Anies Sebut Indonesia Harus 30 Persen GDP, Prabowo: Dasarnya Apa?

- Wartawan

Minggu, 7 Januari 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Anies Sebut Indonesia Harus 30 Persen GDP, Prabowo: Dasarnya Apa?. (Foto: YouTube KPU)

Anies Sebut Indonesia Harus 30 Persen GDP, Prabowo: Dasarnya Apa?. (Foto: YouTube KPU)

Anies Sebut Indonesia Harus 30 Persen GDP, Prabowo: Dasarnya Apa?

Sumutterkini.com, JAKARTA Calon presiden (capres) nomor urut dua Prabowo Subianto mempertanyakan dasar angka ideal sebesar 30 persen yang disampaikan capres nomor urut satu Anies Baswedan terkait Gross Domestic Product (GDP) untuk Indonesia.

Hal ini diungkapkan Prabowo dalam Debat Ketiga Capres-cawapres 2024 di Istora Senayan, Jakarta Pusat, Minggu (7/1/2024).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Pak Anies saya kira Pak Anies perlu belajar ekonomi lagi. Jadi kalau ideal 30 persen itu dasarnya apa, yang di bawah kita itu Arab Saudi, Rusia, pokoknya negara-negara yang mempunyai sumber alam yang luar biasa,” katanya.

Bahkan menurut Prabowo, 40 persen GDP bagi suatu negara sudah termasuk yang terendah untuk saat ini. Harusnya mencapai 50 persen jika ingin tak menjadi masalah.

“Tetapi 40 persen salah satu terendah sekarang. Jadi kalau kita mau bangun industri, tapi kita bisa sampai 50 persen tak masalah, kita dihormati di dunia,” jelasnya.

Baca Juga  Bersih dari Korupsi Kriteria Capres-Cawapres yang Paling Diinginkan Rakyat

Sebelumnya, Anies mengatakan Indonesia harus mencapai angka 30 persen GDP untuk menjadi ekonomi yang termasuk aman.

“Sebaiknya disebutkan berapa persentase yang ideal untuk Indonesia, menurut kami kita harus mencapai 30 persen GDP sehingga kita aman, dengan cara menata hutangnya dan memperbesar GDP-nya,” jelasnya.

Kemudian Anies menyebutkan yang tidak kalah penting adalah mengembangkan skema yang lebih kreatif dalam mencari utang luar negeri.

“Yang tidak kalah penting mengembangkan skema yang lebih kreatif dalam mencari utang luar negeri termasuk pelibatan swasta, lalu memastikan bahwa ada perluasan wajib pajak yang diharapkan memperkuat GDP kita,” tuturnya.

Diketahui, tema pada debat ketiga ini adalah Pertahanan, Keamanan, Hubungan Internasional, Globalisasi, Geopolitik, dan Politik Luar Negeri.

(cw2/Sumutterkini.com)

Penulis : Cw2

Editor : Winata

Sumber Berita : Nusantaraterkini.co

Berita Terkait

Wacana Hak Angket Kecurangan Pemilu, Pakar: Ini Sekedar Game Politik
Rosan Pastikan Prabowo-Gibran Beri Ruang Kepada Anak Muda Membangun Indonesia
Dugaan Kecurangan Pilpres 2024 Dibawa ke Ranah Hukum, Bukan Wilayah Politik
Soal Pengangkatan AHY jadi Menteri, TKN: Hak Prerogratif Presiden
AHY: Prabowo Mendorong Demokrat Berperan dalam Pemerintahan Selanjutnya
Golkar Masih Unggul, 5 Partai Bersaing di Perolehan Suara di Kota Binjai
Updated: PDI Perjuangan kokoh Dominasi Perolehan suara di Kota Medan
Partai Golkar Mendominasi di Sumatera Utara pada Pemilu 2024

Berita Terkait

Kamis, 22 Februari 2024 - 20:50 WIB

Wacana Hak Angket Kecurangan Pemilu, Pakar: Ini Sekedar Game Politik

Kamis, 22 Februari 2024 - 20:22 WIB

Rosan Pastikan Prabowo-Gibran Beri Ruang Kepada Anak Muda Membangun Indonesia

Kamis, 22 Februari 2024 - 12:59 WIB

Dugaan Kecurangan Pilpres 2024 Dibawa ke Ranah Hukum, Bukan Wilayah Politik

Kamis, 22 Februari 2024 - 09:53 WIB

Soal Pengangkatan AHY jadi Menteri, TKN: Hak Prerogratif Presiden

Rabu, 21 Februari 2024 - 18:35 WIB

AHY: Prabowo Mendorong Demokrat Berperan dalam Pemerintahan Selanjutnya

Senin, 19 Februari 2024 - 11:11 WIB

Golkar Masih Unggul, 5 Partai Bersaing di Perolehan Suara di Kota Binjai

Senin, 19 Februari 2024 - 11:01 WIB

Updated: PDI Perjuangan kokoh Dominasi Perolehan suara di Kota Medan

Senin, 19 Februari 2024 - 10:52 WIB

Partai Golkar Mendominasi di Sumatera Utara pada Pemilu 2024

Berita Terbaru

Kapolres Sergai Bantu Penanganan Medis Anggota KPPS yang Sakit. (Foto: istimewa)

Polisi Kita

Kapolres Sergai Bantu Penanganan Medis Anggota KPPS yang Sakit

Kamis, 22 Feb 2024 - 21:42 WIB

Pengembangan Desa Wisata Jangan Abaikan Kearifan Lokal. (Foto: istimewa)

Wisata

Pengembangan Desa Wisata Jangan Abaikan Kearifan Lokal

Kamis, 22 Feb 2024 - 20:11 WIB

Hasanal Mulkan, kuasa hukum dua Caleg di Empat Lawang yang mengaku bahwa adanya jual beli surat suara di TPS saat Pemilu. Temuan itupun kini sudah dilaporkan ke Bawaslu Sumatera Selatan.(KOMPAS.COM/AJI YK PUTRA)

Nasional

2 Caleg Laporkan Dugaan Adanya Jual Beli Suara di Sumsel

Kamis, 22 Feb 2024 - 19:51 WIB