Datangi Tetangga, Balita di Malang Menangis dan Cerita Ibunya Dipaksa Minum “Racun” oleh Sang Ayah

- Wartawan

Kamis, 25 Januari 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Rumah korban dan pelaku KDRT di Desa Watugede, Kecamatan Singosari, Kabupaten Malang dipagari garis polisi.(KOMPAS.COM/Imron Hakiki

Rumah korban dan pelaku KDRT di Desa Watugede, Kecamatan Singosari, Kabupaten Malang dipagari garis polisi.(KOMPAS.COM/Imron Hakiki

Sumutterkini.com, JATIM – DS (41), ibu rumah tangga di Desa Watugede, Kecamatan Singosari, Kabupaten Malang, Jawa Timur (Jatim) diduga jadi korban kekerasan dalam rumah tangga.

Ia diduga dipaksa minum cairan pembersih lantai oleh suaminya sendiri pada Rabu (25/1/2024) siang. Korban kemudian dilarikan ke rumah sakit dan dinyatakan meninggal dunia pada Rabu Malam.

D (57), tetangga korban bercerita pada Rabu pagi ia mendengar DS dan suaminya, DMM bertengkar. Tak lama, anak nomor dua korban yang masih balita datang menemuinya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Setelah saya pulang dan tiba di rumah, ternyata salah satu anak korban atau bocah 5 tahun yang berinisial Y (5) sudah berdiri di depan sambil menangis,” ujar dia pada Kamis (25/1/2024), dikutip dari Kompas.com.

“Saya tanya ke Y, ada apa kok menangis, lalu Y menjawab punya air putih. Saya jawab buat apa dan Y jawab untuk ibunya karena minum racun, tapi saat itu jawaban Y kurang jelas pengucapannya,” lanjut dia.

D bersama tetangga lainnya langsung mendatangi rumah korban dan menemukan DS dalam kondisi terlentang dengan mulut berbus. Sementara itu suaminya, DDM sudah tak ada di rumah.

“Sama warga, langsung dievakuasi dan dibawa ke puskesmas terdekat. Lalu setelah itu, korban dirujuk ke RS Marsudi Waluyo Singosari,” tambah D.

Menurut D, ia sempat bertanya ke anak sulung DS yang berinisial S untuk mengetahui kejadian tersebut.

“Saya tanya ke anak pertama korban, dan katanya ibunya seperti itu karena dicekoki atau dipaksa minum racun oleh ayahnya (suami korban). Dan yang jelas, saat korban ditemukan keracunan, suaminya itu sudah pergi meninggalkan rumah,” terang Dewi.

DS dan suaminya tinggal di rumah tersebut sejak tahun 2015 dan memiliki tiga orang anak.

Baca Juga  Pemko Binjai Gelar Pasar Murah Keliling di 5 Kecamatan, Pastikan Pasokan Jelang Imlek dan Puasa Aman

Lapor ke polisi dini hari

Kapolsek Singosari, Kompol Masyhur Ade, mengonfirmasi peristiwa ini terjadi pada Rabu sekira pukul 13.00 WIB. Namun kejadian tersebut baru dilaporkan pada Kamis (25/1/2024) sekira pukul 01.20 WIB.

“Awalnya pelapor yang merupakan tetangga korban didatangi oleh anaknya. Ia memberitahukan bahwa korban atau ibunya telah dipaksa oleh bapaknya untuk meminum pembersih lantai dan muntah-muntah,” ujar Ade, Rabu (25/1/2024).

Kemudian, pelapor bergegas menuju ke rumah korban dan terkejut saat melihat kondisi korban sudah dalam keadaan telentang di dalam rumahnya dan mulutnya mengeluarkan busa.

Pelapor dan anak korban membawa ibunya ke Rumah Sakit Marsudi Waluyo, Singosari untuk mendapatkan perawatan.

“Setelah mendapatkan perawatan, sekira pukul 20.00 WIB pelapor mendapatkan informasi bahwa korban telah meninggal dunia. Selanjutnya dilaporkan kepada kami,” imbuhnya.

Usai mendapatkan laporan, petugas kepolisian langsung mendatangi TKP. Namun, pada saat didatangi bekas muntah korban sudah dibersihkan menggunakan pakaian dan botol pembersih lantai ditemukan di dapur. Kemudian petugas mendatangi RS Marsudi Waluyo.

Namun, berdasarkan keterangan pihak RS, korban telah dibawa pulang ke rumah. Lalu, petugas kepolisian kembali mendatangi rumah korban untuk melakukan koordinasi agar jenazah korban diotopsi.

“Saat ini jenazah sedang dilakukan otopsi di RSSA Malang,” kata dia.

Ia juga mengatakan telah mengamankan suami DS atau terduga pelaku sudah diamankan.

“Kasus ini masih dalam penyelidikan. Di dalam rumah korban, terdapat sisa-sisa muntahan serta botol cairan pembersih lantai. Dan saat ini, suami korban atau terduga pelaku sudah diamankan dan masih diperiksa di Polres Malang,” kata dia. (rsy/sumutterkini.com)

Berita Terkait

Bagaimana Peluang Kursi DPR dan Caleg di Dapil Sumut I?
Banjir Kabupaten Cilacap Berangsur Surut, 450 Warga Kembali ke Rumah
MA Tolak Kasasi, Mario Dandy Tetap Dihukum 12 Tahun Penjara
Harga Ubi Jalar Naik Jadi Rp 5.500 per Kilogram di Magetan, Petani: Ini Termahal
Pertamina Dukung Suplai BBM dan Avtur untuk Ajang Pertamina Grand Prix F1 Powerboat di Danau Toba
Tak Ada Keluarga yang Mengakui, Kakek Sebatang Kara di Semarang Dimakamkan Dinsos
20 Warga di Magetan Keracunan Makanan Usai Hadiri Hajatan Selamatan Bayi
Gunung Marapi Sumbar Kembali Meletus, Bandara BIM Ditutup Sementara

Berita Terkait

Sabtu, 2 Maret 2024 - 20:37 WIB

Bagaimana Peluang Kursi DPR dan Caleg di Dapil Sumut I?

Sabtu, 2 Maret 2024 - 15:14 WIB

Banjir Kabupaten Cilacap Berangsur Surut, 450 Warga Kembali ke Rumah

Sabtu, 2 Maret 2024 - 13:07 WIB

MA Tolak Kasasi, Mario Dandy Tetap Dihukum 12 Tahun Penjara

Sabtu, 2 Maret 2024 - 12:17 WIB

Harga Ubi Jalar Naik Jadi Rp 5.500 per Kilogram di Magetan, Petani: Ini Termahal

Jumat, 1 Maret 2024 - 19:07 WIB

Pertamina Dukung Suplai BBM dan Avtur untuk Ajang Pertamina Grand Prix F1 Powerboat di Danau Toba

Jumat, 1 Maret 2024 - 18:38 WIB

Tak Ada Keluarga yang Mengakui, Kakek Sebatang Kara di Semarang Dimakamkan Dinsos

Jumat, 1 Maret 2024 - 18:01 WIB

20 Warga di Magetan Keracunan Makanan Usai Hadiri Hajatan Selamatan Bayi

Jumat, 1 Maret 2024 - 10:40 WIB

Gunung Marapi Sumbar Kembali Meletus, Bandara BIM Ditutup Sementara

Berita Terbaru

Bagaimana Peluang Kursi DPR dan Caleg di Dapil Sumut I?. (Foto: istimewa)

Nasional

Bagaimana Peluang Kursi DPR dan Caleg di Dapil Sumut I?

Sabtu, 2 Mar 2024 - 20:37 WIB