Bareskrim Akui Belum Terima Laporan PPATK Terkait Temuan Transaksi Mencurigakan Jelang Pemilu 2024

- Wartawan

Jumat, 12 Januari 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bareskrim Akui Belum Terima Laporan PPATK Terkait Temuan Transaksi Mencurigakan Jelang Pemilu 2024. (Foto: google)

Bareskrim Akui Belum Terima Laporan PPATK Terkait Temuan Transaksi Mencurigakan Jelang Pemilu 2024. (Foto: google)

Bareskrim Akui Belum Terima Laporan PPATK Terkait Temuan Transaksi Mencurigakan Jelang Pemilu 2024

Sumutterkini.com, JAKARTA Direktorat Tindak Pidana Ekonomi Khusus (Dittipideksus) Bareskrim Polri hingga kini belum menerima laporan dari Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) terkait temuan transaksi mencurigakan jelang Pemilu 2024.

Direktur Dittipideksus Bareskrim Polri Brigjend Whisnu Hermawan mengatakan, pihaknya akan melakukan koordinasi dengan PPATK terkait temuan tersebut. Temuan itu terkait transaksi mencurigakan yang mengalir ke calon legislatif (caleg) dan partai politik.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Sampai sekarang saya belum dapat. Nanti saya koordinasi dengan PPATK,” kata Whisnu dalam keterangan tertulisnya, dikutip dari Nusantaraterkini.co, Kamis (11/1/2024).

Whisnu mengaku belum bisa menjelaskan lebih jauh karena belum menerima laporan terkait temuan itu dari PPATK.

Adapun temuan PPATK soal adanya transaksi hingga Rp80,6 triliun dengan angka paling tinggi untuk satu parpol mencapai Rp9,4 triliun, termasuk aliran dana Rp7,7 triliun ke para caleg yang bersumber dari luar negeri.

Seperti diberitakan, PPATK mencatat kenaikan transaksi dan peningkatan pembukaan rekening baru sepanjang tahun 2023 atau menjelang Pemilu 2024 yang akan dihelat pada 14 Februari 2024.

Baca Juga  Cak Imin Ungkap Punya Musuh Sama Bareng Anies: Stagnasi, Kemandekan

Temuan ini diumumkan PPATK dalam agenda Refleksi Kerja PPATK Tahun 2023, Jakarta, Rabu (10/1/2024).

PPATK mencatat kenaikan transaksi pada rekening sejumlah partai politik (parpol) setelah menyandingkan enam juta nama pengurus dan anggota parpol yang jumlah transaksinya mencapai Rp80,67 triliun.

Selain itu, PPATK mencatat jumlah pembukaan rekening baru mencapai 704.068.458 sepanjang tahun 2022 hingga semester III tahun 2023 antara lain 53 juta Customer Information File (CIF) dibuka korporasi dan 650 juta CIF dibuka untuk individu.

Selain itu, PPATK menemukan transaksi dari luar negeri mengalir ke rekening bendahara 21 parpol yang meningkat dari tahun 2022 tercatat 8.270 transaksi dan tahun 2023 sebanyak 9.164 transaksi.

Mereka turut mencatat jumlah dana yang diterima parpol dari luar negeri yang totalnya mencapai Rp195 miliar di tahun 2023 dan sebelumnya Rp83 miliar di tahun 2022.

Kemudian, PPATK juga menerima laporan terkait transaksi mencurigakan yang dilakukan caleg menjelang Pemilu 2024. Pihaknya mencatat total transaksi 100 caleg mencapai Rp51,47 triliun.

(cw2/Sumutterkini.com)

Penulis : Cw2

Editor : Winata

Sumber Berita : Nusantaraterkini.co

Berita Terkait

2 Caleg Laporkan Dugaan Adanya Jual Beli Suara di Sumsel
Tangis Napi Terorisme Saat Ikrar Setia NKRI di Lapas Madiun
Bercanda Ada Bom, Penumpang Asal Padang Tujuan Sumut Ditangkap di BIM
Harga Beras Sentuh Rp 17.000, Penjual : 25 Tahun Saya Jualan, Ini yang Paling Mahal
BMKG Bantah Angin Kencang di Rancaekek dan Jatinangor Tornado
Dilema Pengusaha Warteg, Ingin Naikkan Harga tapi Takut Pelanggan Kabur
Dilantik jadi Menkopolhukam, Ini Pesan Komisi III ke Hadi Tjahjanto
Bamsoet Apresiasi Ditandatanganinya Perpres Hak Cipta Penerbit di Hari Pers Nasional

Berita Terkait

Kamis, 22 Februari 2024 - 19:51 WIB

2 Caleg Laporkan Dugaan Adanya Jual Beli Suara di Sumsel

Kamis, 22 Februari 2024 - 19:45 WIB

Tangis Napi Terorisme Saat Ikrar Setia NKRI di Lapas Madiun

Kamis, 22 Februari 2024 - 18:37 WIB

Bercanda Ada Bom, Penumpang Asal Padang Tujuan Sumut Ditangkap di BIM

Kamis, 22 Februari 2024 - 18:27 WIB

Harga Beras Sentuh Rp 17.000, Penjual : 25 Tahun Saya Jualan, Ini yang Paling Mahal

Kamis, 22 Februari 2024 - 18:21 WIB

BMKG Bantah Angin Kencang di Rancaekek dan Jatinangor Tornado

Kamis, 22 Februari 2024 - 17:59 WIB

Dilema Pengusaha Warteg, Ingin Naikkan Harga tapi Takut Pelanggan Kabur

Rabu, 21 Februari 2024 - 18:55 WIB

Dilantik jadi Menkopolhukam, Ini Pesan Komisi III ke Hadi Tjahjanto

Selasa, 20 Februari 2024 - 22:20 WIB

Bamsoet Apresiasi Ditandatanganinya Perpres Hak Cipta Penerbit di Hari Pers Nasional

Berita Terbaru

Pengembangan Desa Wisata Jangan Abaikan Kearifan Lokal. (Foto: istimewa)

Wisata

Pengembangan Desa Wisata Jangan Abaikan Kearifan Lokal

Kamis, 22 Feb 2024 - 20:11 WIB

Hasanal Mulkan, kuasa hukum dua Caleg di Empat Lawang yang mengaku bahwa adanya jual beli surat suara di TPS saat Pemilu. Temuan itupun kini sudah dilaporkan ke Bawaslu Sumatera Selatan.(KOMPAS.COM/AJI YK PUTRA)

Nasional

2 Caleg Laporkan Dugaan Adanya Jual Beli Suara di Sumsel

Kamis, 22 Feb 2024 - 19:51 WIB

IKRAR SETIA NKRI- Hamrudin, narapidana terorisme (napiter) (tengah) saat mengucapkan ikrar setia kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) bersama dua napiter lainnya, Bustar bin Tahang, dan Riza Bagus Melian di Lapas Kelas I Madiun, Kota Madiun, Jawa Timur, Kamis (22/2/2024).(KOMPAS.com/MUHLIS AL ALAWI)

Nasional

Tangis Napi Terorisme Saat Ikrar Setia NKRI di Lapas Madiun

Kamis, 22 Feb 2024 - 19:45 WIB