Bawa 1 Kg Sabu Pakai Ambulan Pelat Merah di Aceh, Sopir Diburu Polisi

- Wartawan

Senin, 12 Februari 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi Ambulan.

Ilustrasi Ambulan.

Sumutterkini.com, LANGSA – Sebuah ambulans pelat merah Puskesmas Lhoksukon, Kabupaten Aceh Utara, Provinsi Aceh, disita polisi karena diduga dipakai untuk membawa sabu-sabu.

Sopir ambulans berinisial TR itu merupakan pegawai honorer di Puskesmas Lhoksukon. Ia kini menjadi buronan polisi. Namanya sudah dimasukkan dalam daftar pencarian orang (DPO).

“Barang bukti yang kita sita satu paket sabu-sabu seberat 1.061 gram. TR ini diduga menjual sabu-sabu,” ujar Kepala Kepolisian Resor (Kapolres) Langsa AKBP Andy Rahmansyah, dlansir Kompas.com, Minggu (11/2/2024).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Nama TR tersangkut setelah polisi menangkap tiga orang asal Kabupaten Aceh Timur, yakni berinisial AM (29), IW (33), dan MN (36).

Andy mengatakan, penangkapan itu bermula saat polisi mendapat informasi soal para pelaku yang kerap mengedarkan sabu.

Baca Juga  Pertemuan Chennai, Indonesia Sampaikan Komitmen dalam Pengurangan Risiko Bencana

“Jadi, kita dalami informasi, sehingga mengarah ketiga pelaku,” ucapnya. Polisi meringkus ketiga orang itu di lokasi terpisah.

Sopir ambulans dipecat

Terkait kasus ini, Kepala Dinas Kesehatan Aceh Utara Amir Syarifuddin menuturkan bahwa pihaknya sudah memecat TR.

“Dia sejak ditetapkan sebagai DPO (Daftar Pencarian Orang) Polres Langsa langsung kita pecat,” ungkapnya, Minggu.

Amir juga menjelaskan, dirinya sudah menghubungi Polres Aceh Timur. Ia meminta agar ambulans yang sedang dijadikan barang bukti bisa dipinjam pakai untuk melayani pasien di Puskesmas Lhoksukon.

“Kami komunikasi dengan Polres Langsa juga agar ambulans bisa tetap digunakan,” tuturnya.

Di samping itu, Amir mengaku telah memperingatkan Kepala Puskesmas Lhoksukon supaya lebih ketat mengawasi pegawainya.

“Sehingga peristiwa sejenis ini tidak terjadi lagi,” jelasnya. (rsy/sumutterkini.com)

Berita Terkait

2 Caleg Laporkan Dugaan Adanya Jual Beli Suara di Sumsel
Tangis Napi Terorisme Saat Ikrar Setia NKRI di Lapas Madiun
Bercanda Ada Bom, Penumpang Asal Padang Tujuan Sumut Ditangkap di BIM
Harga Beras Sentuh Rp 17.000, Penjual : 25 Tahun Saya Jualan, Ini yang Paling Mahal
BMKG Bantah Angin Kencang di Rancaekek dan Jatinangor Tornado
Dilema Pengusaha Warteg, Ingin Naikkan Harga tapi Takut Pelanggan Kabur
Dilantik jadi Menkopolhukam, Ini Pesan Komisi III ke Hadi Tjahjanto
Bamsoet Apresiasi Ditandatanganinya Perpres Hak Cipta Penerbit di Hari Pers Nasional

Berita Terkait

Kamis, 22 Februari 2024 - 19:51 WIB

2 Caleg Laporkan Dugaan Adanya Jual Beli Suara di Sumsel

Kamis, 22 Februari 2024 - 19:45 WIB

Tangis Napi Terorisme Saat Ikrar Setia NKRI di Lapas Madiun

Kamis, 22 Februari 2024 - 18:37 WIB

Bercanda Ada Bom, Penumpang Asal Padang Tujuan Sumut Ditangkap di BIM

Kamis, 22 Februari 2024 - 18:27 WIB

Harga Beras Sentuh Rp 17.000, Penjual : 25 Tahun Saya Jualan, Ini yang Paling Mahal

Kamis, 22 Februari 2024 - 18:21 WIB

BMKG Bantah Angin Kencang di Rancaekek dan Jatinangor Tornado

Kamis, 22 Februari 2024 - 17:59 WIB

Dilema Pengusaha Warteg, Ingin Naikkan Harga tapi Takut Pelanggan Kabur

Rabu, 21 Februari 2024 - 18:55 WIB

Dilantik jadi Menkopolhukam, Ini Pesan Komisi III ke Hadi Tjahjanto

Selasa, 20 Februari 2024 - 22:20 WIB

Bamsoet Apresiasi Ditandatanganinya Perpres Hak Cipta Penerbit di Hari Pers Nasional

Berita Terbaru

Pengembangan Desa Wisata Jangan Abaikan Kearifan Lokal. (Foto: istimewa)

Wisata

Pengembangan Desa Wisata Jangan Abaikan Kearifan Lokal

Kamis, 22 Feb 2024 - 20:11 WIB

Hasanal Mulkan, kuasa hukum dua Caleg di Empat Lawang yang mengaku bahwa adanya jual beli surat suara di TPS saat Pemilu. Temuan itupun kini sudah dilaporkan ke Bawaslu Sumatera Selatan.(KOMPAS.COM/AJI YK PUTRA)

Nasional

2 Caleg Laporkan Dugaan Adanya Jual Beli Suara di Sumsel

Kamis, 22 Feb 2024 - 19:51 WIB

IKRAR SETIA NKRI- Hamrudin, narapidana terorisme (napiter) (tengah) saat mengucapkan ikrar setia kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) bersama dua napiter lainnya, Bustar bin Tahang, dan Riza Bagus Melian di Lapas Kelas I Madiun, Kota Madiun, Jawa Timur, Kamis (22/2/2024).(KOMPAS.com/MUHLIS AL ALAWI)

Nasional

Tangis Napi Terorisme Saat Ikrar Setia NKRI di Lapas Madiun

Kamis, 22 Feb 2024 - 19:45 WIB