70 Persen Perempuan Terdiagnosis Kanker Serviks Ketika Sudah Stadium Lanjut

- Wartawan

Sabtu, 3 Februari 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

70 Persen Perempuan Terdiagnosis Kanker Serviks Ketika Sudah Stadium Lanjut. (Foto: ilustrasi/istockphoto)

70 Persen Perempuan Terdiagnosis Kanker Serviks Ketika Sudah Stadium Lanjut. (Foto: ilustrasi/istockphoto)

70 Persen Perempuan Terdiagnosis Kanker Serviks Ketika Sudah Stadium Lanjut

Sumutterkini.com, JAKARTA Wakil Menteri Kesehatan RI Prof dr Dante Saksono Harbuwono mengatakan, salah satu cara untuk mengatasi masalah kanker serviks di Indonesia adalah dengan skrining sedini mungkin.

“Salah satu penyebab kematian tertinggi untuk kanker wanita di Indonesia adalah kanker serviks. Skrining kanker serviks sebagai salah satu modalitas utama untuk menanggulangi tingginya angka kematian kanker serviks di Indonesia,” ujarnya mengutip laman Kemenkes, Sabtu (3/2/2024).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kanker serviks merupakan kanker kedua yang paling umum terjadi pada perempuan di Indonesia. Namun, 70% perempuan terdiagnosis kanker serviks sudah memasuki stadium lanjut.

“Padahal, pengobatan pada stadium ini menjadi kurang efektif. Akibatnya, 50% perempuan yang terdiagnosis kanker serviks meninggal dunia karena penyakit tersebut,” jelasnya.

Dante menyebutkan, pemerintah melalui Kemenkes sendiri telah melakukan sejumlah strategi untuk mengatasi masalah kanker serviks di Indonesia, antara lain vaksinasi HPV kepada anak-anak perempuan usia sekolah dan melakukan skrining deteksi kanker serviks sedini mungkin untuk perempuan-perempuan Indonesia.

Bahkan, pemerintah sudah melakukan pilot project vaksinasi HPV gratis di sekolah-sekolah di Jakarta. Pemerintah juga sudah melakukan treatment atau perawatan yang adekuat untuk kanker serviks di Indonesia.

Selanjutnya, Kementerian Kesehatan mengembangkan Rencana Aksi Nasional (RAN) Pemberantasan Kanker Serviks untuk Indonesia (2023-2030). Visi masa depan rencana aksi ini, yakni membuat kanker serviks sebagai penyakit masa lalu, serta setiap perempuan pada semua demografi sosial ekonomi dapat hidup sehat dan bebas dari ancaman kanker serviks.

Baca Juga  7 Rumah di Kelurahan Sei Mati Terbakar

Prioritas pada rencana aksi nasional adalah skrining kanker serviks, dengan target menskrining 75% dari seluruh perempuan berusia 30-69 tahun. Skrining ini menggunakan metode pemeriksaan DNA HPV yang memiliki kualitas yang terjamin.

Salah satu bagian penting pada rencana aksi nasional ini, sebutnya, yakni peralihan metode skrining kanker serviks primer dari metode yang ada saat ini ke skrining DNA HPV. Pada 2020, skrining kanker serviks melalui metode inspeksi visual asam asetat (IVA) dan pemeriksaan sitologi hanya mencakup 9,3% perempuan dalam populasi target, dengan variasi yang signifikan antarprovinsi.

“Metode skrining DNA HPV dilakukan dengan pedoman dan protokol klinis yang sesuai, termasuk transportasi untuk pengujian tersentralisasi, serta memperkuat kemampuan laboratorium,” terangnya.

Kementerian Kesehatan juga mempertimbangkan strategi skrining alternatif seperti skrining di tempat layanan kesehatan dan metode pengambilan sampel mandiri.

Untuk mencapai target skrining dalam upaya mengeliminasi kanker serviks, penting bagi Indonesia untuk menerapkan metode, alat, dan teknologi skrining yang efisien.

“Untuk mencapai tujuan ini, RAN menyerukan peninjauan kembali bukti-bukti ilmiah internasional dan praktik terbaik,” tandasnya.

(Cw2/Sumutterkini.com)

Penulis : Cw2

Editor : Winata

Berita Terkait

Petugas Penyelanggara dan Pemilih Sakit saat Pemilu di Sumut jadi 292, Dua Meninggal Dunia
Kemenkes Upayakan Deteksi Dini Kanker Lebih Mudah dan Murah di Puskesmas
Nakes RSUP HAM Bergembira Bersama Pasien Kanker Anak saat Peringatan Childhood Cancer Day
Waspada Stroke Akibat Pecah Aneurisma Otak, Dokter RSUP HAM: Kontrol Tekanan Darah
Wakil Menteri Kesehatan Kunjungi Layanan Eksekutif RSUP HAM
Prabowo-Gibran Siap Bangun RS Bertaraf Internasional di Setiap Kabupaten dan 10 Ribu Beasiswa Dokter
Transformasi Layanan Rujukan, RSUP HAM Dorong Setiap RS Daerah Mampu Layani Kasus Aneurisma Otak
RSUP HAM Lakukan Operasi Transplantasi Ginjal Pertama di Tahun 2024

Berita Terkait

Minggu, 18 Februari 2024 - 21:47 WIB

Petugas Penyelanggara dan Pemilih Sakit saat Pemilu di Sumut jadi 292, Dua Meninggal Dunia

Minggu, 18 Februari 2024 - 13:51 WIB

Kemenkes Upayakan Deteksi Dini Kanker Lebih Mudah dan Murah di Puskesmas

Jumat, 16 Februari 2024 - 16:13 WIB

Nakes RSUP HAM Bergembira Bersama Pasien Kanker Anak saat Peringatan Childhood Cancer Day

Senin, 12 Februari 2024 - 11:01 WIB

Waspada Stroke Akibat Pecah Aneurisma Otak, Dokter RSUP HAM: Kontrol Tekanan Darah

Rabu, 7 Februari 2024 - 18:40 WIB

Wakil Menteri Kesehatan Kunjungi Layanan Eksekutif RSUP HAM

Rabu, 7 Februari 2024 - 12:14 WIB

Prabowo-Gibran Siap Bangun RS Bertaraf Internasional di Setiap Kabupaten dan 10 Ribu Beasiswa Dokter

Selasa, 6 Februari 2024 - 17:04 WIB

Transformasi Layanan Rujukan, RSUP HAM Dorong Setiap RS Daerah Mampu Layani Kasus Aneurisma Otak

Senin, 5 Februari 2024 - 16:40 WIB

RSUP HAM Lakukan Operasi Transplantasi Ginjal Pertama di Tahun 2024

Berita Terbaru

Kapolres Sergai Bantu Penanganan Medis Anggota KPPS yang Sakit. (Foto: istimewa)

Polisi Kita

Kapolres Sergai Bantu Penanganan Medis Anggota KPPS yang Sakit

Kamis, 22 Feb 2024 - 21:42 WIB

Pengembangan Desa Wisata Jangan Abaikan Kearifan Lokal. (Foto: istimewa)

Wisata

Pengembangan Desa Wisata Jangan Abaikan Kearifan Lokal

Kamis, 22 Feb 2024 - 20:11 WIB

Hasanal Mulkan, kuasa hukum dua Caleg di Empat Lawang yang mengaku bahwa adanya jual beli surat suara di TPS saat Pemilu. Temuan itupun kini sudah dilaporkan ke Bawaslu Sumatera Selatan.(KOMPAS.COM/AJI YK PUTRA)

Nasional

2 Caleg Laporkan Dugaan Adanya Jual Beli Suara di Sumsel

Kamis, 22 Feb 2024 - 19:51 WIB