Hati Terbelenggu Akal dan Pikiran

oleh
Ilustrasi gambar (Int)

Ada dua sisi dimana kaki kita harus melangkah..
Kaki kanan dan kiri berirama kejar mengejar dengan tujuan yang sama..
Posisi lainnya ikut kemana tujuan permainan akal..
Pikiran sama, tanpa merubah arah pandangan..

Lantas hati, Bisakah sama seirama dengan akal dan pikiran?
Tidak, hati selalu bertentangan dengan tujuan akal..
Karena hati punya tujuan lain untuk baik..

Kusandarkan diri sejenak dibawah pepohonan hijau yang nyaris mengering..
Aku bertanya pada angin, apa yang harus kujalani..
Setelah ku jalani, apakah aku mampu menikmatinya..
Setelah menjalani dan menikmati, apakah aku mampu mensyukurinya..

Pertanyaan itu kian pekat dalam pikiran..
Seperti riakan ombak yang terus menghantam keras bibir pantai..
Pernahkah pasir mengeluh sakit saat ombak datang menerjang..

Tidak, pasir hanya diam dan terus diam..
Bukan pasir tak ingin beranjak..
Tapi langkahnya terhenti karena ombak butuh pasir untuk mata yang ingin menikmati keindahannya..

Pasir tidak menyalah bila harus mengalah..
Karena pasir, takkan goyah dengan terjangan ombak dan pijakan kaki sang manusia penikmat fajar..

-mata.air-syahdu-

(Visited 24 times, 1 visits today)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *