Dewas KPK: 63 Pegawai KPK Sudah Diperiksa Terkait Sidang Etik Pungli

- Wartawan

Selasa, 23 Januari 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Dewas KPK: 63 Pegawai KPK Sudah Diperiksa Terkait Sidang Etik Pungli. (Foto: pinterest)

Dewas KPK: 63 Pegawai KPK Sudah Diperiksa Terkait Sidang Etik Pungli. (Foto: pinterest)

Dewas KPK: 63 Pegawai KPK Sudah Diperiksa Terkait Sidang Etik Pungli

Sumutterkini.com, JAKARTA Anggota Dewan Pengawas Komisi Pemberantasan Korupsi (Dewas KPK) Syamsuddin Haris mengatakan terhadap 63 pegawai KPK sudah diperiksa terkait sidang etik pungutan liar (pungli) di rumah tahanan (rutan).

“(Total yang diperiksa) 45 ditambah 18, berapa itu (63). sampai sekarang (yang diperiksa) udah 63,” kata Syamsudin di Gedung Anti Corruption Learning Centre (ACLC), Jakarta Selatan, dikutip dari Nusantaraterkini.co, Selasa (22/1/2024).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Syamsudin mengungkapkan persidangan etik terkait kasus pungli rutan ini masih dalam tahap penyelidikan, belum sampai tahap penyidikan. Kemudian, kasus pungli ini dijelaskannya terjadi pada tiga rumah tahanan.

“Yang pertama di (Gedung) Merah Putih, yang kedua di sini C1, ketiga di Rutan Guntur,” jelasnya.

Syamsudin menerangkan, bahwa tahanan mendapatkan uang dari keluarga untuk membayar pungli. “Ada yang cash, ada yang transfer juga,” tuturnya.

Baca Juga  Ditetapkan Sebagai Tersangka, Bupati Labuhanbatu Diduga Terima Suap Rp1,7 Miliar

Terkait penggunaan uang tersebut, diungkapkannya, digunakan untuk berbagai keperluan, tak hanya untuk pertemuan di luar jam besuk tahanan.

“Ya segala macam lah. Ada pesan makanan. Untuk bisa menggunakan HP, mungkin juga untuk yang dimaksud itu ya (suap pungli untuk besuk di luar jadwal kunjungan tahanan),” tuturnya.

Sementara itu, ia mengatakan uang hasil pungli yang diterima belum ada dibelikan barang oleh pegawai KPK yang diduga lakukan pelanggaran etik.

“Enggak (nggak ada uang yang diterima dibelikan barang). Lagipula itu tidak sekaligus, jadi ada yang sebulan dapat satu juta,sebulan dapat 1,5 juta, sesuai dengan posisi masing-masing,” jelasnya.

Diketahui, setelah rentetan sidang etik, Dewas KPK baru akan membacakan keputusan pungli dalam Lembaga Antirasuah ini pada 15 Februari 2024.

(cw2/Sumutterkini.com)

Penulis : Cw2

Editor : Winata

Sumber Berita : Nusantaraterkini.co

Berita Terkait

Bagaimana Peluang Kursi DPR dan Caleg di Dapil Sumut I?
Banjir Kabupaten Cilacap Berangsur Surut, 450 Warga Kembali ke Rumah
MA Tolak Kasasi, Mario Dandy Tetap Dihukum 12 Tahun Penjara
Harga Ubi Jalar Naik Jadi Rp 5.500 per Kilogram di Magetan, Petani: Ini Termahal
Pertamina Dukung Suplai BBM dan Avtur untuk Ajang Pertamina Grand Prix F1 Powerboat di Danau Toba
Tak Ada Keluarga yang Mengakui, Kakek Sebatang Kara di Semarang Dimakamkan Dinsos
20 Warga di Magetan Keracunan Makanan Usai Hadiri Hajatan Selamatan Bayi
Gunung Marapi Sumbar Kembali Meletus, Bandara BIM Ditutup Sementara

Berita Terkait

Sabtu, 2 Maret 2024 - 20:37 WIB

Bagaimana Peluang Kursi DPR dan Caleg di Dapil Sumut I?

Sabtu, 2 Maret 2024 - 15:14 WIB

Banjir Kabupaten Cilacap Berangsur Surut, 450 Warga Kembali ke Rumah

Sabtu, 2 Maret 2024 - 13:07 WIB

MA Tolak Kasasi, Mario Dandy Tetap Dihukum 12 Tahun Penjara

Sabtu, 2 Maret 2024 - 12:17 WIB

Harga Ubi Jalar Naik Jadi Rp 5.500 per Kilogram di Magetan, Petani: Ini Termahal

Jumat, 1 Maret 2024 - 19:07 WIB

Pertamina Dukung Suplai BBM dan Avtur untuk Ajang Pertamina Grand Prix F1 Powerboat di Danau Toba

Jumat, 1 Maret 2024 - 18:38 WIB

Tak Ada Keluarga yang Mengakui, Kakek Sebatang Kara di Semarang Dimakamkan Dinsos

Jumat, 1 Maret 2024 - 18:01 WIB

20 Warga di Magetan Keracunan Makanan Usai Hadiri Hajatan Selamatan Bayi

Jumat, 1 Maret 2024 - 10:40 WIB

Gunung Marapi Sumbar Kembali Meletus, Bandara BIM Ditutup Sementara

Berita Terbaru

Bagaimana Peluang Kursi DPR dan Caleg di Dapil Sumut I?. (Foto: istimewa)

Nasional

Bagaimana Peluang Kursi DPR dan Caleg di Dapil Sumut I?

Sabtu, 2 Mar 2024 - 20:37 WIB