Bamsoet Ajak Masyarakat Jaga Kondusifitas di Minggu Tenang

- Wartawan

Minggu, 11 Februari 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bamsoet Ajak Masyarakat Jaga Kondusifitas di Minggu Tenang. (Foto: istimewa)

Bamsoet Ajak Masyarakat Jaga Kondusifitas di Minggu Tenang. (Foto: istimewa)

Bamsoet Ajak Masyarakat Jaga Kondusifitas di Minggu Tenang

Sumutterkini.com, JAKARTA Ketua MPR Bambang Soesatyo (Bamsoet) mengajak para kontestan politik dan pendukungnya, dari mulai Capres-Cawapres, Caleg DPR RI, DPRD Provinsi, DPRD Kabupaten/Kota, serta DPD RI, untuk mengakhiri kampanye terbuka dengan tetap menjaga keamanan, ketertiban, dan kedamaian.

Hal ini disampaikannya sekaligus menyambut minggu tenang dari tanggal 11-13 Februari 2024 dengan kondusif, sehingga warga bisa menggunakan hak pilihnya pada 14 Februari 2024 dengan nyaman dan aman.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Pasangan Capres-Cawapres telah melaksanakan kampanye akbar terbuka di beberapa tempat berbeda pada Sabtu (10/2/2024) kemarin. Alhamdulilah sejauh ini kondisi kebangsaan masih sangat kondusif. Mari kita jaga agar selama masa tenang, pencoblosan, hingga selesainya rekapitulasi suara dan penetapan pemenang, kondisi kebangsaan masih dalam keadaan kondusif,” ujarnya mengutip Nusantaraterkini.co, Minggu (11/2/2024).

Ketua DPR RI ke-20 dan mantan Ketua Komisi III DPR RI bidang Hukum, HAM, dan Keamanan ini menjelaskan, setelah beberapa bulan berkutat dalam kampanye, menjelaskan visi, misi, program kerja dan berbagai hal lainnya kepada masyarakat, mulai besok saatnya para kontestan politik untuk cooling down.

Kemudian memberikan kesempatan kepada rakyat untuk berfikir dengan jernih dalam menentukan pilihannya, tanpa perlu diintervensi oleh kampanye di luar jadwal apalagi dengan menggunakan politik uang.

Baca Juga  Petugas KPPS Meninggal saat Pemilu, KPU: Mereka Kelelahan

“Masyarakat harus bisa menjadi pemilih cerdas. Jangan jual masa depan bangsa hanya karena Rp50 ribu atau Rp100 ribu. Karena jika memilih pemimpin hanya karena uang, resikonya akan mudah ditinggalkan. Dengan menjadi pemilih cerdas, kita bisa menyelamatkan Demokrasi Pancasila agar tidak terjebak dalam demokrasi angka-angka yang menjurus kepada demokrasi komersialisasi dan kapitalisasi, dan berujung kepada oligarki,” jelasnya.

Lebih lanjut legislator Dapil 7 Jawa Tengah meliputi Kabupaten Purbalingga, Banjarnegara, dan Kebumen serta Kepala Badan Polhukam KADIN Indonesia ini menerangkan, TNI-Polri juga harus tetap waspada.

Karena dibalik harapan dan upaya mewujudkan Pemilu yang damai, berbagai potensi upaya mengganggu jalannya Pemilu masih tetap ada. Khususnya terkait potensi ancaman terorisme. Berkaca pada Pemilu 2019 lalu, setidaknya ada 6 aksi serangan teror, peristiwa tersebut tidak boleh terjadi di Pemilu 2024.

“Kini ditambah kondisi Pemilu, semakin membuat teroris dengan mudah memiliki celah dalam melancarkan aksinya. Pembelahan yang terjadi pada Pemilu 2019 lalu dengan terminologi Cebong, Kampret, dan Kadrun, tidak boleh terjadi lagi pada Pemilu 2024,” pungkasnya.

(cw2/Sumutterkini.com)

Penulis : Cw2

Editor : Winata

Sumber Berita : Nusantaraterkini.co

Berita Terkait

Ditjenpas Luncurkan Standar dan Modul Perlakuan Anak Kasus Terorisme
Hotman Paris Sebut Ada Kemungkinan Pegi Diputus Tak Bersalah di Kasus Vina
Kasus Peredaran Senpi Ilegal di Jayapura, Oknum PNS di Papua Ditangkap
20 Warga Binaan Lapas Cipinang Peroleh Sertifikat Keterampilan Komputer dan Desain Grafis
Upaya Penyelundupan 195 Butir Obat Terlarang Digagalkan Petugas Lapas Kelas IIB Brebes
Gunung Marapi Kembali Erupsi, Dentuman Terdengar Hingga Bukittinggi, Status Level III
Pantai Barat Simeuleu Diguncang Gempa Bumi Tektonik M6,2, BMKG Pastikan Tidak Berpotensi Tsunami
1.270 Jiwa Masih Mengungsi Akibat Longsor di Kabupaten Mamasa

Berita Terkait

Rabu, 12 Juni 2024 - 19:48 WIB

Ditjenpas Luncurkan Standar dan Modul Perlakuan Anak Kasus Terorisme

Selasa, 11 Juni 2024 - 23:04 WIB

Hotman Paris Sebut Ada Kemungkinan Pegi Diputus Tak Bersalah di Kasus Vina

Minggu, 9 Juni 2024 - 12:44 WIB

Kasus Peredaran Senpi Ilegal di Jayapura, Oknum PNS di Papua Ditangkap

Minggu, 2 Juni 2024 - 14:09 WIB

20 Warga Binaan Lapas Cipinang Peroleh Sertifikat Keterampilan Komputer dan Desain Grafis

Sabtu, 1 Juni 2024 - 10:50 WIB

Upaya Penyelundupan 195 Butir Obat Terlarang Digagalkan Petugas Lapas Kelas IIB Brebes

Kamis, 30 Mei 2024 - 15:07 WIB

Gunung Marapi Kembali Erupsi, Dentuman Terdengar Hingga Bukittinggi, Status Level III

Selasa, 28 Mei 2024 - 20:57 WIB

Pantai Barat Simeuleu Diguncang Gempa Bumi Tektonik M6,2, BMKG Pastikan Tidak Berpotensi Tsunami

Jumat, 24 Mei 2024 - 11:19 WIB

1.270 Jiwa Masih Mengungsi Akibat Longsor di Kabupaten Mamasa

Berita Terbaru