Bangkitkan Semangat Pemuda di Kancah Politik, Ini yang Dilakukan Ade Sandra

oleh
Kandidat bakal calon Gubernur Sumatera Utara, Ade Sandrawati Purba SH MH bersama Ketua DPP PSI, Tsamara Amany, dalam diskusi solidaritas menggagas politik bersih dan berintegritas di Medan. (Sumutterkini.com)

Sumutterkini.com, MEDAN – Kandidat bakal calon Gubernur Sumatera Utara (Sumut), Ade Sandrawati Purba mengucapkan terima kasih kepada Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Solidaritas Indonesia (PSI), khususnya kepada Ketua Umum PSI, Grace Natalie dan Ketua DPP PSI, Tsamara Amany yang telah memberikan spirit baru dalam wawasan berpolitik di era millenial yang penuh dinamika dan mengakomodir politik anak muda.

“Saya sangat senang sekali bisa berdiskusi dengan mereka tentang bagaimana membuka paradoks politik pemuda, mengakomodir mereka dengan menyatukan visi bersama. Saya kira inilah momentum untuk melakukan perubahan nyata dalam berpolitik. Dari sini juga kita mulai bahwa politik bersih itu harus dimulai dengan tanpa membeli suara,” kata Ade Sandrawati Purba, Minggu (6/8/2017).

Ade Sandra panggilan akrab Ade Sandrawati Purba, sosokTsamara adalah ikon perubahan dan kebangkitan perempuan muda di kancah dunia politik.

Kehadirannya di dunia politik mematahkan pandangan tentang pemuda masa kini yang sibuk dengan kehidupan hedonis dan tidak peduli lingkungan apalagi politik.

Begitu juga dengan Grace Natalie yang mengambil langkah berani, terjun ke dunia politik dan membentuk partai.

“PSI yang didirikan ini saya lihat sekaligus sebagai pemisah antara kepentingan politik lama dengan gerakan baru. Maka kepada kedua tokoh ini saya sangat menaruh hormat. Saya yakin, Sumut juga punya potensi pemuda yang cukup besar,” ujar Ade Sandra.

Ade Sandra bertemu Tsamara Amany dan Grace Natalie dalam diskusi solidaritas menggagas politik bersih dan berintegritas, Kamis (3/8/2017) lalu di Jalan S Parman, Medan.

Dalam kegiatan itu, Tsamara yang dikenal sangat vokal menentang rencana DPR RI merevisi UU KPK itu.

Wanita muda yang masih berusia 21 tahun ini juga menyebut suara pemuda pasti menginginkan perubahan besar dalam tata kelola pemerintahan.

“Mba Ade harus bisa membangkitkan kembali semangat mereka (pemuda) yang sudah terlanjur apatis. Saya cukup prihatin saat mengetahui bahwa Gubernur Sumut sudah dua orang masuk penjara, lalu tidak ada perubahan sama sekali walau pimpinan telah berganti, dan tingginya angka golput. Mba Ade harus bisa meyakinkan pemuda bahwa kepentingan mereka akan diakomodir. Pasti yang nyaman dengan kondisi Sumut saat ini ada, tapi saya yakin jika banyak yang menginginkan perubahan,” kata Tsamara yang berseteru panjang dengan Wakil Ketua DPR RI, Fahri Hamzah tentang sikapnya yang menentang pembentukan Pansus Hak Angket KPK.

Tsamara mengatakan untuk meyakinkan anak muda cukup mudah, yaitu lakukan komunikasi langsung dengan mereka.

Maka demikian, ajak mereka untuk mewujudkan politik bersih seperti apa yang diinginkan.

Contohnya, keberhasilan Emmanuel Macron, yang jadi Presiden Prancis termuda sepanjang sejarah yakni di usia 39 tahun.

Macron didukung lebih dari 30 persen pemuda yang digalang dalam sebuah solidaritas politik.

Pada kesempatan itu, Grace Natalie mengatakan PSI telah membuktikan keterlibatan anak muda dalam Pilkada DKI Jakarta yang mendukung pasangan Jokowi-Ahok dan pada Pilpres yang mendukung Jokowi-JK.

Imbas yang paling dirasakan oleh masyarakat adalah, standar untuk jadi calon gubernur itu harus tinggi.

“Jadi masyarakat DKI Jakarta itu punya selera yang tinggi tentang calon gubernurnya sekarang. Tidak seperti dulu, di saat kita tidak punya alternatif memilih. Ya, lihat saja, Jakarta langsung bangkit dan berubah sejak dipimpin Jokowi-Ahok. Emangnya masyarakat Sumut tidak mau seperti Jakarta?” tanya Grace Natalie.

Ketika ditanya tentang sosok Ade Sandra yang mewakili kaum muda dan wanita, Grace cukup gembira.

“PSI cukup fleksibel dalam menentukan pilihan untuk mendukung calon pemimpin, baik di tingkat bupati atau walikota maupun gubernur.

“Kita sambut baik ada calon wanita dan masih muda. Tentu kita akan verifikasi secara internal dan pantau pergerakan beliau di media sosial. Kalau oke, ya tentu akan kita dukung. Kita memang belum bisa mengusung calon, tapi dukungan akan kita berikan untuk suksesi calon yang baik bagi rakyat, terutama pemuda dan wanita,” tegas Grace Natalie.

(wes/Sumutterkini.com)

(Visited 47 times, 1 visits today)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *