Antisipasi Aksi Teror ke Capres-cawapres, KPU Kerjasama dengan Kepolisian

- Wartawan

Rabu, 17 Januari 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Antisipasi Aksi Teror ke Capres-cawapres, KPU Kerjasama dengan Kepolisian. (Foto: Nusantaraterkini.co)

Antisipasi Aksi Teror ke Capres-cawapres, KPU Kerjasama dengan Kepolisian. (Foto: Nusantaraterkini.co)

Antisipasi Aksi Teror ke Capres-cawapres, KPU Kerjasama dengan Kepolisian

Sumutterkini.com, JAKARTA Komisi Pemilihan Umum (KPU) mengakui telah bekerjasama dengan pihak kepolisian untuk mengantisipasi aksi teror yang bisa didapat oleh Calon presiden-calon wakil presiden (Capres-cawapres) 2024.

“Kalau yang antisipasinya kan begini, ini sejak awal, pada saat kami rapat pleno tertutup untuk penetapan capres (dan cawapres) paslon, itu kita sudah bekerjasama dengan pihak kepolisian,” kata Mellaz kepada wartawan, mengutip Nusantaraterkini.co, Rabu (17/1/2024).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Mellaz menyebutkan, bahwa sebelumnya KPU telah melakukan pertemuan dengan pihak kepolisian pada saat pengumuman nama-nama paslon.

Baca Juga  Prabowo-Gibran Unggul 63,98 Persen di Pemilihan Luar Negeri

“Makanya kan kami juga pada saat itu, sebelum menyampaikan ke publik, siapa saja paslon yang kami tetapkan, itu kami juga bertemu dengan pihak kepolisian Republik Indonesia terkait dengan pengamanan yang nanti akan melekat di masing-masing paslon. Ada kok itu,” jelasnya.

Keterlibatan pihak kepolisian dalam antisipasi teror ini, disebutkannya, terlihat pada beberapa tim yang mendampingi capres-cawapres.

“Saya lupa persis berapa jumlah personelnya, tapi ada beberapa tim yang nanti akan mendampingi baik itu calon presiden maupun wakil presiden, semua ada tim untuk itu. Jadi pasti diantisipasi sama pihak keamanan,” ungkapnya.

(cw2/Sumutterkini.com)

Penulis : Cw2

Editor : Winata

Sumber Berita : Nusantaraterkini.co

Berita Terkait

Ditjenpas Luncurkan Standar dan Modul Perlakuan Anak Kasus Terorisme
Hotman Paris Sebut Ada Kemungkinan Pegi Diputus Tak Bersalah di Kasus Vina
Kasus Peredaran Senpi Ilegal di Jayapura, Oknum PNS di Papua Ditangkap
20 Warga Binaan Lapas Cipinang Peroleh Sertifikat Keterampilan Komputer dan Desain Grafis
Upaya Penyelundupan 195 Butir Obat Terlarang Digagalkan Petugas Lapas Kelas IIB Brebes
Gunung Marapi Kembali Erupsi, Dentuman Terdengar Hingga Bukittinggi, Status Level III
Pantai Barat Simeuleu Diguncang Gempa Bumi Tektonik M6,2, BMKG Pastikan Tidak Berpotensi Tsunami
1.270 Jiwa Masih Mengungsi Akibat Longsor di Kabupaten Mamasa

Berita Terkait

Rabu, 12 Juni 2024 - 19:48 WIB

Ditjenpas Luncurkan Standar dan Modul Perlakuan Anak Kasus Terorisme

Selasa, 11 Juni 2024 - 23:04 WIB

Hotman Paris Sebut Ada Kemungkinan Pegi Diputus Tak Bersalah di Kasus Vina

Minggu, 9 Juni 2024 - 12:44 WIB

Kasus Peredaran Senpi Ilegal di Jayapura, Oknum PNS di Papua Ditangkap

Minggu, 2 Juni 2024 - 14:09 WIB

20 Warga Binaan Lapas Cipinang Peroleh Sertifikat Keterampilan Komputer dan Desain Grafis

Sabtu, 1 Juni 2024 - 10:50 WIB

Upaya Penyelundupan 195 Butir Obat Terlarang Digagalkan Petugas Lapas Kelas IIB Brebes

Kamis, 30 Mei 2024 - 15:07 WIB

Gunung Marapi Kembali Erupsi, Dentuman Terdengar Hingga Bukittinggi, Status Level III

Selasa, 28 Mei 2024 - 20:57 WIB

Pantai Barat Simeuleu Diguncang Gempa Bumi Tektonik M6,2, BMKG Pastikan Tidak Berpotensi Tsunami

Jumat, 24 Mei 2024 - 11:19 WIB

1.270 Jiwa Masih Mengungsi Akibat Longsor di Kabupaten Mamasa

Berita Terbaru

Harga Emas Antam Naik Rp7.000 ke Rp1.349.000 Per Gram. (Foto: ilustrasi/web logam mulia)

Bisnis

Harga Emas Antam Naik Rp7.000 ke Rp1.349.000 Per Gram

Rabu, 19 Jun 2024 - 10:32 WIB