Cabuli Anak Usia 9 Tahun di Kota Binjai, Pelaku Dihajar Warga, Terancam 6 Tahun Penjara

- Wartawan

Sabtu, 20 Januari 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pelaku pencabulan anak di bawah umur saat diamankan pihak kepolisian dari amukan massa di Perumnas Berngam, Jalan Pratama Raya, Kecamatan Binjai Kota, Kota Binjai, Sabtu (20/1/2024).

Pelaku pencabulan anak di bawah umur saat diamankan pihak kepolisian dari amukan massa di Perumnas Berngam, Jalan Pratama Raya, Kecamatan Binjai Kota, Kota Binjai, Sabtu (20/1/2024).

Sumutterkini.com, BINJAIKasus pencabulan terhadap anak di bawah umur terjadi di Kota Binjai, Sumatera Utara.

Pelaku yang diketahui berinisial SN (33) warga Perumnas Berngam, Jalan Pratama Raya, Kecamatan Binjai Kota, Kota Binjai.

Kasus terungkap saat teman korban sebut saja bunga berusia 9 tahun, menceritakan kepada orang tua korban.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Mendengar cerita itu, orangtua korban pun membangunkan anaknya yang sedang tertidur.

Orangtua korban pun mempertanyakan kebenarannya. Singkat cerita, korban membenarkan kalau dirinya telah dicabuli pelaku.

Lantas rumah pelaku pun digeruduk masyarakat. Kerumunan masyarakat yang mengepung rumah ini sampai ke telinga kepolisian. Personel Polsek Binjai Kota pun meluncur ke lokasi untuk mengamankan pelaku.

Baca Juga  20 Face Recognition Dipasang untuk Amankan F1 Power Boat, Ini Fungsinya

Pelaku sempat diamuk massa karena marah atas perbuatan yang dilakukan pelaku. Alhasil pada bagian wajah pelaku mengalami luka.

Kejadian ini pun dibenarkan oleh Kasat Reskrim Polres Binjai, AKP Zuhatta Mahadi.

“Pelaku mengaku melakukannya sudah dua kali, yang pertama pada Desember 2023 dan Januari 2024,” ujar Zuhatta, Sabtu (20/1/2024).

Modusnya, pelaku mengajak korban bermain dan memberikan iming-iming uang sebesar Rp10 ribu.

Ia menambahkan, pelaku dengan korban adalah tetangga. Karena itu, keduanya bertemu hampir setiap hari.

“Pelaku kami tahan dan terancam hukuman kurungan penjara selama 6 tahun,” tutup Zuhatta. (rsy/sumutterkini.com)

Berita Terkait

Diduga Oknum Caleg Dapil I Langkat ‘Bermain’ di Rekapitulasi Kecamatan, Perolehan Bertambah 205 Suara
Diduga Menghirup Gas H2S, Puluhan Warga Sibanggor Dilarikan Ke Rumah Sakit
Wakapolda Sumut: Terimakasih Masyarakat Telah Menjaga Pemilu Damai
Guru Honorer Galang Dana untuk PTUN-kan Pemkab Langkat atas Kecurangan Seleksi PPPK
WNA Ikut Serta Hari Peduli Sampah Nasional Diperingati di Bukit Lawang, 642 Kg Sampah Terkumpul
5 Daerah di Aceh Masuk Nominasi Kandidat Paritrana Awards 2024
Dedi Iskandar Batubara Puncaki Perhitungan Sementara Suara DPD RI Sumut di Pemilu 2024
Tragedi Pemilu 2024: 23 KPPS Gugur, Ribuan Petugas Terkena Dampak Serius!

Berita Terkait

Sabtu, 24 Februari 2024 - 01:06 WIB

Diduga Oknum Caleg Dapil I Langkat ‘Bermain’ di Rekapitulasi Kecamatan, Perolehan Bertambah 205 Suara

Kamis, 22 Februari 2024 - 23:35 WIB

Diduga Menghirup Gas H2S, Puluhan Warga Sibanggor Dilarikan Ke Rumah Sakit

Kamis, 22 Februari 2024 - 23:02 WIB

Wakapolda Sumut: Terimakasih Masyarakat Telah Menjaga Pemilu Damai

Kamis, 22 Februari 2024 - 17:49 WIB

Guru Honorer Galang Dana untuk PTUN-kan Pemkab Langkat atas Kecurangan Seleksi PPPK

Kamis, 22 Februari 2024 - 17:11 WIB

WNA Ikut Serta Hari Peduli Sampah Nasional Diperingati di Bukit Lawang, 642 Kg Sampah Terkumpul

Kamis, 22 Februari 2024 - 06:38 WIB

5 Daerah di Aceh Masuk Nominasi Kandidat Paritrana Awards 2024

Sabtu, 17 Februari 2024 - 13:49 WIB

Dedi Iskandar Batubara Puncaki Perhitungan Sementara Suara DPD RI Sumut di Pemilu 2024

Sabtu, 17 Februari 2024 - 13:41 WIB

Tragedi Pemilu 2024: 23 KPPS Gugur, Ribuan Petugas Terkena Dampak Serius!

Berita Terbaru