Cegah Meningkatnya Diabetes, Kemenkes Sarankan Tiga Pantangan Ini

- Wartawan

Jumat, 2 Februari 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Cegah Meningkatnya Diabetes, Kemenkes Sarankan Tiga Pantangan Ini. (Foto: web Kemenkes)

Cegah Meningkatnya Diabetes, Kemenkes Sarankan Tiga Pantangan Ini. (Foto: web Kemenkes)

Cegah Meningkatnya Diabetes, Kemenkes Sarankan Tiga Pantangan Ini

Sumutterkini.com, JAKARTA Konsumsi gula, garam dan lemak berlebihan merupakan perilaku masyarakat yang mendekatkan pada risiko penyakit tidak menular (PTM) seperti tekanan darah tinggi, diabetes, dan jantung.

Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menyarankan batas konsumsi gula, garam, dan lemak (GGL) per orang per hari, yakni 50 gram atau 4 sendok makan gula, 2.000 miligram natrium/ atau 5 gram atau 1 sendok teh garam (natrium/sodium), dan lemak hanya 67 gram atau 5 sendok makan minyak goreng.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dilansir dari laman Kemenkes, Jumat (2/2/2024), konsumsi gula, garam dan lemak berlebihan dapat menyebabkan sejumlah masalah kesehatan di antaranya obesitas.

Berdasarkan Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2013 dan 2018 terjadi peningkatan obesitas penduduk usia 18 tahun ke atas, yakni dari 15,4% pada 2013 meningkat menjadi 21,8% pada 2018.

Indonesia juga memiliki prevalensi obesitas anak yang tinggi. Prevalensi obesitas pada usia 5-19 tahun meningkat dari 2.8% pada 2006 menjadi 6.1% pada 2016. Untuk kategori remaja usia 13-17, sebanyak 14.8% mengalami berat badan berlebih dan 4.6% mengalami obesitas.

Obesitas merupakan salah satu faktor risiko PTM sehingga peningkatan obesitas beriringan dengan peningkatan penyakit tidak menular di Indonesia. Data The Global Burden of Disease 2019 and Injuries Collaborators 2020 menyebutkan, PTM merupakan penyebab dari 80% kasus kematian di Indonesia.

Pemerintah sendiri berupaya mengatasi peningkatan obesitas dan penyakit tidak menular salah satunya dengan melakukan pembatasan konsumsi minuman berpemanis dalam kemasan (MBDK). Pembatasan itu dapat dicapai melalui implementasi kebijakan cukai pada produk tersebut.

Baca Juga  Vaksin Booster Kedua Bisa Didapatkan Masyarakat Secara Gratis

Urgensi penerapan cukai ini karena konsumsi tinggi minuman berpemanis dapat menyebabkan diabetes. Padahal, diabetes merupakan salah satu penyakit penyebab kematian tertinggi di Indonesia.

Berdasarkan penelitian Vasanti S Malik et al. (2019), setiap peningkatan 1 takaran saji minuman berpemanis per hari berhubungan dengan peningkatan berat badan sebesar 0,12 kg per tahun pada orang dewasa.

Kemudian, kelebihan konsumsi minuman berpemanis satu porsi per hari akan meningkatkan risiko terkena diabetes melitus tipe 2 sebesar 18%, stroke 13%, dan serangan jantung (infark miokard) 22%.

Pengenaan cukai pada MBDK dilatarbelakangi oleh dampak negatif yang ditimbulkan dari konsumsinya, baik dalam hal kesehatan masyarakat, khususnya peningkatan prevalensi PTM, maupun beban finansial yang ditanggung oleh sistem kesehatan.

Cukai MBDK salah satu intervensi yang dinilai cukup efektif untuk mengatasi PTM. Apalagi, sebanyak 108 negara yang menerapkan kebijakan ini.

Berdasarkan penelitian Ferretti dan Mariani (2019), Indonesia menempati posisi ketiga di Asia Tenggara setelah Maldives dan Thailand dengan konsumsi minuman berpemanis dalam kemasan (MBDK) sebesar 20,23 liter per orang di Asia Tenggara.

Sumber lain, Rosyada dan Ardiansyah (2017), menyebutkan konsumsi MBDK di Indonesia mengalami peningkatan 15 kali lipat dalam 20 tahun terakhir, yakni sebanyak 51 juta liter pada 1996 dan bertambah menjadi 780 juta liter pada 2014.

Diharapkan, penerapan kebijakan ini dapat memperbaiki perilaku konsumsi masyarakat, memperbaiki kesehatan masyarakat, dan mendorong reformulasi produk industri yang lebih sehat.

(cw2/Sumutterkini.com)

Penulis : Cw2

Editor : Winata

Berita Terkait

Kemenkes: Indonesia Sehat di Masa Depan Diwujudkan dengan Transformasi Kesehatan
RS Adam Malik Kirimkan Tim Medis untuk F1 Powerboat Danau Toba
Pancaroba, Dinas Kesehatan Imbau Perbanyak Minum Air Putih Hingga Makan Buah
Sudah 30 Persen, RS Haji Kebut Keterisian Fasilitas Tower A
Nakes Hingga Staf RSUP HAM Belajar Menjadi Content Creator
Petugas Penyelanggara dan Pemilih Sakit saat Pemilu di Sumut jadi 292, Dua Meninggal Dunia
Kemenkes Upayakan Deteksi Dini Kanker Lebih Mudah dan Murah di Puskesmas
Nakes RSUP HAM Bergembira Bersama Pasien Kanker Anak saat Peringatan Childhood Cancer Day

Berita Terkait

Sabtu, 2 Maret 2024 - 11:40 WIB

Kemenkes: Indonesia Sehat di Masa Depan Diwujudkan dengan Transformasi Kesehatan

Jumat, 1 Maret 2024 - 17:41 WIB

RS Adam Malik Kirimkan Tim Medis untuk F1 Powerboat Danau Toba

Jumat, 1 Maret 2024 - 16:10 WIB

Pancaroba, Dinas Kesehatan Imbau Perbanyak Minum Air Putih Hingga Makan Buah

Kamis, 29 Februari 2024 - 15:03 WIB

Sudah 30 Persen, RS Haji Kebut Keterisian Fasilitas Tower A

Jumat, 23 Februari 2024 - 18:02 WIB

Nakes Hingga Staf RSUP HAM Belajar Menjadi Content Creator

Minggu, 18 Februari 2024 - 21:47 WIB

Petugas Penyelanggara dan Pemilih Sakit saat Pemilu di Sumut jadi 292, Dua Meninggal Dunia

Minggu, 18 Februari 2024 - 13:51 WIB

Kemenkes Upayakan Deteksi Dini Kanker Lebih Mudah dan Murah di Puskesmas

Jumat, 16 Februari 2024 - 16:13 WIB

Nakes RSUP HAM Bergembira Bersama Pasien Kanker Anak saat Peringatan Childhood Cancer Day

Berita Terbaru

Bagaimana Peluang Kursi DPR dan Caleg di Dapil Sumut I?. (Foto: istimewa)

Nasional

Bagaimana Peluang Kursi DPR dan Caleg di Dapil Sumut I?

Sabtu, 2 Mar 2024 - 20:37 WIB