIB

Politik

Hasil Hak Angket Pemilu 2024 Tidak Bisa Jadi Bukti di MK

Minggu, 3 Mar 2024 - 16:01 WIB