Terenyeh Bahagia

oleh
Ilustrasi. (Int)

Langit tak perlu menjelaskan bahwa ia tinggi..
Langit juga tak pernah berkata bahwa ia menhelilingi bumi..
Tapi ia juga bisa bersedih, sedihnya membuat bumi basah bahkan seluruhnya..

Disudut mata tampak dua bocah duduk berhadapan..
Tangan mereka bersatu menuju bungkusan dari daun hijau..
Mereka bahagia walau terbagi dua hidangan diatas tanah..

Bahagia itu mereka ciptakan ditengah keterasingan..
Bedaknya dari debu debu jalanan yang menempel tebal diwajah..
Tapi senyumnya berbuah hati gundah gulana..

Banyak pertanyaan yang muncul atas senyuman itu..
Dalam diriku sendiri, langit maha tinggi..
Senyum maha lebar walau hati terenyeh sebuah rasa..
Lantas, apa senyum mereka tanpa hati?

Tidak, mereka tersenyum pakai hati..
Hati yang bersih untuk sebuah harap..
Yah, harapan atas kebahagiaan perut telah terisi..
Hanya itu yang mereka harapkan..
Bukan mereka tidak punya hati, tapi mereka tidak ingin sakit menggunakan hati..

-mata.air_syahdu-

(Visited 23 times, 1 visits today)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *