56 Pengawas TPS di Grobogan Keracunan Usai Santap Nasi Kotak Bimtek

- Wartawan

Selasa, 13 Februari 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi keracunan.

Ilustrasi keracunan.

Sumutterkini.com, JATENG – Puluhan Pengawas TPS di Kecamatan Toroh, Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah keracunan massal usai mengonsumsi nasi kotak saat kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) yang digelar di sana.

Berdasarkan informasi, mereka mengalami sakit perut, mual dan pusing kepala setelah menyantap hidangan berupa nasi, telur, sambal goreng dan irisan daging dari panitia.

Ketua Bawaslu Grobogan Fitria Nita Witanti membenarkan perihal tersebut. Menurut Fitria, total Pengawas TPS di Kecamatan Toroh yang keracunan makanan yakni 56 orang dari total 400 orang peserta Bimtek yang hadir.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Saat itu mereka mengikuti Bimtek yang digagas Bawaslu Grobogan untuk persiapan pencoblosan Pemilu di tiga titik di wilayah Kecamatan Toroh akhir pekan lalu.

“Hasil investigasi sore ini, tercatat 59 orang terkena diare akibat keracunan makanan. 56 orang dari Pengawas TPS dan 3 anak anggota keluarganya. Nasi kotak ada yang dibawa pulang dan dimakan keluarga di rumah,” kata Fitria saat dihubungi melalui ponsel, dilansir Kompas.com, Selasa (13/2/2024) malam.

Baca Juga  Pemerintah Arab Saudi Beri Penghargaan Tiga Negara Pengirim Jemaah Haji Terbesar

Dijelaskan Fitria, para korban diduga kuat keracunan makanan yang dipesan dari salah satu pelaku usaha katering. Para korban yang memakan jatah nasi kotak itu secara bertahap bergejala keracunan hingga ada yang harus dilarikan ke fasilitas kesehatan terdekat.

“Satu tempat katering dan sudah jadi langganan Kecamatan dan Pemdes di sana. Saat itu nasi kotak isinya irisan daging, sambal goreng, dan telur,” kata Fitria.

Bawaslu Grobogan menegaskan akan bertanggungjawab menyoal insiden keracunan massal itu dan sudah berkoordinasi dengan Polsek Toroh. Sejauh ini para korban dipastikan sudah pulih dan dapat melaksanakan tugasnya sebagai Pengawas TPS di Kecamatan Toroh.

“Besok semua sudah bisa kembali bertugas di TPS, hanya ada 2 Pengawas TPS yang tidak bisa bertugas karena harus rawat inap di Puskesmas. Kami pun sudah carikan pengganti. Kami monitoring dan siap mengawal biaya pengobatan,” pungkas Fitria. (rsy/sumutterkini.com)

Berita Terkait

Pencegahan Kekerasan Terhadap Anak Menuntut Keseriusan Semua Pihak
Mayat Terbungkus Kain dan Lakban di Hotel Cianjur, Polisi Amankan 10 Lembar Uang Singapura
Diduga Sopir Mengantuk, Mobil Sigra Tabrak Pohon dan 1 Orang Tewas
210.944 Tiket KA untuk H-3 Lebaran 2024 Laku Terjual
Yusril : Hak Angket Dugaan Kecurangan Pemilu Bisa Berujung Kekacauan
Farid Pemilik Wajah Mirip Gibran Rakabuming Viral, Sehari-hari Jual Baju
Sempat Pingsan di TPS, Ade Lestari PTPS di Kota Binjai Meninggal Dunia
Akibat Angin Puting Beliung di Kabupaten Bandung Sebabkan 493 Rumah Rusak

Berita Terkait

Jumat, 23 Februari 2024 - 19:28 WIB

Pencegahan Kekerasan Terhadap Anak Menuntut Keseriusan Semua Pihak

Jumat, 23 Februari 2024 - 18:51 WIB

Mayat Terbungkus Kain dan Lakban di Hotel Cianjur, Polisi Amankan 10 Lembar Uang Singapura

Jumat, 23 Februari 2024 - 18:44 WIB

Diduga Sopir Mengantuk, Mobil Sigra Tabrak Pohon dan 1 Orang Tewas

Jumat, 23 Februari 2024 - 18:15 WIB

210.944 Tiket KA untuk H-3 Lebaran 2024 Laku Terjual

Jumat, 23 Februari 2024 - 17:42 WIB

Yusril : Hak Angket Dugaan Kecurangan Pemilu Bisa Berujung Kekacauan

Jumat, 23 Februari 2024 - 17:35 WIB

Farid Pemilik Wajah Mirip Gibran Rakabuming Viral, Sehari-hari Jual Baju

Jumat, 23 Februari 2024 - 17:20 WIB

Sempat Pingsan di TPS, Ade Lestari PTPS di Kota Binjai Meninggal Dunia

Jumat, 23 Februari 2024 - 10:32 WIB

Akibat Angin Puting Beliung di Kabupaten Bandung Sebabkan 493 Rumah Rusak

Berita Terbaru